Business is booming.

29 Saksi Diperiksa Kasus Tragedi Kanjuruhan, Pemeriksaan Panpel Dilanjutkan Hari Ini

Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur juga telah memeriksa enam CCTV di pintu 3,9.10.11.12 dan 13.

Kasus pengusutan tragedi Kanjuruhan terus berlanjut.  Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut telah memeriksa 29 orang saksi.

Polisi yang terdiri dari gabungan penyidik Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur juga telah memeriksa enam CCTV di pintu 3,9.10.11.12 dan 13.

Mereka juga memeriksa pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) yang bahkan pemeriksaannya akan dilanjutkan Rabu (5/10/2022) hari ini.

Seperti diketahui tragedi kerusuhan suporter telah mengejutkan dunia dengan jumlah kematian yang mencapai 125 orang.

Media-media asing pun turun langsung melaporkan kondisi terkini Stadion Kanjuruhan, pasca tragedi kerusuhan.

Salah satunya dilaporkan Jessica Washington, reporter Aljazeera.

Jumlah itu sangat besar bahkan termasuk nomor 2 di dunia setelah kasus serupa di Peru.

Dunia ikut mengheningkan cipta atas tragedi tersebut, presiden membentuk tim pencari fakta, dan pertandingan Liga I terpaksa dihentikan sementara guna pengusutan lebih lanjut.

Pemerintah tak ingin kasus serupa terulang kembali.

“Kami masih mengumpulkan beberapa alat bukti, seperti petunjuk, surat, dan keterangan saksi. Selanjutnya, nanti pada saatnya akan menetapkan tersangka,” kata Dedi Prasetyo kepada wartawan di Malang.

Untuk Propam dan Itsus, kata Dedi, telah melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap 29 anggota Polri.

“Dari jumlah tersebut, di antaranya sembilan sudah dinonaktifkan. Ini masih terus didalami terkait dengan masalah kode etik dalam pelaksanaan tugas pengamanan di Stadion Kanjuruhan,” ujar dia.

Baca Juga:  Daftar 14 Pati Dimutasi Jadi Staf Sus Kasad, Akmil 1990 hingga 2000

Ia menuturkan bahwa penyidik Badan Reserse Kriminal Polri dan Polda Jawa Timur memeriksa sebanyak 29 orang saksi terkait dengan tragedi Kanjuruhan.

“Saat ini penyidik sudah memeriksa saksi sebanyak 29 orang. Dengan perincian, 23 anggota Polri yang langsung bertugas saat pertandingan di Stadion Kanjuruhan, dan enam orang saksi, salah satunya kemarin dari panitia penyelenggara,” ujarnya.

Tim Laboratorium Forensik Polri memeriksa CCTV di enam titik Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terkait dengan tragedi yang mengakibatkan ratusan pendukung Arema FC meninggal dunia.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Kabupaten Malang, Selasa, menyebutkan CCTV di enam titik tersebut adalah di pintu 3, 9, 10, 11,12, dan 13.

“Kenapa di enam titik ini? Karena dari hasil analisis sementara, di sinilah titik jatuhnya korban yang cukup banyak,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Dedi Prasetyo, perlu ketelitian dan kehati-hatian juga dari labfor agar  bisa menjadi alat bukti sebelum penyidik menetapkan tersangka terhadap seseorang.

Inafis bekerja sama dengan labfor masih melakukan identifikasi terkait dengan mengatur masalah di TKP, baik di dalam maupun di luar.

“Ini akan didalami untuk nantinya menjadi bagian dari analisis dan pemeriksaan, yang perlu didalami oleh tim penyidik baik dari Bareskrim maupun Polda Jatim,” kata Irjen Pol. Dedi .

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...