Business is booming.

Kapolda Lampung Janji Beri Penghargaan Warga yang Lumpuhkan Begal

Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan khususnya C3 di wilayah hukum Polda Lampung ini

Kasus Amaq Sinta (34) pembunuh begal jadi tersangka di Polda NTB jadi sorotan.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto  bahkan ikut mengomentari kasus itu, menurutnya korban begal harusnya mendapatkan perlindungan.

Sementara itu meski tak terkait kasus Amaq Sinta, Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Polisi Hendro Sugiatno, menyatakan, masyarakat jangan takut melawan tindak kejahatan seperti begal.

“Saya akan beri penghargaan warga yang dapat melumpuhkan begal,” katanya, di Bandarlampung, Lampung, Sabtu (16/4/2022).

Sejak masuk Lampung,  dia telah menggencarkan penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan terutama begal.

Dia memerintahkan jajarannya menindak para pelaku tindak pidana C3.

Ia menjelaskan C3 adalah pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tiga kejahatan ini umum disebut polisi dengan sebutan C3. Dan Lampung dikenal sebagai markas begal.

Kapolda Lampung meminta jajaran untuk menindak tegas pelaku C3 dan tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Lampung. Sebab ulah mereka meresahkan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan khususnya C3 di wilayah hukum Polda Lampung ini, sampai lubang semut pun pasti akan kami kejar,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Oleh karena itu, lanjutnya, warga juga jangan takut melawan begal yang membahayakan dirinya.

Polisi tak akan memprosesnya bahkan diberi penghargaan yang bisa melumpuhkan begal.

“Kami berharap masyarakat Lampung tidak pesimis untuk turut serta membantu aparat penegak hukum dalam memerangi kejahatan,” kata dia.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyarankan kepada Kapolda NTB untuk melakukan gelar perkara dengan mengundang pihak Kejaksaan, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Baca Juga:  Lirik Lagu Fictional oleh Khloe Rose beserta Maknanya

Ketika gelar perkara itu, kata Agus, para tokoh yang dilibatkan bisa dimintai pendapatnya untuk menentukan kasus tersebut.

Apakah peristiwa begal yang dialami korban Amaq Sinta tersebut layak atau tidak untuk ditindaklanjuti kasusnya.

Begal Trending

Sebelumnya Begal trending karena narasi pembelaan polisi terhadap begal.

Hal itu terkait seorang pria berinisial M alias AS (34) yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan begal.

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat melawan saat berhadapan dengan 4 begal dan sukses membunuh dua diantaranya.

Nah sebuah video penjelasan polisi terkait kronologi penetapan AS sebagai tersangka beredar.

Diakhir penjelasan soal kronologi kasus AS, seorang wartawan bertanya soal tips masyarakat saat ketemu begal di jalan.

“Karena di negara kita main hakim dilarang,karena itu merupakan seuatu tindakan melakukan pidana,” jawab Wakapolres Lombok Tengah Kompol Ketut Tamiana.

“Ya harus larilah meninggalkan motor,” celetuk wartawan yang tadi bertanya.

“Jadi paling tidak kalau keluar malam jangan sendirian,”jawab Kompol Ketut lagi.

“Kalau tahu harus lewat jalan sepi harus bawa teman.”

Wartawan tadi nyeletuk lagi, jangan sampai membunuh begal.

“Membunuh kan di negara kita dilarang. Siapapun itu karena dilindungi oleh hukum,” jawab polisi lagi.

“Dan begal jangan membunuh korban,”kata si wartawan disertai gelak sejumlah peserta jumpa pers.

Kompol Ketut Tamiana selanjutnya menyatakan bahwa semua akan dikaji lagi.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...