Business is booming.

Farmel FC Trending, Perjalanannya di Liga 3 Penuh Kontroversi, Selalu Diuntungkan Wasit?

Harry Maguire ini lebih pantas main di Farmel FC, sebutut apapun permainan lu ga bakalan kalah..

Klub Sepak Bola Liga 3 Farmel FC Trending.

Klub tersebut trending menyusul hasil pertandingan melawan Persikota di babak 16 besar  Liga 3.

Dalam pertandingan tersebut Farmel menang telak 3-0.

Namun terungkap kemenangan Farmel karena cenderung dibantu keputusan wasit.

Kecurangan jalannya pertandingan kemudian diungkapkan Prilly Latuconsina dalam instagramstorynya.

Sejak itu publik menyaksikan tayangan ulang, salah satunya keputusan wasit yang memberi hadiah penalti kepada Farmel FC.

Hadiah penalti tersebut tentu saja diprotes para pemain Perskota.

Bentrokan tak terhindarkan hingga sejumlah petugas keamanan masuk ke lapangan untuk merelahi perkelahian.

Nah sejak itu publik melihat perjalanan Farmel FC ke babak 16 besar dan ingin tahu profilnya.

Berikut Cuitan sejumlah Netizen tentang trending Farmel FC

@Amanggurmerah: farmel tidak pantas ada di liga 3 , 2 , apalagi 1 bubar aja lebih baik

@izey29: sejak kecil saya ingin main di farmel fc

@Amanggurmerah: galawan siapa siapa farmel gitu terus heran

@MafiaWasit: Harry Maguire ini lebih pantas main di Farmel FC, mau sebutut apapun permainan lu ga bakalan kalah..

@AdiraOktaroza: FARMEL FC PUNYA SIAPA SIH? PENGEN PROMOSI GINI GINI AMAT

Profil Farmel FC

Farmel FC (atau singkatan dari Farmel Football Club) adalah tim sepak bola Indonesia yang bermarkas di Lapangan Sepakbola Raihan Sport Center, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Tim ini berkompetisi di Liga 3 Zona Banten dan saat ini berada di babak 16 besar, satu grup dengan Persikota, Persipa dan Putra Delta Sidoardjo.

CEO Farmel FC bernama Eko Setiawan asal Bojonegoro, Jawa Timur.

Eko Setiawan adalah CEO PT. Farmel Cahaya Mandiri yang berdiri sejak tahun 2004.

Perusahaan itu bergerak di bidang chemical trading, industri pengolahan air bersih dan limbah.

Baca Juga:  Mangkir Panggilan Polisi Alasan Cacat Prosedur, Edy Mulyadi Dicap Pengecut

Juga menyediakan produk–produk berkualitas, mutakhir dan efektif untuk ragam masalah air pada sektor industri dan perkotaan.

Eko Setiawan  mengumpulkan beberapa pemain bola kota setempat dan mendirikan Farmel FC.

Setelah resmi menjadi anggota klub PSSI Provinsi Banten, manajemen Farmel FC langsung bergerak cepat mencari pelatih dan menunjuk Adnan Mahing.

Rekrutmen pemain kabarnya diikuti 750 pendaftar kala itu.

Dalam tulisan di wikipedia langsung ditulis soal kontroversi Farmel FC.

Dan ternyata bukan hanya dengan Persikota Kontroversi itu.

Pada pertandingan babak 32 besar Grup X putaran nasional kompetisi Liga 3 2021–2022 antara Bandung United FC menghadapi Farmel FC di Stadion Jala Krida AAL Kota Surabaya, Minggu 20 Februari 2022, juga terjadi kontroversi itu.

Di pertandingan tersebut Farmel FC banyak diuntungkan oleh keputusan wasit yang sangat kontroversial.

Pertandingan tersebut dipimpin oleh Andri Novendra.

Kekecewaan Bandung United kepada wasit sudah terjadi sejak babak pertama, bahkan di babak kedua laga sempat terhenti lantaran wasit mengeluarkan keputusan kontroversi.

Di antaranya memberikan kartu merah kepada Saiful pada menit 51 dan Rizki Arohman pada menit 61.

Puncaknya, menjelang berakhirnya laga pada menit 88, saat penjaga gawang Bandung United, Satrio Azhar diganjar kartu merah.

Tak hanya kiper, satu pemain lainnya Andri Febriansyah juga diusir keluar, sehingga ada empat kartu merah yang diberikan oleh wasit.

Pemain yang menjadi penjaga gawang dadakan, Arsan Makarin sebenarnya bisa memblok tendangan penalti Ikhsan Ilham, namun dengan cepat Ikhsan menyambar bola dan memasukkannya ke gawang.

Pemain Bandung United, tampak memberikan gestur tepuk tangan kepada pemain lawan yang berhasil menjebol gawang sekaligus mengadakan keunggulan Farmel FC menjadi 2–0.

Tak lama berselang, Farmel FC kembali melakukan serangan, namun sebagai bentuk kekecewaan kepada wasit yang memimpin pertandingan, pemain Bandung United tampak membiarkan bola sepakan pemain lawan masuk ke gawangnya.

Baca Juga:  Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Keluarga Brigadir J, Pemilik Firma Hukum Victoria

Sehingga, skor berubah menjadi 3–0. Saat pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, ofisial dan pemain Bandung United tampak memberikan tepuk tangan kepada wasit sebagai bentuk kekecewaan.

Sebelumnya juga beberapa tim yang bertanding dengan Farmel FC merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit yang dinilai tidak wajar.

Contohnya ketika pada pertandingan NZR Sumbersari FC kontra Farmel FC bahkan terjadi keributan antara ofisial dan pemain NZR Sumbersari dengan perangkat pertandingan yang dinilai merugikan tim NZR Sumbersari ketika Farmel FC mendapatkan pinalti diakhir laga dan membuat skor menjadi imbang 1–1.

Hasil inilah yang kemudian membuat NZR Sumbersari gagal lolos dari babak 64 besar.

Kemudian PSBL Langsa juga memprotes keputusan wasit yang membuat timnya harus kalah dengan skor 4–1 dari Farmel FC di Stadion Jala Krida AAL Kota Surabaya pada 18 Februari 2022, di pertandingan ini juga kepemimpinan wasit dinilai merugikan tim PSBL

Langsa seperti Penalti yang didapat oleh Farmel FC dan keputusan lainnya.

Bahkan pelatih PSBL Langsa, Azhar menyindir perangkat pertandingan serta Farmel FC dalam unggahan di akun Instagramnya dengan menyebutkan

“Terimakasih mafia, terimakasih oknum. Kalian mengajarkan anak-anak pesepakbola Aceh untuk tidak percaya lagi dengan sepakbola Indonesia”.

Pada pertandingan babak 16 besar Liga 3 musim 2021–2022 pada 6 Maret 2022, Farmel FC kembali diuntungkan oleh keputusan wasit yang menuai kontroversi.

Contohnya saat pemain Persikota yang berdiri pada posisi onside yang kemudian oleh wasit dinilai offside dan penalti kontroversi yang diberikan wasit kepada Farmel FC.

Pada pertandingan ini Farmel FC berhasil mengalahkan Persikota Tangerang dengan skor 3–0.

Farmel FC kini memimpin grup CC di babak 16 besar.

Komentar
Loading...