Business is booming.

Ridwan Kamil Berduka Cita Atas Meninggalnya 11 Siswa Mts di Ciamis

Air Sedang Tidak Deras, Diduga Siswa Kena Pusaran di bawah Permukaan Sungai

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sampaikan duka mendalam atas meninggalnya 11 siswa Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Ciamis.

Mereka meninggal dunia karena tenggelam saat mengikuti kegiatan susur sungai Cilieur, Jawa Barat, pada Jumat (15/10/2021).

“Turut berduka cita yang sangat mendalam, atas musibah susur sungai yang menimpa siswa siswi Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Ciamis. Semua korban sudah ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” ungkap Kang Emil, panggilan Ridwa Kamil melalui akun resminya @ridwankamil

Peristiwa nestapa menimpa 11 siswa MTS pun menjadi trending twitter melalui Innalillahi.

@Soni78322931: Innalillahi Sebanyak 11 orang pelajar MTs Harapan Baru, Ponpes Cijantung, Ciamis, tenggelam di Sungai Cileueur, Cijeunjing,Ciamis, Jawa Barat. Korban tenggelam saat mengikuti kegiatan susur sungai pada Jumat, 15 Oktober 2021.Dari 150 orang peserta yang kembali ada 139 orang.

Jangan Lewatkan

@AminManyoen: Innalillahi wainnailaihi raji’un Pray for MTs Harapan Baru Cijantung Kabupaten Ciamis. Semoga para korban Husnul-khatimah dan keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam musibah iniTelapak tangan menyatuTangan melipat

@Cintada16: Sebanyak 11 orang siswa MTs Harapan Baru Cijantung,Jawa Barat meninggal tenggelam di sungai Cileueur,Jumat. Para siswa tersebut sedang melakukan kegiatan pramuka susur sungai. Innalillahi wa innalillahi rojiun Wajah menangis

@RANGERmounts: Komunitas pendaki gunung, turut berdukacita atas musibah yang menyebabkan 11 korban jiwa pelajar MTs Harapan baru Ciamis.

Seperti diketahui 11siswa MTs Harapan Baru Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, tewas tenggelam saat mengikuti kegiatan susur sungai digelar pihak sekolah di Sungai Cileuer.

Pengurus Pondok Pesantren Cijantung, Dandeu Rifai, mengungkapkan para siswa yang ikut susur sungai semuanya berasal dari kelas VII.

Mereka berangkat dari sekolah menuju Sungai Cileuer pada Jumat pukul 14.00 WIB.

Baca Juga:  Misteri 3 Kardus Surat Bertandatangan Gubernur Sumbar

“Berangkat dari sekolah tadi pukul 14.00 sebanyak 100 orang, semuanya dari kelas VII.”

“Untuk kegiatan kepanduan susur sungai,” ujar Dandeu kepada TribunJabar di lokasi kejadian, Jumat malam.

Dandeu menambahkan, kegiatan susur sungai diawali dari Jembatan Utama Desa Utama hingga menyusuri Sungai Cileuer.

Dalam kegiatan itu, rombongan dibagi menjadi beberapa regu yang dipimpin seorang guru.

Namun, pada pukul 15.00 WIB, ada informasi satu di antara rombongan tenggelam.

“Pukul 15.00 ada informasi salah satu rombongan mengelami musibah, tenggelam di ruas sungai,” ungkap Dandeu.

Warga setempat dan tim SAR serta personel gabungan pun dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi korban.

Hingga Jumat pukul 20.20 WIB, korban tenggelam ke-11 pun ditemukan atas nama Zahra (14).

Arus Sungai Cileuer saat siswa MTs Harapan Baru Cijeungjing melakukan susur sungai, sedang tidak deras.

Terlebih saat ini belum memasuki musim penghujan.

“Terlebih seperti sekarang ini, airnya tenang tidak deras. Di sini biasanya banyak yang mancing sampai malam,” jelas Ismael (53), warga setempat, Jumat malam.

Diduga, 11 siswa MTs itu tenggelam lantaran ada pusaran air di bawah sungai.

Tak hanya itu, Ismael mengungkapkan ada hamparan batu di kedalaman tiga meter Sungai Cileuer.

“Mungkin diperkirakan airnya dangkal. Karena sekitar Leuwi banyak hamparan baru.”

“Apalagi hari ini arus tidak deras dan malah terlihat tenang karena sudah beberapa hari tidak hujan,” katanya.

“Dengan kondisi Leuwi Ili semacam tersebut memang cukup berbahaya untuk dilewati apalagi bagi yang tidak bisa berenang.”

“Bagi yang bisa berenang juga berbahaya, kalau berenangnya pakai sepatu dan bawa ransel. Leuwi ini kan cukup dalam,” bebernya.

Ismael sendiri termasuk dalam 20 warga yang turut mencari korban tenggelam.

Baca Juga:  Said Iqbal Jadi Presiden Partai Buruh, Mengapa Netizen Meragukan?

Saat melakukan pencarian, ia menemukan dua korban.

Berikut ini daftar 11 siswa yang tenggelam di Sungai Cileuer, dilansir TribunJabar:

1.Muhammad Kafka Firmansyah (12), asal Kampung Cikumpa RT 006 RW 005, Kelurahan Sukamajaya, Depok.

2. Alfian Nur Fauzi (13) asal Dusun Cikondang RT 02 RW 02, Desa Kelas Datar, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap.

3. Khansa Khairun Nisa (13) asal Dusun Kulon RT 09 RW 03, Desa Cimari Cikoneng, Ciamis.

4. Aldo Maulana Majid (13) asal Blok Pahing RT 02 RW 02, Desa Wangkelang, Kecamatan Cingambul, Majalengka.

5. Siti Jahra Anjani (12) asal Kampung Cikumpa RT 03 RW 05, Kelurahan Sukmajaya, Depok.

6. Chandra Ruyzkie Hernawan (12) asal Jl Rd Okas Bratakusumah RT 03 RW 30 Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

7. Fahrurozi Dwiki Hernawa (12) asal Pakembaran RT 10 RW 04, Desa Puncak Cigugur, Kuningan.

8. Fatah Fathurrasya (12) asal Kramat Pulo Dalam II No 103, Kelurahan Kramat Senen, Jakarta Pusat.

9. Dea Rizky (13) asal Blok Sarimanik RT 15 RW 04, Desa Sukasari, Cikijing, Majalengka.

10. Aditya Maulana (12) asal Dusun Mekarsari, Cibadak, Banjarsari, Ciamis.

11. Fajri Putra Pratama (12) asal Dusun Cikuning RT 05 RW 01, Desa Terlaya, Bantarkalong, Brebes.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...