Business is booming.

DPR Minta Maaf Trending, Begini Cerita dan Komentar Netizen

Selain minta maaf DPR juga menyatakan akan menghentikan tunjangan perumahan anggota dewan.

DPR minta maaf trending. Sebenarnya frasa itu sudah terjadi beberapa hari lalu.

Tapi kali ini dianggap penting karena permintaan maaf tersebut dilakukan di hadapan mahasiswa.

Persisnya diwakili Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Selain minta maaf DPR juga menyatakan akan menghentikan tunjangan perumahan anggota dewan.

Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa momen ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi sekaligus langkah awal reformasi lembaga parlemen ke depan agar lebih mampu mewakili aspirasi rakyat.

“Permintaan maaf tidak cukup tanpa adanya evaluasi dan perbaikan menyeluruh,” ujar Dasco saat pertemuan Pimpinan DPR dengan perwakilan mahasiswa di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Tanggapan Netizen

“DPR RI resmi menghentikan tunjangan perumahan anggota dewan. langkah ini diambil sebagai respons atas kritik publik. tapi perjuangan belum selesai. transparansi dan akuntabilitas harus jadi standar baru. #DariRakyatUntukRakyat. DPR Minta Maaf,” tulis @420_detik

“#DariRakyatUntukRakyat. DPR Minta Maaf serta tunjangan dihapus, jangan kasih kendor guys!,” @Akuuajaa456

“Rakyat terlalu lama menunggu #DariRakyatUntukRakyat akhirnya DPR Minta Maaf di hadapan mahasiswa,” @Pratamarif2

“Pimpinan DPR menegaskan bahwa kritik masyarakat merupakan masukan berharga yang akan menjadi bahan evaluasi serius. #DariRakyatUntukRakyat. DPR Minta Maaf,” @TrinityWorman36

“Momentum penting! DPR Minta Maaf atas kekeliruan dan janji perbaikan menyeluruh. Rakyat akan terus mengawal agar reformasi bukan sekadar kata-kata.  #DariRakyatUntukRakyat,” @SafiraPn

Baca Juga:  Petisi Boikot Nikita Mirzani Tukang Bikin Keributan Antre Tanda Tangan

“Permintaan maaf itu penting, tapi aksi nyata jauh lebih dibutuhkan rakyat.

#DariRakyatUntukRakyat. DPR Minta Maaf,” @launa82017

“DPR ri menyampaikan permintaan maaf. tunjangan perumahan resmi dihentikan. tapi ini bukan soal janji, ini soal bukti. rakyat sudah bicara, sekarang giliran DPR untuk bekerja,” @01sanindia

“Ayok kawal terus agar dpr bia mengevaluasi dan berpihak kepada rakyat. #DariRakyatUntukRakyat. DPR Minta Maaf nih tapi minta maaf tanpa berbenah ya percuma,” @berkendarya

“Maaf boleh datang, tapi tanggung jawab tidak boleh hilang. Rakyat menunggu hasil kerja, bukan alasan,” @KeyraSauqina .

“Pimpinan DPR dihadapan mahasiswa memohon maaf atas kekeliruan & kekurangan sbg wakil rakyat,” @pinkeukty

“Kritik, desakan, dan suara mahasiswa akhirnya membuahkan hasil. Tinggal lihat apakah DPR benar-benar serius memperbaiki diri,” @kuwacay

Komentar Minta Maaf

Sebelumnya sejumlah politikus di DPR melontarkan komentar sebagai bentuk respons terhadap demonstrasi berkepanjangan. Demonstrasi yang dipicu oleh kesenjangan pendapatan, antara tingginya tunjangan para politikus Senayan selain gaji, dibandingkan dengan pendapatan atau upah minimum masyarakat pekerja.

Ketua DPR RI Puan Maharani sendiri telah langsung menyampaikan permohonan maaf menyikapi demonstrasi yang terjadi beberapa hari belakangan. Dia mengatakan DPR RI akan mengevaluasi diri dan berbenah dalam hal kinerja.

Politikus PDI Perjuangan itu juga memastikan akan mendengar aspirasi masyarakat dan meminta para anggota DPR untuk tidak berbicara yang pada akhirnya malah menyakiti hati publik.

Anggota DPR yang juga merupakan Sekretaris Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni juga telah buka suara merespons demonstrasi yang berkepanjangan saat ini.

Ia mendukung total evaluasi tunjangan yang diterima para anggota DPR dan berjanji tunjangan yang ia peroleh diberikan ke masyarakat.

Sahroni juga memastikan segala tunjangan hingga gaji yang diterima akan diberikan kepada masyarakat jika nantinya dievaluasi. Ia juga berharap para anggota DPR lain berlaku demikian.

Baca Juga:  Profil PM Nepal KP Oli, Mundur karena Demo Besar Rakyatnya

Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan juga menyatakan fraksinya siap mendukung langkah evaluasi terhadap tunjangan maupun fasilitas yang melekat pada anggota dewan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...