Business is booming.

Profil Ustaz Das’ad Latief, Mubaligh yang Beri Semangat kepada Polisi karena Punya Nikmat Sosial

Keren ini semoga semua anggota Polri bisa amanah

Tagar Polisi trending di media sosial X (Twitter) pada Sabtu (6/1/2024), menyusul netizen dibikin takjub oleh ceramah Ustaz Das’ad Latief, pada sebuah video singkat yang mendukung tugas-tugas aparat Kepolisian.

“Bapak semua orang kaya, ada nikmat yang bapak miliki, yang kami masyarakat sipil tidak miliki. Apa? Nikmat sosial namanya,” kata Ustaz Das’ad Latief pada penggalan ceramanya.

Ustaz Das’ad Latief melanjutkan, dengan seragam coklatmu maka polisi harus bersyukur. “Jangan kau hina baju seragam coklatmu dengan minta-minta uang di jalan. Nda selevel itu,” kata ustaz kondang itu.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar Polisi yang trending hingga tercatat 25.3K ciutan yang mereka sampaikan. Sejumlah netizen berharap ceramah Ustaz Das’ad Latief bisa menggugah hati nurani aparat Kepolisian untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi.

“Kalau 70 % aja korps ngelaksanain yang dibilang ustadz das’ad bagus kondisi indonesia,” tulis pemilik akun Twitter @BukhariSutrisno, menanggapi taggar polisi yang trending.

pemilik akun Twitter @Dejavuu33 menulis, “Keren ini semoga semua anggota Polri bisa amanah”

@andri_parcox menulis, “Duh nangisss ogut lihatnya.. klo iyaa dipraktekin tapinya wkwkwkw”

@bprakosha menulis, “Masalahnya mau masuk polisi jual sawah dulu om 🤣🤣”

@wanpissz menulis, “Khususnya pak kapolri”

@sri_darmo menulis, “Haa buat ibu2 polwan jg nih🥰”

@jakayana_n menulis, “Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri 😱”

@doakanyak menulis, “Bakalan beda isi ceramahnya kl bayaran penceramah disamain sama gaji polisi hehehehe……🤣”

@helmipardede menulis, “harapan terbaik.”

@abdrcao menulis, “Kerenlah”

Profil Ustaz Das’ad Latief

Ustaz Dr. H. Das’ad Latief S.Sos., S. Ag., M.Si., Ph.D adalah seorang mubaligh yang aktif berdakwah dari satu mimbar ke mimbar yang lain, dan dari satu televisi hingga ke media sosial.

Baca Juga:  Pak Anies Trending, Cetak Sejarah Diangkat Jadi Anggota Dewan Universitas Oxford

Dakwahnya sangat menggugah dan membuat para pendengarnya mampu meresapi pesan-pesan Islam dengan damai.

Selain aktif memberikan tausiyah kepada umat muslim, Ustaz Das’ad Latief adalah seorang dosen dan peneliti di Universitas Hasanudin dengan spesifikasi keilmuan Public Relations.

Lahir di Makassar pada 21 Desember 1973, Ustaz Das’ad Latief menyelesaikan seluruh kesarjanaannya di bidang Ilmu Komunikasi.
Pendidikan strata 1 Ustaz Das’ad ditempuh di dua tempat sekaligus, yaitu Universitas Islam Negri (UIN) Alaudin pada bidang Peradilan Islam dan di Universitas Hasanudin pada bidang Ilmu Komunikasi.

Pendidikan magister Ustaz Das’ad diselesaikan di Universitas yang sama dalam bidang komunikasi.

Keseriusannya dalam menuntut ilmu dibuktikannya dengan gelar P.hD dari Universitas Kebangsaan Malasyia dalam bidang Ilmu Komunikasi sekaligus gelar Doktor ke dua kalinya di Universitas Islam Makasar dalam bidang Ilmu Syariah.

Cara dakwahnya yang ringan dan santai membuat Ustaz Das’ad Latif dikenal publik.

Mengisi pengajian keagamaan di berbagai televisi nasional seperti TVOne, SCTV, dan berbagai Televisi lokal seperti TVRI Makassar dan radio di Makassar.

Ustaz Das’ad juga aktif berceramah secara offline di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Pembina Majlis Taklim ibu-ibu IWABA, serta menjadi pembimbing untuk ibadah haji dan umrah.

Ustaz Das’ad Latief juga aktif mengajar di berbagai kampus seperti STIKOM FAJAR Makassar. STIE AMKOP Makassar, Universitas Islam Makassar, STIM NITRO Fajar Makassar, Universitas Indonesia Timur Makassar dalam bidang ilmu komunikasi serta menjadi CEO PT. Gelora Indah Perdana, Biro Perjalanan Haji plus Umroh.

Selain ceramah, Ustaz Das’ad juga aktif menulis dan telah menghasilkan beberapa karya berjudul, seperti:

1. Pilkad; Nikmat atau Bencana? Pemikiran Politik seorang Da’i

2. Islam yang Diperdebatkan “Membahas Masalah Khilafiah dalam Islam Perspektif Ilmiah

3. Dari Hati ke Hati

Baca Juga:  Polres Jaksel Trending Usai Pulangkan Sopir Mobil Fortuner dengan Alasan Kooperatif

(Sumber: Cariustadz.id)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...