Business is booming.

Nadiem Trending, Netizen Soroti Organisasi Bayangan Gaji di Atas ASN?

pendiri Gojek ini mengaku membentuk organisasi bayangan beranggota 400 orang di Kemendikbud

Tagar Nadiem trending di media sosial Twitter pada Sabtu (24/9/2022), menyusul pendiri Gojek ini mengaku membentuk organisasi bayangan beranggota 400 orang di Kemendikbud yang memiliki misi untuk menciptakan solusi tepat guna bagi pendidikan.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Nadiem yang trending hingga tercatat 2.078 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

@ShamsiAli2 menulis, “Di Kementrian pendidikan ada shadow organization (organisasi bayangan) yang nampaknya menentukan segalanya. Apa organisasi itu? And who really the people in control? Kenapa harus ada organisasi shadow.. lalu Kementrian dan jajarannya jadi apa?”

@Aza_Maulana menulis, “liat aja, bandingkan sama banyak kementrian dan badan pemerintahan funsional yang di pegang politikus, bobrok. Program tidak berkualitas, tidak tepat saran, dan sarang koruptor.”

@ruliemaulana menulis, “Si Nadiem ini sakit atau gimana sih? Kok enteng aja bilang ada 400 orang setara dirjen diluar sistem??”

@cesentiavalerie menulis, “Macem organisasi iluminati gitu ye? Atau akatsuki? Apaan lagi ini wkwk pada doyan bgt goreng isu heran. Nyari celah maksa bgt😆 Yang dimaksud 400 orang itu produk manager platform teknologi besutan Kemdikbud yang memiliki misi untuk menciptakan solusi tepat guna bagi pendidikan.”

@rahmad_anw menulis, “Asn (Aparatur Sipil Negara-red) digaji underpaid, 400 orang itu pasti diatas rata2 asn gajinya, segitu diambil kesimpulan produktivitas asn rendah 😅”

@m_nafian menulis, “400 orang itu kontrak semua, ai es en mau kah kalo dinaikin gaji setara 400 orang itu tapi status pegawai tetap dan jaminan duid pensiun nya hilang plus SK yg biasanya disekolahkan ke bank itu udh gak berlaku?”

@Darmaningtyas menulis, “Adanya organisasi bayangan di Kemdikbudristek yg personalnya sampai 400 orang itu bukti nyata kalau Mas Nadiem Makarim memang tdk berkompeten menjadi Mendikbud, tapi aneh oleh Presiden @jokowi tetep dipertahankan, padahal itu akan semakin merusak sistem yg ada, bkn memperbaikinya”

@edisubkhan menulis, “Ribet ini pak. Sejak 1970an Kemdikbud sudah merintis Pustekkom, tugasnya a.l. ya integrasi teknologi buat pendidikan. Iki yg mesti dikasih kerjaan soal aplikasi dll. Kok malah hire org luar ato model proyekan lagi. Pustekkom investasi besar, jd mubazir.”

@cesentiavalerie menulis, “Kalo menteri macem Nadiem dianggap ga kompeten, gmn menteri terdahulu ki? Udah sebaik apa pendidikan dipegang mereka? Kalian para pakar jg harus dipertanyakan kalo kritik kalian bener kok pendidikan ga maju-maju?”

@mamehebat258 menulis, “Harusnya miih anda yang berkompeten gitu ya…merasa paing berkompeten 🤣🤣🤣🤣 gampang banget mengur kinerja seorang menteri ya…”

@melisa0408 menulis, “sama sih pak kaya wkt mas nadiem bikin gojek, opang2 byk yg nentang. eh skrg malah bantu kita dr gofud, gojeknya. akhirnya bs decacorn. sama spt skrg dibilang ga kompeten. idenya dia emg disruptif. dan byk warga indonesia yg lbh suka status quo, nyinyiran, jd ga maju2”

@fakhriation menulis, “Astaga setelah dicek2 ada jg buzzer Nadiem ya, atau jg bbrp influencer yg jarang ngomongin pendidikan tiba2 speak up lol maaf curigaan:”

@muhaust menullis, “Gw jg kalo jadi nadiem bakal make shadow organisation, for greater good yang udah lama dikorbanin langkah riskan kyk gitu perlu buat lakuin revolusi. Pak Jonan juga dibenci sama internal Kemenhub dulu tpi rakyat kena enaknya kan, dibalik sisi lain ada sisi lain juga😂”

@arindraaa menulis, “Setuju, kalo mau berubah emang harus kaya gini sih.. masa jabatan menteri itu terbatas, klo mau ubah sistem dari dalam malah makan waktu.. nyatanya sudah banyak yang dilakukan pak Nadiem dibanding Menteri2 Pendidikan sebelumnya..”

@Makanituenakwoy menulis, “Nggk setuju underpaid…asn di kota gw kehidupannya mewah semua…nggk ada yang melarat”

@FaizDila04 menulis, “Mewah karena punya sampingan kali, gaji gol 3A S1 2,7 juta sampe 3 juta ajaa, tunjangan belum tentu ada”

@MuhammadBintono menulis, “PNS itu gaji saja sdh diatas dikit UMP, belum lagi tunjangan sana sini, refund hotel saja bisa bawa sanak famili nginep gratis di hotel”

@PelawiSamuel menulis, “Underpaid? Pns mungkin ketawa bacanya”

@iamwiweko menulis, “Underpaid? Asn rata2 rate perjam tinggi lho. Jam kerja 8 jam. Dipake kerja beneran 2 jam. Sisanya ngopi, ngobrol, browsing, pura2 sibuk. Gaji sebulan cuman buat bayar kerja 2 jam per hari.”

@txtdarikokonat menulis, “Gw sempet berdebat di kelas Budaya Korporat sama dosen gara-gara budaya kerja ASN. Gw lagi turun lapangan, ketemu orang kelurahan hari kerja, jam 11 dah balik. Kalau Jumat? Berangkat jam 8 balik jam 9. Terus dosen gw cuma bilang “Ah, itu cuma disana aja, jangan generalisir” WTF😒”

@curedblossom menulis, “Kalau ASN dari awal dibayarnya rate per jam, yakin sih outputnya akan lebih baik. Masalahnya gaji pokok jauh di bawah UMR, bagi tuh per jam kerja sesuai aturan, layak? Belum lagi overtime ga dibayar. Jadi mau ngarep apa dari perbudakan ini? 😌”

@IwanSetiawan74 menulis, “Yg lebih merisaukan, SDM bangsa terbaik direkrut lalu dimasukan ke budaya seperti itu, shg secara sistematis menghancurkan potensi mereka.”

@biljbh menulis, “wkwk ya kalo menurut mu asn aja udh oke, apalagi si shadow shadow itu.. ada proyek 50 milyar, asn dapet percikan 50jt, wuuiihh udah seneng bgt, padahl bos2 nya dapet 2 milyar wkwkwkwk kira2 gitu.

@FaisalRasyidZ menulis, “Lebih baik hari ini, kedepan begitu nadiem turun apa masih bisa berjalan? Karena yang dia bikin hanya super team, bukan super system. Sama kyk jakarta yg dikerjakan superman ahok, begitu udah ya udahan”

Nadiem Bentuk Organisasi Bayangan Beranggota 400 Orang di Kemendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkap salah satu strateginya dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia dengan membawa tim sendiri dari luar untuk membantu di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Bahkan, ia secara terus terang mengaku, memiliki organisasi bayangan yang membantunya bekerja.

Baca Juga:  Arab Saudi Merencanakan Bangunan Pencakar Langit Setinggi 500 Meter, Biayanya Rp 725 Triliun

“Kami sekarang memiliki 400 orang product manager, software engineer, dan data scientist yang bekerja sebagai shadow organization (organisasi bayangan) dan melekat untuk Kementerian,” kata Nadiem dalam video yang viral diunggah akun Twitter @ShamsiAli2 dikutip Republika di Jakarta, Sabtu (24/9/2022).

Bahkan, Nadiem secara berterus terang menyebutkan, anggota tim yang dibawanya memiliki posisi setara dengan eselon satu di Kemendikbudristek. Dia juga menegaskan, jika ratusan orang itu bukan penyedia jasa, seperti vendor untuk Kemendikbudristek.

“Tim yang beranggotakan 400 orang bukanlah vendor untuk Kementerian setiap product manager dan ketua tim posisinya hampir setara dengan direktur jenderal yang beberapa di antaranya hadir di sini,” kata pendiri Gojek yang sedang berbicara di sebuah forum di New York, Amerika Serikat tersebut.

Meski begitu, Nadiem menegaskan, jika tim bayangan yang dibawanya adalah tempat berdiskui bagi pejabat Kemendikbud. Dia juga menekankan, kehadiran tim dari luar itu untuk membentuk paradigma baru di bidang pendidikan.

“Mereka diposisikan sebagai rekan bertukar pikir dalam mendesain produk kami. Jadi Kementerian akan menyampaikan arahan kepada mereka dan tim produk akan mengatakan. ‘Sebentar kami akan cek dulu ke para guru dan melakukan survei untuk memvalidasi yang kami kerjakan’. Kami merancang paradigma baru terkait desain yang berpusat pada pengguna,” kata Nadiem.

Sementara itu, Imam Shamsi Ali yang mengunggah video hingga viral mempertanyakan keputusan Nadiem membawa banyak orang ke Kemendikbud. Dia malah mempertanyakan mengapa Nadiem tidak mendayagunakan pegawai asli Kemendikbudristek.

“Di Kementerian Pendidikan ada shadow organization (organisasi bayangan) yang nampaknya menentukan segalanya. Apa organisasi itu? And who really the people in control? Kenapa harus ada organisasi shadow. Lalu Kementerian dan jajarannya jadi apa?” kata Imam Masjid New York tersebut.

 

Baca Juga:  Jokowi Soroti Rangking Korupsi Urutan 102, Netizen Soroti Harun Masiku
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...