Business is booming.

Profil Pakubuwana XIII, Ini Perannya Selama Bertahta Sejak 10 September 2004

Sri Susuhunan  Pakubuwana XIII (PB XIII) tutup usia pada Minggu (2/11/2025) pagi dalam usia 77 tahun karena sakit

Kabar duka datang dari Solo. Sri Susuhunan  Pakubuwana XIII (PB XIII) tutup usia pada Minggu (2/11/2025) pagi.

PB XIII meninggal dunia dalam usia 77 tahun (Kelahiran 28 Juni 1948) karena sakit.

Ia sudah lama dirawat di RS Indriato Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah karena sakit komplikasi.

Selanjutnya direncanakan, pemakaman PB XIII akan dilakukan Selasa (4/11/2025).

Ia akan dimakamkan di Kompleks Makam Imogiri Bantul, Yogyakarta.

Sri Susuhunan  Pakubuwana XIII memiliki nama asli GRM Suryadi. Ia putra tertua Sri usuhunan  Pakubuwana XII.

Ini Peran PB XIII Selama Bertahta

Dilansir dari Wikipedia, sejak dinobatkan menjadi raja Kasunanan Surakarta pada 10 September 2004, Susuhunan Pakubuwana XIII telah berperan dan terlibat dalam berbagai peristiwa penting.

Khususnya mengenai posisinya sebagai kepala keluarga keraton dan yang dipertuan pemangku takhta adat, yang merupakan simbol dan pemimpin informal kebudayaan Jawa khususnya budaya Jawa gagrag (gaya) Surakarta.

Sebagai raja Kasunanan Surakarta yang secara tradisional dianggap sebagai figur pelindung kebudayaan Jawa.

Pada tahun 2014 Susuhunan Pakubuwana XIII bersama Sultan Hamengkubuwana X dari Kesultanan Yogyakarta dan perwakilan dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon turut menghadiri kirab dan sarasehan kebudayaan dalam rangka hari jadi Kabupaten Batang.

Pada peringatan Hari Wayang Nasional dan Dunia di Institut Seni Indonesia Surakarta tahun 2018, Susuhunan Pakubuwana XIII bersama KPA. Begug Purnomosidi (mantan bupati Wonogiri) turut menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai pemrakarsa pergelaran wayang kulit dengan kelir terpanjang di dunia.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Mutasi dan Promosi 76 Pati TNI 31 Oktober 2024

Di tahun 2018, Susuhunan Pakubuwana XIII selaku pemimpin tertinggi keluarga besar Keraton Surakarta memberikan kekancingan dan surat silsilah kepada keluarga keturunan Mr. RAA. M. Sis Cakraningrat dan GKR. Pembayun (putri tunggal Susuhunan Pakubuwana X dengan permaisurinya, GKR. Hemas) yang menjadi bukti pengesahan bahwa mereka adalah pemilik sah dari tanah seluas beberapa hektar di Temon, Kulon Progo yang akan dipergunakan untuk bangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, yang kepemilikannya sempat diklaim oleh orang lain.

Susuhunan Pakubuwana XIII aktif memimpin langsung pelaksanaan upacara-upacara adat dan menghadiri peresmian perkumpulan abdi dalem di berbagai daerah.

Selain itu, Pakubuwana XIII bersama para kerabat Keraton Surakarta juga terus menjaga hubungan baik dengan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah, Kota Surakarta, serta daerah-daerah lain.

Seperti yang pernah dilakukan kepada beberapa wali kota Surakarta sebelumnya, pada 20 September 2021 Pakubuwana XIII secara langsung memberikan gelar kebangsawanan kepada Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.

Pada bulan Oktober-November 2021, Pakubuwana XIII dan Keraton Surakarta turut membantu program vaksinasi pencegahan Covid-19 di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan dengan memberikan 20.000 dosis vaksin gratis untuk warga.

Dalam hubungannya dengan pemimpin dan kerabat Kadipaten Mangkunegaran, pada 12 Maret 2022 Susuhunan Pakubuwana XIII bersama Sultan Hamengkubuwana X dan Adipati Pakualam X secara resmi menghadiri upacara pengukuhan Adipati Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran Surakarta.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...