Business is booming.

Orang Kaya Malaysia, Tony Fernandes, Terbitkan Surat Utang Rp 3,44 Triliun untuk Mendanai Pemulihan AirAsia

Tony Fernandes Terbitkan Surat Utang

SALAH satu orang terkaya Malaysia, Tony Hernandes sebagai pemilik Air Asia, akan mengumpulkan dana hingga 1 miliar ringgit atau 238,6 juta dolar AS. Ini setara dengan Rp 3,44 triliun.

Penggalangan dana dilakukan melalui penerbitan utang yang dapat dikonversi menjadi saham yang ada saat maskapai murah Air Asia.

Setelah terpukul karena pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020, Air Asia bersiap untuk melanjutkan penerbangan pada akhir tahun dan membangun platform digital.

Di bawah rencana penggalangan dana yang sudah dirancang, perusahaan mendorong pemegang saham untuk berlangganan sekuritas utang Islam tanpa jaminan atau RCUIDS (Redeemable Convertible Unsecured Islamic Debt Securities).

RCUIDS dapat ditukar selama tujuh tahun dengan nilai nominal masing-masing 0,75 ringgit berdasarkan dua RCUIDS untuk setiap enam saham AirAsia yang dimiliki.

“Penggalangan dana merupakan komponen penting dari strategi pemulihan bisnis kami,” kata Tony Fernandes yang berusia 57 tahun seperti dikutip Forbes.

Dalam sebuah pernyataan terbuka yang dirilis pada Senin, 26 Juli 2021, CEO AirAsia Group ini mengatakan dana segar dari pemegang saham akan menyediakan likuiditas yang cukup bagi maskapai untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Covid-19 telah membuat negara-negara di dunia termasuk Malaysia dan Australia terkunci karena pemerintah berusaha untuk mengekang penyebaran virus.

AirAsia berada di zona merah selama tujuh kuartal berturut-turut hingga membukukan kerugian bersih 767,4 juta ringgit pada kuartal pertama.

Terlepas dari kerugian yang semakin dalam, Fernandes optimistis perjalanan udara global akan normal kembali secara bertahap mulai kuartal ini hingga kuartal pertama 2022.

Baca Juga:  Menkeu Perkirakan Dana Kesehatan Rp 300 Triliun

“Ada cahaya di ujung terowongan yang panjang ini,” kata Fernandes yang mencatat bahwa vaksin sedang diluncurkan secara agresif di pasar-pasar utama.

Pada Mei 2021, AirAsia mengumumkan rencana untuk mengumpulkan sebanyak 2,5 miliar ringgit melalui kombinasi utang dan penjualan saham.

Program ini akan menghasilkan 336 juta ringgit dari penempatan saham awal tahun ini.

“Sementara maskapai akan terus mendukung semua operasi, selama 18 bulan terakhir, strategi transformasi digital kami telah mendapatkan momentum yang kuat dengan peningkatan yang signifikan. Ini mencakup usaha logistik dan e-commerce Teleport dan BigPay bisnis fintech,”

kata Fernandes.
Fernandes membangun BigPay yang bertujuan untuk memperluas layanan di luar pengiriman uang internasional dan pembayaran digital.

Kini, Fernandes sedang memburu satu dari lima lisensi perbankan digital yang disediakan Malaysia.

Pekan lalu, AirAsia Group bersepakat untuk mengambil alih operasi Gojek di Thailand dalam pertukaran saham yang akan memberikan perusahaan Indonesia ini 4,76% saham di AirAsia Digital.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...