Business is booming.

Wiku Menilai Terlalu Dini Menyebut Angka Kematian Tinggi karena Isolasi Mandiri

Penyebab Kematian Tinggi di Isoman Diragukan

PEMERINTAH menepis anggapan bahwa tingginya angka kematian Covid-19 disumbang oleh banyaknya warga yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri (isoman).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyampaikan ada sejumlah faktor yang membuat angka kematian masih tinggi di saat tingkat keterisian rumah sakit justru sudah menurun.

“Terlalu dini menyatakan bahwa kematian diakibatkan karena isolasi mandiri,” kata Wiku kepada Republika.co.id, Senin (26/7).

Wiku menjelaskan, penurunan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) menunjukkan dua makna, yakni banyak pasien yang sembuh atau justru meninggal dunia.
Dua hal itulah yang membuat keterisian RS menurun.

Artinya, belum tentu angka kematian yang tinggi justru disumbang oleh warga yang menjalani isolasi mandiri.

 

Jumlah kematian karena Covid-19 edisi Sabtu (24/7/2021) menurun. (Posko Covid-19Indonesia)

 

Menurut Wiku, masyarakat justru perlu memahami bahwa isilasi mandiri yang tidak sesuai prosedur lah dan tanpa pengawasan tenaga medis yang bisa berujung bahaya seperti kematian.

Wiku mengingatkan masyarakat agar melapor kepada perangkat desa atau puskesmas setempat jika memang merasakan gejala Covid-19 atau terkonfirmasi positif melalui tes.

Ia menambahkan, sistem pengawasan warga yang isolasi mandiri pun sudah terintegrasi dengan fasilitas kesehatan di daerah.

Jika warga pelaku isolasi mandiri sudah melaporkan kondisinya, maka pihak puskesmas atau fasilitas kesehatan akan memantau secara berkala.

“Jika fasilitas isolasi terpusat did aerah sekitar tempat tinggal tidak mencukupi, maka opsi isoman di rumah dapat diambil,” ujar Wiku seperti dikutip Republika.Co.Id.

Pemerintah, juga berupaya menambah fasilitas isolasi terpusat agar bisa lebih banyak menampung warga. Saat ini, tercatat ada 21.882 fasilitas isolasi mandiri terpusat di sejumlah wilayah aglomerasi di Indonesia.

Baca Juga:  Joe Biden Prediksi Jakarta Akan Tenggelam 10 Tahun ke Depan

 

Sat Lantas Jaksel Kegiatan Pembatasan Mobilitas & Penyekatan guna pencegahan penyebaran Virus Covid 19 di Pos PPKM Darurat di Traffic Light Fatmawati Jakarta Selatan, Rabu, 14-7-2021 (@TMCPoldaMetro)

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, keterisian tempat tidur atau BOR untuk pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit di Indonesia kini menunjukan penurunan.

Dari 430.000 kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit di Indonesia, sebanyak 92 ribu di antaranya telah terisi untuk pasien Covid-19 pada minggu lalu.

Namun saat ini, jumlah keterisian tempat tidur itupun semakin menurun dan berada di angka 82 ribu. Penurunan angka BOR ini khususnya terjadi di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...