Business is booming.

Indonesia Dapat Jatah 60.000 Orang Berangkat Haji 2021

Para jemaah haji berbondong menuju Arafah pada Senin (19/7/2021)

Hanya 60.000 jamaah haji Indonesia yang diizinkan berangkat ke Tana Suci Mekah.

Sebanyak 231.000 WNI calon jamaah haji dari Indonesia batal berangkat haji di penyelenggaraan haji 1442H/2021 M.

Penyebabnya situasai pandemic corona yang belum juga usai.

Para jemaah haji berbondong-bondong menuju Arafah pada Senin (19/7/2021) dini hari setelah menjalani ibadah Tarwiyah di Mina.

Di Arafah, mereka akan melangsungkan shalat Dhuhur dan Ashar serta mendengarkan khotbah haji, seperti dikutip dari Arab News.

Pada tahun lalu, khotbah haji berfokus pada solidaritas sosial dan tindakan pencegahan kesehatan untuk melindungi kehidupan dari Covid-19.

Setelah matahari terbenam, jemaah haji akan bermalam di Muzdalifah.

Sebelumnya di Mina, tak ada ritual besar selama ibadah Tarwiyah, sehingga para jemaah haji menghabiskan waktu mereka untuk berdoa dan berefleksi hingga matahari terbit.

Mina yang berjarak 3 kilometer dari Masjidil Haram merupakan situs kota tenda terbesar di dunia dan mampu menampung sekitar 2,5 juta jemaah.

Namun, Arab Saudi sedang berupaya meningkatkan jumlah peziarah yang dapat ditampung Mina, Muzdalifah dan Arafat, di bawah rencana reformasi Visi 2030 negara itu.

Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Abdil Aziz bin Abdullah al-Sheikh telah mendesak jemaah agar mencurahkan waktu mereka untuk beribadah.

Ia juga mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Keselamatan jemaah haji Pemerintah dan swasta melakukan semua yang mereka bisa selama haji tahun ini untuk membantu jamaah dengan cara terbaik dan paling nyaman.

“Upaya tersebut juga untuk memastikan keselamatan jemaah haji saat melakukan ritual haji sesuai dengan tindakan pencegahan yang disetujui oleh otoritas terkait, yang ditujukan untuk keselamatan jemaah dan penyelenggara,” kata dia.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Pemerintah Saudi Izinkan Umrah Bagi Jemaah Indonesia

Untuk tahun kedua berturut-turut, haji dibatasi untuk jemaah dari dalam Arab Saudi.

Keputusan itu diambil untuk melindungi mereka dari pandemi.

Sebanyak 60.000 jemaah diizinkan untuk menunaikan haji tahun ini.

Para jemaah haji dibekali kartu pintar untuk mengakses semua layanan, sehingga meminimalisir kontak langsung.

Dengan kartu itu, jemaah bisa memasuki kamp, hotel, dan menggunakan transportasi yang tersedia.

Kartu tersebut juga bisa digunakan untuk membayar, memandu jemaah yang hilang, mengontrol masuk ke kamp, dan pergerakan waktu.

Tak Ambil Jatah

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengaku mendapatkan jatah kuota untuk berhaji yang diberikan pemerintah Saudi bagi KBRI maupun KJRI.

Namun ia enggan menggunakan kesempatan itu.

Pasalnya 231.000 WNI calon jamaah haji dari Indonesia yang batal berangkat haji di penyelenggaraan haji 1442H/2021 M.

Sebagai pelayan bagi jamaah haji, tak elok baginya jika ia turut berhaji sementara banyak calon jamaah haji di tanah air yang telah menunggu lama kesempatan berhaji namun harus kembali tertunda.

Dengan pertimbangan tersebut, Dubes RI memilih untuk tidak berhaji dan mengembalikan jatah tersebut pada pemerintah Saudi.

“KBRI dan KJRI sendiri juga mendapatkan kuota, saya pribadi pun juga mendapatkan jatah, tapi saya tidak berangkat haji dengan pertimbangan 231 ribu jamaah haji asal Indonesia tertunda. Sementara posisi saya adalah pelayan jamaah haji asal Indonesia. Jadi kalau yang dilayani tidak ada, tak elok kalau saya menunaikan ibadah haji,” ujarnya, Senin (20/7/2021).

Pada tahun ini, 327 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi mendapatkan kesempatan melaksanakan ibadah haji di Baitullah.

Agus Maftuh Abegebriel mengatakan para WNI tersebut merupakan jamaah yang lolos proses seleksi ketat yang dilakukan pemerintah Saudi.

Baca Juga:  Banjir Bandang di Jerman, Ratusan Orang Belum Ditemukan

Di antaranya jamaah harus mendaftar secara online, berusia 18 hingga 60 tahun dan sudah melakukan vaksinasi hingga vaksin kedua.

“Prioritas pertama adalah bagi mereka yang belum pernah berhaji, syarat lainnya telah divaksin sebanyak 2 kali dengan Pfizer atau Astra Zeneca,” lanjutnya seperti dikutip Tribunnews.

Syarat lainnya jamaah harus membayar sebesar 13.930 riyal atau setara dengan Rp 53 juta dan melaksanakan karantina selama 3 hari.

Saat melepas delegasi Haji Indonesia, Dubes RI juga menitip doa untuk kemaslahatan bagi Indonesia.

Termasuk doa bagi presiden, wakil presiden dan menteri-menterinya hingga bagi rakyat Indonesia agar kuat menghadapi musibah pandemi Covid-19.

Tak lupa, ia mengucapkan selamat pada para delegasi haji WNI, karena telah lolos seleksi.

“Saya pesankan juga saat pelepasan delegasi haji Indonesia, saya pesankan untuk berdoa khusus untuk kemaslahatan Indonesia. Mendoakan pak Jokowi, pak Kyai Ma’ruf Amin, dan semua menteri-menterinya, pemerintah Indonesia untuk selalu tegar dan kuat dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...