Profil Brigjen Pol Herry Heryawan, Salah Satu Alumni Akpol 1996 Tercepat Raih Bintang Satu
Pangkatnya dari Kombes ke Brigjen diraih Herry hanya empat tahun.
Nama Brigjen Pol Herry Heryawan belakangan mencuat terkait jaringan 303 Ferdy Sambo.
Jenderal bintang satu yang menjabat Dirsdik Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri disebut-sebut masuk dalam grafik Kaisar Sambo dan Konsorsium 303.
Namun alumni Akpol 1996 itu membantahnya dengan menunjukkan grafik Kaisar Sambo adalah hoaks.
Terlepas dari isu tersebut, Herry termasuk orang pertama yang memperoleh pangkat bintang satu setelah Brigjen Pol Jhonny Edison Isir yang sekarang menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.
Jika Isir meraih bintang satu sejak 26 Juli 2021, Herry Heryawan pada Desember 2021.
Pangkat terlama yang disandang Herry adalah dari AKBP ke Kombes dan dari Kombes ke Brigjen masing-masing lima tahun.
Sedang dari Kombes ke Brigjen hanya empat tahun.
Herry sebenarnya menjabat Dirsidik Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Isir lulusan terbaik Akpol 1996 dan mantan ajudan Presiden Jokowi.
Herry menjabat Dirsidik Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sejak 1 Mei 2020, namun pangkat bintang satunya resmi Desember 2021.
Ketika itu ia naik pangkat bersama empat pejabat di Densus 88. Kenaikan pangkat tercatat dalam telegram nomor ST/ 25 85 IXII/KEP./2021 yang diteken AsSDM Kapolri Irjen Pol Wahyu Widada.
Ada pun lima Kombes Densus 88 yang Naik Pangkat adalah
1 Kombes Herry Heryawan sebagai Direktur Sidik Densus 88
2 Kombes Simson Zet Ringu sebagai Direktur Intel Densus 88
3 Kombes Soeseno Noerhandoko sebagai Dirtindak Densus 88
4 Kombes Pol Tubagus Ami sebagai Dircegah Densus 88
5 Kombes Pol Arif Makhfudiharto sebagai Diridensos Densus 88
Dirangkum dari Wikipedia, Brigjen Pol Herry berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Dirresnarkoba Polda Metro Jaya.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Ambon seiring penugasan ayahnya sebagai anggota TNI-AD di Corps Polisi Militer di Kodam XVI/Pattimura.
Herry kemudian mendaftar menjadi calon Taruna Akademi Kepolisian di Semarang yang kemudian diselesaikan dengan baik selama 3,5 tahun tepatnya pada tahun 1996.
Herry menghabiskan masa kanak-kanaknya di Ambon.
Karakternya terbentuk baik karena didikan ayahnya yang selalu menuntut kedisiplinan maupun lingkungan dimana ia tinggal yang mayoritas berasal dari suku Ambon.
Riwayat Pendidikan:
KIBI AKPOL (1996)
Dan Pa Serse (1997)
Lan Pa Serse (1999)
KIBI PTIK (2001)
Interpol Genocide Crime di Lyon Prancis (2004)
Child Pornography Based on Computer di Hongkong (2004)
International Law Enforcement Agency di Bangkok (2005)
Computer Crime dan International Law Enforcement Agency di Rosswell, USA untuk program Post Management (2007)
Tanda Pangkat
Inspektur Polisi Dua (1996)
Inspektur Polisi Satu (2000)
Ajun Komisaris Polisi (2003)
Komisaris Polisi (2008)
Ajun Komisaris Besar Polisi (2012)
Komisaris Besar Polisi (2017)
Brigadir Jenderal Polisi (2021)
Riwayat Jabatan
PAMAPTA III POLTABES SEMARANG (01—09—1997)
KANITRESUM POLTABES SEMARANG (01—09—1998)
KANIT II OPSNAL POLTABES KEPRI TIMUR (30—09—1999)
WAKASATRESKRIM POLRES KEPRI TIMUR (24—05—2000)
KASAT I DITRESNARKOBA POLDA KEPRI (15—08—2006)
KASATRESKRIM POLTABES BARELANG (22—01—2007)
WAKAPOLRESTA TANJUNG PINANG POLDA KEPRI (IIIB) (23—01—2009)
KADEN 88 ANTI TEROR DITRESKRIM POLDA KEPRI (02—11—2009)
PAMEN POLDA KEPRI (DLM RANGKA DIK SESPIMMEN 2010)
KASUBDIT TAHBANG / RESMOB DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA (10—02—2011)
KASUBDIT JATANRAS DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA (31—05—2013)
WADIRRESKRIMUM POLDA METRO JAYA[3] (28—04—2016)
KAPOLRESTA DEPOK (25—11—2016)
ANALIS KEBIJAKAN MADYA BIDANG PENINDAKAN DENSUS 88 AT (16—11—2017)
DIRRESNARKOBA POLDA METRO JAYA (26—04—2019)
DIRSIDIK DENSUS 88 AT POLRI (01—05—2020)