Business is booming.

Profil Prof Dr Budi Santoso, Dicopot Sebagai Dekan FK Unair karena Tolak Kebijakan Dokter Asing

Saat ditanya apakah hal itu berkaitan dengan statement dirinya menolak program dokter asing di Indonesia, Budi Santoso membenarkan hal itu.

Ini adalah Profil Prof Dr Budi Santoso, Dekan Fakultas Kedokteran Unair 2020-2025.

Ia diberhentikan sebagai Dekan Fakultas FK Unair karena kebijakan pemerintah pusat untuk mendatangkan dokter asing.

Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) yang akrab disapa Prof.BUS termasuk yang menolak kebijakan itu.

Prof BUS dicopot jabatannya sebagai Dekan FK UNAIR per tanggal 3 Juli 2024.

Pihak Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan penjelasan terkait alasan pemberhentian Prof BUS dari jabatan dekan fakultas kedokteran.   

Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair Martha Kurnia Kusumawardani dalam keterangan tertulis di Surabaya, Kamis membenarkan beredarnya pemberitaan tentang pemberhentian Dekan FK Unair di beberapa media sosial.  

“Alasan atau pertimbangan pimpinan Universitas Airlangga terkait pemberhentian ini adalah merupakan kebijakan internal untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik guna penguatan kelembagaan khususnya di lingkungan FK Unair,” katanya seperti dilansir Antara. 

Unair, kata dia, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG.(K) atas pengabdiannya selama menjadi dekan.

“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. dr. Budi Santoso Sp.OG.(K) atas semua pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut,” katanya.  

Martha berharap Unair khususnya FK Unair terus menjadi fakultas kedokteran yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara Indonesia.

Kabar tersebut berawal dari pernyataan Prof. Budi Santoso yang beredar di WhatsApp Group (WAG) Dosen FK Unair pada Rabu (3/7/2024).  

Dalam pernyataannya, Budi Santoso berpamitan kepada sekitar 300an member di grup tersebut, usai menerima keputusan Rektorat Unair yang memberhentikan dirinya dari jabatan Dekan FK Unair.

Baca Juga:  Asal Mula Nama Whoosh, Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Sejarah Pendiriannya

“Per hari ini saya diberhentikan sebagai Dekan FK Unair. Saya menerima dengan lapang dada dan ikhlas. Mohon maaf selama saya memimpin FK Unair ada salah dan khilaf, mari terus kita perjuangkan FK Unair tercinta untuk terus maju dan berkembang,” demikian petikan pernyataan Budi Santoso dalam WAG tersebut.

Saat dikonfirmasi, Budi Santoso membenarkan pernyataannya itu sebagai bentuk kewajiban dirinya untuk berpamitan dengan para dosen maupun senior.

“Benar, itu pesan dari saya di grup dosen FK Uniar. Benar saya diberhentikan per hari ini,” katanya.

Saat ditanya apakah hal itu berkaitan dengan statement dirinya menolak program dokter asing di Indonesia, Budi Santoso membenarkan hal itu.

“Iya. Proses saya untuk dipanggil berkaitan dengan itu,” ujarnya.  

Ia beranggapan, terjadi perbedaan pendapat antara pimpinan Unair dengan dirinya terkait program Kemenkes untuk mendatangkan dokter asing.

“Karena rektor pimpinan saya dan saya ada perbedaan pendapat, dan saya dinyatakan berbeda ya keputusan beliau ya diterima. Tapi, kalau saya menyuarakan hati nurani, saya pikir kalau semua dokter ditanya, apa rela ada dokter asing? Saya yakin jawabannya tidak,” katanya.

Menurut Budi Santoso, dirinya dipanggil oleh Rektorat Unair pada Senin (1/7) untuk mengklarifikasi pernyataan Budi menolak program dokter asing di Indonesia. Sedangkan, keputusan pemberhentian ia terima hari ini.

Budi Santoso dalam pernyataan pribadinya kepada wartawan, di Jawa Timur, Kamis (27/6), mengatakan tidak setuju dengan program dokter asing di Indonesia.

“Secara pribadi dan institusi, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju,” katanya.

Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K) merupakan seorang Dekan  Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR).

 Beliau juga dikenal sebagai dokter spesialis ahli dalam bidang Ginekologi dan Onkologi.

Baca Juga:  Ucapan Bela Sungkawa dan Jejak Karier Neta S Pane, Meninggal karena Covid-19

Tak hanya berprofesi sebagai dekan, pria kelahiran Banyuwangi yang akrab disapa Prof. Bus ini juga seorang staf medis di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Soetomo. 

Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai sekretaris II di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya. 

Diketahui, Prof. Bus sendiri berhasil menjadi author dalam 9 judul buku yang berbeda, salah satunya adalah Bayi Tabung: Jalan Terakhir Pejuang Dua Garis yang terpublish pada 2020. 

Sementara, bukunya yang paling laris dan terbit hingga Volume 2 berjudul Panduan Kesehatan Reproduksi wanita.

Profil Prof Dr Budi Santoso 

Prof Dr Budi Santoso dr Sp. OG (IK) dekan Fakultas Kedokteran Airlangga periode 2020-2025.

Pendidikan 

S1 Uniar 1989

S2 Uniar 1998

S3 Unair 2009

Riwayat Jabatan 

Staf Medis Departemen Obstetri & Ginekologi  RSUP Dr Soetomo (1994-sekarang)

Sekretaris IDI Surabata (2011-2014)

Koordinator Program Studi (Magister Ilmu Kesehatan Reproduksi FK Unair (2011-2015)

Kepala Unit Penelitian dan Pengadian Masyarakat FK Unair (2012-2015)

Wakil Dekan Bidang Keuangan &Sumber Daya FK Unair 2015-2020

Dekan FK Unair (2020-2025)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...