Business is booming.

Tiga Pelaku Mutilasi Pria di Bekasi Sama-sama Sadis

Satu Pelaku Melarikan Diri Setelah Korban Dibunuh

POLISI akhirnya menangkap ER, buron pelaku mutilasi di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

ER ikut membantu tersangka utama FM saat membunuh korban berinisial RS dengan cara memotong-motong tubuh atau mutilasi.

“Dia hanya ikut memegang korban. Pas eksekusi (korban dibunuh), dia ikut memegang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Aris Timang saat dihubungi detikcom, Senin (29/11/2021) malam.

Menurut Aris, pelaku ER tidak terlibat secara langsung saat korban RS dimutilasi oleh dua pelaku utama, berinisial FM dan MAP.

Pelaku ER kemudian melarikan diri saat mutilasi tengah dilakukan.

Namun polisi menduga, ketiga tersangka pelaku sama-sama sadisnya.

“Setelah korban meninggal, ER pergi. Dia tidak ikut memutilasi. Itu menurut keterangan dia sama tersangka lain,” jelas Aris.

Aris menambahkan, pelaku ER ditangkap di kediamannya di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi.
Tidak ada perlawanan saat polisi melakukan penangkapan pelaku.

“Pas di rumahnya itu langsung diambil karena dia udah tahu lagi dicari. Nggak ada perlawanan juga,” ungkap Aris.

Pelaku ER ditangkap pada Minggu (28/11) malam. Penangkapan pelaku didasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Metro Bekasi dan didukung oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Penangkapan ER melengkapi keseluruhan pelaku mutilasi kepada RS yang telah ditangkap polisi. Total ada tiga pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Polisi sebelumnya telah mengungkap motif dua tersangka mutilasi pria di Bekasi, Jawa Barat. Pelaku melakukan mutilasi ke korban karena sakit hati.

Baca Juga:  Ragil Trending Lagi, Kali Ini Bahas Gala Sky Tanpa Sabuk Pengaman

“Yang melatarbelakangi terjadinya kasus ini oleh para pelaku motifnya adalah para pelaku sakit hati dengan korban RS,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulfan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Minggu (28/11).

Zulfan menyebut FM sakit hati lantaran istrinya pernah dihina oleh korban.

Sementara itu, lanjut Zulfan, pelaku MAP juga sakit hati terhadap korban pernah mencabuli almarhum istrinya.

“Selanjutnya pelaku MAP sakit hati dengan korban karena almarhum istri pelaku MAP pernah dicabuli oleh korban,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan menyampaikan hubungan antara para pelaku dengan korban, RS (28). Menurut Hendra, hubungan para pelaku dengan korban sudah seperti saudara.

“Hubungan antara keempat orang ini, tiga tersangka dan satu korban berteman sudah lama, dan mereka sudah seperti saudara,” ucapnya.

Namun begitu, mereka sering terlibat cekcok antara satu sama lain hingga akhirnya muncul insiden mutilasi tersebut.

“Tapi karena ada cekcok dan sering terjadi maka terjadi pembunuhan itu,” kata Hendra.

Konsumsi Narkoba

Tiga pelaku menghabisi korban dan membuang potongan tubuh di pinggir Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Potongan tubuh ini ditemukan warga pada Sabtu, 27 November 2021, pukul 05.40.

Pelaku merencanakan pembunuhan terhadap korban RS dengan mengajaknya mengonsumsi narkoba.

Kasus ini, sebagaimana diungkap polisi, dilatari cekcek urusan rumah tangga masing-masing yang membuat pelaku sakit hati terhadap RS.

Padahal selama ini, empat orang ini yang terdiri atas tiga pelaku dan satu korban bersahabat.

Para tersangka mengajak korban untuk mengonsumsi narkoba agar korban tertidur dan baru dibunuh.

Para pelaku mengajak korban untuk mengonsumsi narkoba awalnya. Kemudian ketika korban tertidur kemudian para pelaku dengan perannya masing-masing bersama membunuh korban.

Baca Juga:  Golkar Anggap Airlangga dan Luhut di Pandora Papers Masih Rumor
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...