Business is booming.

Gubernur BI Ramal Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen

Puncak Pertumbuhan Terjadi Tahun 2024 - 2025

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan sebesar 5,1% atau lebih baik dari perkiraan 2020 sebesar 3,9%.

“Tahun depan (PDB) diperkirakan 4,6%-5,4%, titik tengah 5,1%,” ujar Perry dalam program BI Mengajar , Jumat (13/8/2021) sebagaimana dikutip CNBCIndonesia.Com.

Menurut Perry, faktor pendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan masih mengandalkan konsumsi rumah tangga.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk kembali melakukan belanja agar bisa membantu pemulihan ekonomi. Terutama masyarakat kelas menengah atas.

Diharapkan kelompok ini bisa kembali melakukan belanja dan membantu pemulihan ekonomi dibandingkan hanya menyimpan uangnya di bank.

“Yang perlu didorong konsumsi masyarakat menegah ke bawah, menengah atas duitnya banyak masih disimpan di bank belum belanja. Oleh karena itu yang punya duit belanja belanja buat dorong ekonomi kita,” kata dia.

Selain itu, faktor lain pendorong pertumbuhan ekonomi lain pada tahun depan adalah investasi, ekspor hingga proses vaksinasi yang semakin dipercepat pemerintah.

“Mari partisipasi agar penyebaran Covid-19 dikendalikan, ekonomi pulih, inflasi insyaallah terkendali sasaran 2-4%, tahun depan 2-4%. Defisit transaksi berjalan juga rendah,” tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai puncaknya pada tahun 2024-2025, setelah tahun 2020-2021 berada di titik bawah karena pandemi Covid-19.

“Studi kami menunjukkan siklus ekonomi Indonesia itu kurang lebih sekitar lima tahun naik dari bawah sampai ke puncak. Sedangkan untuk siklus keuangan atau kredit yaitu tujuh tahun,” ucap Perry Warjiyo.

Seluruh sinergi bauran kebijakan bank sentral, pemerintah, dan berbagai otoritas lainnya terus didorong agar Indonesia bisa mencapai masa puncak perekonomian tersebut.

Baca Juga:  Verawaty Fajrin Dilarikan ke RS karena Kanker Paru, Butuh Bantuan

Dalam bauran kebijakan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai puncak, bank sentral bertugas menjaga stabilitas harga dan mendukung stabilitas sistem keuangan.

Bauran kebijakan suku bunga, nilai tukar, manajemen aliran modal asing, makroprudensial, akselerasi digitalisasi SPUR, dan pendalaman pasar uang juga terus dijalankan untuk mendukung perekonomian.

Perry Warjiyo berpendapat reformasi struktural juga terus dijalankan untuk mencapai pertumbuhan tertinggi melalui produktivitas modal, tenaga kerja, dan teknologi.

Kemudian, reformasi di bidang infratruktur, iklim investasi, perdagangan, tenaga kerja, ekonomi-keuangan digital, pendalaman sektor keuangan, serta ekonomi dan keuangan hijau.

“Kalau reformasi struktural terus disiplin kita lakukan, termasuk pengembangan SDM unggul, maka ke depannya hasilnya akan lebih banyak meski usahanya hanya sedikit-sedikit,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo seperti dikutip Kontan.Co.Id.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...