Business is booming.

Pertama Kali Atlet Vietnam Meraih Emas Pencak Silat, Indonesia Sabet Dua Tiket Final

Vietnam merebut medali emas SEA Games cabang seni beregu putri Rabu (11/5/2022).

Atlet pencak silat Vietnam tak mampu mengendalikan emosi usai meraih emas pertama di SEA Games 31 pada 11 Mei 2022.

Vietnam merebut medali emas pencak silat yang bersejarah di SEA Games melalui cabang seni beregu putri Rabu (11/5/2022).

Itu adalah medali emas pencak silat pertama Vietnam di SEA Games dalam 14 tahun.
Di cabang seni ganda putri, Vietnam juga merebut medali perak setelah finis di belakang Indonesia.

Malaysia kembali meraih medali emas setelah menjuarai nomor ganda putra bidang artistik.
Ini adalah emas ketujuh Malausia secara keseluruhan.

Iqbal Abdul Rahman merebut medali emas untuk Singapura di cabang seni tunggal putra. Filipina juga mendapatkan medali emas pertama berkat Francine Padios di ajang artistik tunggal putri.

Sementara tim pencak silat Indonesia mengamankan dua tiket final SEA Games Hanoi, Vietnam, melalui Puspa Arum Sari di nomor seni tunggal putri serta pasangan Riska Hermawan/Ririn Rinasih di nomor ganda putri setelah mengalahkan lawan masing-masing di Bac Tu Liem Gymnasium, Ha Noi, Selasa.

Menurut laporan Antara, Puspa melaju ke partai puncak usai mendapat nilai 9.965 pada semifinal dan mengalahkan wakil Laos Poukky Salerbubha dengan nilai 9.905.

Sebelumnya, saat tampil pada babak penyisihan, Puspa juga meraih nilai 9.950 dan mengalahkan atlet asal Malaysia Nur Syafiqah Hamzah yang mendapat nilai 9.900.

“Puspa wakil Indonesia pertama yang mengamankan tiket final. Untuk final, saya rasa tidak ada masalah karena Puspa sudah matang secara teknik dan gerakan,”kata pelatih nasional nomor seni pencak silat Eko Wahyudi, dalam keterangan tertulis, Selasa.

Baca Juga:  Sophia Latjuba Trending, Awet Muda karena Faktor Keturunan?

“Kini ia hanya saya harapkan bisa tampil maksimal dan melanjutkan tren positif ini agar saat tampil bisa menunjukkan 100 persen,” ujar Eko menambahkan.

Menurut Eko, penampilan Puspa sangat impresif. Ia juga menunjukkan peningkatan penampilan ketika dari babak perempat final hingga semifinal.

Namun ia mengingatkan Puspa perlu memperhatikan kesempurnaan gerakan di partai final nanti mengingat penilaian di nomor seni sangat subjektif.

Adapun pada final, Puspa akan bertemu dengan Filipina Mary Francine Padios Cezar di final. Mary Francine menang atas wakil tuan rumah Thi Binh Vuong.

“Jadi untuk final ini memang semua persiapan harus sempurna. tidak boleh ada kesalahan.

Dalam nomor seni ini ada 14 rangkaian, mulai dari tangan kosong, toya dan lain-lain. Jadi setiap gerakan harus sempurna hingga gerakan inti tidak boleh lepas. Ini yang menjadi catatan saya sebagai pelatih,” ujar Eko.

Wakil Indonesia lainnya yang berhasil melaju ke final adalah ganda putri Riska/Ririn yang mendapat nilai 9.915. Mereka menang atas Singapura Nur Azlyana Ismail Binte/Sharifah Shazza Samsuri Binte yang mendapat poin 9.860 pada semifinal.

Namun demikian, empat wakil Indonesia pada nomor seni harus mengakhiri perjalanan lebih dini.

Mereka adalah Asep Yuldan Sani (tunggal putra), Dede Setiadi/Haidir Agung Faletehan (ganda putra), Eny Tri Susilowati/Riana Oktavia/Riva Hijriah (regu putri) yang terhenti pada perempat final usai kalah dari lawan masing-masing.

Pun demikian pada nomor regu putra, Anggi Faisal Mubarok/Asep Yuldan Sani/Nunu Nugraha (regu putra) yang terhenti di babak empat besar usai kalah dari Filipina.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...