Business is booming.

Penyitaan Minyak Goreng 212 di Depok Kejutkan Publik, Sudah Banyak Dijual di Toko Online

Menurut pemantauan merek minyak goreng 212 sudah ada sejak sebelum kelangkaan minyak goreng.

Ditemukannya minyak goreng dengan kemasan Wasilah 212 mengejutkan publik.

Apalagi jumlahnya hingga 2.300 liter di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan Depok.

Polisi setempat kini sedang menyelidiki modus produksi minyak goreng 212.

Yang pasti, munculnya merek tersebut membuat publik curiga bahwa kelangkaan minyak goreng sengaja diramaikan oleh lawan-lawan politik pemerintah.

Merek 212 identik dengan kelompok yang menjatuhkan Ahok sebagai Gubernur DKI dan sukses memenjarakannya.

Kelompok itu masih aktif melalui aksinya terhadap kebijakan pemerintah, terakhir mendemo Menteri Agama terkait narasi adzan dikaitkan dengan gongongan anjing.

Selain kelompok 212 parpol parpol yang berseberangan dengan pemerintah juga tiba-tiba membagikan minyak goreng kepada rakyat.

Tercatat PKS dengan merek minyak goreng khususnya, partai Demokrat hingga Ibas membagikan 16 ton minyak goreng di Ngawi.

Namun menurut pemantauan merek minyak goreng 212 sudah ada sejak sebelum kelangkaan minyak goreng.

Selain Wasilah 212 juga mereka minyak goreng Kita dengan mencatumkan 212 dengan tugu monas di tengahnya.

Merek tersebut juga bisa dibeli di hampir semua toko online seperti lazada, tokopedia, shopee dll.

Pemerintah sendiri akhirnya mengembalikan harga minyak goreng ke harga pasaran.

Subsidi minyak goreng sehingga harganya menjadi Rp 14.000 per liter ternyata dianggap tak menyelesaikan masalah.

Minyak goreng selalu habis terutama di mini market.

Berikut cuitan netizen terhadap temuan minyak goreng 212 di Depok.

@Argo00449750: *Gudang Minyak Goreng ‘212’ Di Sawangan Depok Digerebek Polisi Astagfirulah!.*

@PambudiTri: Yang nimbun Minyak Goreng ternyata Geng 212.. nimbun 24 TON Minyak Goreng..

@AjengFtmh_: Minyak Goreng dengan merek Wasilah 212…Waduh ini mah namanya memaki kelangkaan Minyak Goreng ke Pemerintah sembari menimbun. Apapun alasan yg penimbun miliki tapi tetap aja Korbannya pasti masyarakat..

Baca Juga:  Profil Thomas H Lee, Miliader AS yang Meninggal Dunia Usia 78 Tahun

@Tanah_air_q: Jgnkan minyak goreng yg dimanipulasi oleh sekte 212, agama aja dimanipulasi oleh gerombolan 212

@TogarHasibu4n: )Minyak goreng merek “Kita 212” ini bisa memiliki stok begitu banyak, tentu harus diselidiki lebih lanjut, apakah memang ini salah satu yang menyebabkan minyak goreng jadi langka? Diborong lalu dikemas ulang?

@duckbusterr: Om,.besok lusa kita partneran yuk bisnis minyak goreng curah,  nama merknya jgn “kita 212” tp “kita Mukidi” siapa tau sukses om !!

Sementara itu Kapolsek Bojongsari Depok Kompol M Syahroni menyatakan telah melakukan penyitaan 2.300 liter minyak goreng pengemasan ulang atau repacking Selasa (15/3).

Penyitaan 2.300 liter minyak goreng repacking tersebut dilakukan di sebuah gudang di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengemas ulang minyak goreng yang diperolehnya dengan merek Wasilah 212, untuk kemudian menjualnya kembali ke pasaran.

“Modus pelaku yakni penyelewengan pengemasan ulang atau repacking. Jadi, mereka mengemas minyak goreng dengan merek Wasilah 212, kemudian dijual ke sejumlah toko,” ucapnya, seperti dilansir JPNN Rabu (16/3).

Berdasarkan hasil pengembangan, label halal yang digunakan gudang untuk melakukan pengemasan ulang minyak goreng sudah tidak berlaku.

“Sertifikat halalnya juga sudah mati dan tidak diperpanjang lagi,” bebernya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus didalami dan dikembangkan oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memutuskan mengembalikan harga minyak goreng kemasan ke harga pasar, yang berarti tidak ada lagi minyak goreng kemasan berharga murah.

Minyak goreng mura sebelumnya dilakukan demi mengatasi kelangkaan, suatu kebijakan yang dinilai tepat.

Tapi pemerintah diminta tetap harus melakukan pengawasan agar tidak terjadi lagi kelangkaan.

Sebelum kebijakan terbaru itu, kelangkaan minyak goreng masih terjadi di banyak tempat sehingga banyak warga harus antre untuk membeli walau pemerintah sudah mengeluarkan beberapa aturan untuk menstabilkan harga dan pasokan sejak Januari lalu.

Baca Juga:  Pertanyakan Statement Luhut Soal Karantina Luhut, Bu Susi Trending

Bahkan kelangkaan minyak goreng juga terjadi di daerah-daerah lumbung kelapa sawit, yaitu Riau dan Kalimantan Barat, seperti yang diungkap warga setempat kepada BBC News Indonesia.

Sedangkan perwakilan dari kalangan pengusaha minyak sawit menilai kebijakan pemerintah mengembalikan harga minyak goreng ke harga pasar untuk mengatasi kelangkaan ‘mungkin baru terealisasi pekan depan’.

Komentar
Loading...