Business is booming.

Begal Trending Menyusul Korban Begal Malah Jadi Tersangka di Lombok, Polisi Bela Begal?

Polisi: [aling tidak kalau keluar malam jangan sendirian, ajak temen saat lewat jalan sepi?

Begal trending karena narasi pembelaan polisi terhadap begal.

Hal itu terkait seorang pria berinisial M alias AS (34) yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan begal.

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat melawan saat berhadapan dengan 4 begal dan sukses membunuh dua diantaranya.

Nah sebuah video penjelasan polisi terkait kronologi penetapan AS sebagai tersangka beredar.

Diakhir penjelasan soal kronologi kasus AS, seorang wartawan bertanya soal tips masyarakat saat ketemu begal di jalan.

“Karena di negara kita main hakim dilarang,karena itu merupakan seuatu tindakan melakukan pidana,” jawab Wakapolres Lombok Tengah Kompol Ketut Tamiana.

“Ya harus larilah meninggalkan motor,” celetuk wartawan yang tadi bertanya.

“Jadi paling tidak kalau keluar malam jangan sendirian,”jawab Kompol Ketut lagi.

“Kalau tahu harus lewat jalan sepi harus bawa teman.”

Wartawan tadi nyeletuk lagi, jangan sampai membunuh begal.

“Membunuh kan di negara kita dilarang. Siapapun itu karena dilindungi oleh hukum,” jawab polisi lagi.

“Dan begal jangan membunuh korban,”kata si wartawan disertai gelak sejumlah peserta jumpa pers.

Kompol Ketut Tamiana selanjutnya menyatakan bahwa semua akan dikaji lagi.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang Begal.

@emerson_yuntho: kasus korban begal jadi tersangka, setidaknya memberikan pesan ke publik. Jika kamu dibegal, jangan lawan apalagi membunuh, berikan hartamu dan ikhlaskan

@RossaDwiL1: nanti kalau kena begal ikhlasin aja, tar lapor ke dukun biar di santet begal nya.

@GunRomli: 1 korban dikeroyok 4 begal. Melawan! 2 begal mati, 2 melarikan diri. Korban malah ditetapkan tersangka. 2 begal jadi saksi. Konstruksi kasus ini memalukan Pak @ListyoSigitP

@jek_hoki: Kalo kamu kena begal ksh aja ya motor kamu jgn membela diri, nanti bs msk penjara

Baca Juga:  Wakil Ketua Umum MUI Berharap Kegaduhan Reda Usai Panji Gumilang Menjadi Tersangka

@Elvino2016: Kata pak polisi kalau lewat jalan berbahaya malam hari minta di temenin. Gimana kalau pernyataan itu dibalik, brp orang yg harus nemenin? Kalau begal nya pakai senjata api harus gimana? Kenapa pak polisi tidak patroli / menempatkan personilnya didaerah daerah rawan tersebut.????

@ppkmperjuangan: Sebenernya kalo di nalar emg gak adil dan masuk akal, tp hakim memvonis korban bkn tanpa dasar tujuannya supaya apabila ada kejadian serupa korban tidak boleh main hakim sendiri, bayangkan kalo main hakim sendiri ditiru semua korban begal bisa mati semua begal di planet ini

Seperti diberitakan sejumlah media, M alias AS (34), seorang pria di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan sebagai tersangka.

AS kini harus meringkuk di dalam penjara gegara ia melakukan perlawanan terhadap 4 pria yang berusaha membegalnya.

AS ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan setelah dua orang pelaku begal itu diketahui tewas di tangannya.

Ironisnya, dua pelaku begal lain yang melarikan diri saat melihat dua kawannya tersungkur, justru menjadi saksi atas kasus pembunuhan tersebut.

AS, warga Desa Ganti, Praya Timur, Lombok Tengah, itu sedang dalam perjalanan menuju Lombok Timur saat empat orang begal menghadangnya di jalan.

Keempat pelaku masing masing berinisial P, OWP, W, dan H.

“Peristiwa itu berawal saat korban percobaan pencurian M alias AS, akan menuju Lombok Timur. Ketika tiba di TKP, AS dihadang oleh empat orang pelaku yaitu P dan OWP, bersama dua rekannya yaitu W dan H,” ungkap Wakapolres Lombok Tengah Kompol Ketut Tamiana seperti dilansir Detik.com

Ketika keempat pelaku akan mengambil sepeda motor miliknya, AS berusaha melakukan perlawanan dengan senjata tajam yang dibawanya. Pelaku begal, P dan OW yang juga membawa senjata tajam, tewas di tangan AS.

Baca Juga:  Kapolda Lampung Janji Beri Penghargaan Warga yang Lumpuhkan Begal

Sedangkan kedua pelaku yaitu W dan H melarikan diri ketika melihat dua temannya tersungkur.

W dan H akhirnya ditangkap polisi dan ditetapkan menjadi tersangka kasus pencurian.

Di sisi lain, W dan H juga menjadi saksi atas kasus pembunuhan yang menjerat AS.

“Saat ini ketiga pelaku, baik pelaku pembunuhan maupun pelaku percobaan pencurian masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dia.

Direktur Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Hari Brata mengatakan, kepolisian telah mendengarkan kesaksian dua pelaku begal atas nama W dan H.

“Karena korban ini membawa senjata tajam, makanya dia membela diri. Bukan menggunakan senjata tajam milik pelaku begal. Tapi dia membawa senjata tajam sendiri,” Hari menambahkan.

“Kenapa kita bisa tahu dia membela diri menjadi korban begal, itu berdasarkan pengakuan dari pelaku atau saksi rekan kedua korban meninggal. Jadi dua orang ini peranannya mengikuti dan membuntuti tersangka yang akan dibegal dari arah belakang,” terang Hari.

AS sendiri diketahui sudah membuat laporan polisi terkait pembegalan telah dialaminya.

“Proses dua-duanya tetap jalan. Masalah dia nanti dikategorikan membela diri, itu nanti putusannya ada di pengadilan,” kata Hari Brata.

Meski telah membuat laporan sebagai korban begal, Hari Brata mengaku pihaknya tetap memproses kasus perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain.

“Proses dia menghilangkan nyawa orang lain itu tetap kita proses. Walaupun ada upaya membela diri tadi, tapi yang menilai itu saya tegaskan adalah pengadilan, hakim yang memutuskan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari penemuan mayat dua pria bersimbah darah di Lombok Tengah Senin (11/4/2022) dinihari. Belakangan diketahui bahwa kedua pria adalah pelaku begal yang dibunuh oleh calon korbannya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...