Profil Effendi Simbolon, Minta Maaf Usai Sebut TNI Gerombolan
Permintaan maaf ini saya tujukan kepada prajurit yang bertugas hingga yang sudah purna.
Ini adalah profil anggota DPR RI asal PDIP, Effendi Simbolon.
Ia membuat pernyataan minta maaf karena dianggap telah mengecilkan TNI dengan menyebut gerombolon melebihi ormas.
Meski merasa tak bermaksud mengecilkan peran TNI Effendi Simbolon tetap meminta maaf.
Ia meminta maaf kepada anggota TNI dari pangkat tamtama, bintara, perwira hingga purnawirawan TNI.
“Permintaan maaf ini saya tujukan kepada prajurit yang bertugas hingga yang sudah purna. Maaf bila saya telah membuat kegaduhan,” kata Simbolon di Gedung DPR, Rabu (14/9/2022).
Sebelumnya beredar video Komandan Kodim 0623 Cilegon membuat pernyataan bernada kemarahan.
Komandan Kodim 0623 Cilegon Letkol Ari Widyo Prasetyo meminta agar Effendi Simbolon meminta maaf kepada jajaran TNI.
Selain karena menyebut TNI seperti gerombolan, Letkol Ari marah karena Effendi Simbolon menyebut hubungan Pangalima TNI Andika Perkasa dan KSAD Dudung Abdurrachman tidak harmonis.
“Saya sendiri enggak ada maksud menyatakan sebagaimana yang sekarang bergulir. Tapi sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh prajurit TNI,” kata Simbolon lagi.
Effendi Muara Sakti Simbolon lahir 1 Desember 1964.
Ia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).
Simbolon berhasil melenggang ke Senayan setelah dirinya berhasil memperoleh sebanyak 59.718 suara.
Di DPR RI sendiri, Effendi menjabat sebagai wakil ketua komisi VII yang fokus pada bidang permasalahan Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup hingga 2013.
Sejak 2019, ia merupakan anggota Komisi I DPR RI.
Effendi yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, sempat diusung sebagai bakal calon sekretaris jenderal PDIP untuk periode tahun 2010 hingga 2015.
Effendi yang lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pernah ditunjuk menjadi Ketua Alumni SMA Negeri 3 Jakarta dengan anggota sekitar 600 orang yang terdiri dari berbagai kalangan.
Salah satu alumninya adalah Aburizal Bakrie.
Pada tahun 2008, Effendi juga dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum PB Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) hingga tahun 2012 menggantikan ketua lama periode 2004-2008, Doddy Susanto.
Di Lemkari, Effendi Simbolon, dibantu Wakil Ketua I Bambang Wuryanto serta Wakil Ketua II merangkap Ketua Harian Sasongko serta 22 anggota pengurus lainnya.
Effendi juga merupakan salah satu penggagas terbentuknya Pusat Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI), sebuah perkumpulan bagi keluarga dengan marga Simbolon.
Effendi Simbolon pun kemudian diangkat untuk menjadi ketua umum.
Dia juga ikut berpartisipasi sebagai calon Gubernur pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara 2013, berpasangan dengan Jumiran Abdi.
Dalam pemilihan ini, pasangan Effendi-Jumiran meraih posisi ke-2 dengan 24,34 persen suara sementara posisi pertama diraih pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi dengan 33,00 persen suara.