Profil Pelatih Widodo Cahyono Putro, Tinggalkan Deltras FC Demi Garudayaksa FC
Pada 26 Maret 2026, WCP secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Garudayaksa FC melalui unggahan media sosial klub tersebut.
Pelatih Widodo Cahyono Putro (WCP) resmi meninggalkan Deltras FC untuk bergabung dengan klub baru, Garudayaksa FC.
Pada 26 Maret 2026, WCP secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Garudayaksa FC melalui unggahan media sosial klub tersebut.
“Spotted our new head coach @widodocp7 on the training ground,” tulis akun nstagram @garudayaksafc.official
Pihak manajemen Deltras FC, melalui CEO Amir Burhannudin, telah memberikan izin meskipun kompetisi Championship 2025/2026 masih menyisakan beberapa pertandingan.
WCP tidak pindah sendirian; ia juga mengajak asisten pelatih Agam Haris Pambudi untuk bergabung ke klub barunya.
Garudayaksa merupakan sebuah akademi sepakbola yang didirikan oleh Prabowo Subianto yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Akademi itu diresmikan pada pertengahan Desember 2023.
Pada Kongres PSSI 2025, Garudayaksa FC diresmikan sebagai klub baru setelah mengakuisisi klub asal Cimahi yaitu PSKC Cimahi.
Mereka sedang mengikuti kompetisi Liga 2 Musim 2025–2026 dan berpotensi lolos ke Liga 1.
Selain faktor kepemilikan, Garudayaksa FC juga memiliki materi pemain yang tergolong mewah untuk ukuran Liga 2.
Tim yang ditangani pelatih Khamid Mulyono ini diperkuat sejumlah nama berpengalaman, baik di level tim nasional maupun Liga 1.
Di antaranya terdapat Andik Vermansyah, eks pemain timnas Indonesia periode 2012–2019. Lini tengah diperkuat Asep Berlian yang musim lalu membela Dewa United.
Garudayaksa juga mengandalkan Everton Nascimento, mantan penyerang Bali United. Ada pula gelandang asal Korea Selatan, Ryu Seung-woo, yang pernah menjadi rekan setim Son Heung-min saat memperkuat Bayer Leverkusen di Bundesliga Jerman musim 2014.
Profil Widodo Cahyono Putro
Widodo Cahyono Putro (lahir 8 November 1970) adalah mantan pemain sepak bola Indonesia,
Ia merupakan seorang atlet sepak bola berdarah Jawa Banyumasan tepatnya Dusun Mergo, Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Widodo C. Putro dikenal karena mencetak gol dengan tendangan salto dalam pertandingan melawan Kuwait di Piala Asia 1996.
Ia merupakan salah satu pemain sepak bola Indonesia terbaik sepanjang masa.
Widodo mengawali sebagai pemain profesional di klub Galatama, Warna Agung (1990–1994).
Bakatnya ditemukan oleh Endang Witarsa.
Setelah itu ia pindah ke Petrokimia Putra Gresik, hingga 1998.
Di Klub inilah penampilan Widodo semakin meningkat dan ia menjadi bagian dari Tim nasional sepak bola Indonesia.
Tendangan saltonya saat melawan Kuwait dinobatkan sebagai gol terbaik Piala Asia AFC 1996.
Ia bergabung dengan Persija Jakarta hingga 2002.
Setelah dari Persija Jakarta ia kembali ke Petrokimia Putra Gresik hingga gantung sepatu dan menjadi seorang pelatih di klub tersebut.
Sebagai Pelatih, ia mengawali karier di klub lamanya Petrokimia Putra Gresik (2004), kemudian dua musim menjadi asisten pelatih di Persijap Jepara.
Pada tahun 2006 itu juga hingga 2008 ia dipercaya BTN untuk menjadi asisten pelatih Tim nasional sepak bola Indonesia Pra Olimpiade, SEA Games dan Kualifikasi Piala Asia.
Pada 2009 ia dipercaya membesut tim Persela Lamongan menggantikan M. Basri.
Musim 2009-2010 putaran kedua posisinya digantikan oleh Djoko Susilo.
Ia kembali dipercaya BTN untuk mendampingi Alfred Riedl bersama dengan Wolfgang Pikal dan Edi Harto di Piala Suzuki AFF 2010.
Pada tanggal 10 Mei 2017, Widodo resmi menjadi pelatih Bali United F.C. menggantikan Eko Purjianto yang sebelumnya menjabat pelatih interim.
Pada Liga 1 Indonesia 2024/25 Widodo ditunjuk sebagai pelatih Madura United FC dengan durasi kontrak satu musim.
Namun pada pekan ke-4 Liga 1 Widodo resmi mengundurkan diri setelah mengalami hasil yang tidak maksimal dengan catatan tiga kali kalah dan satu hasil imbang dari total empat pertandingan
Widodo Cahyono Putro resmi melatih Deltras FC (Sidoarjo) pada Juli 2023 untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2023/2024.
Ia ditunjuk kembali untuk periode berikutnya, dengan kabar terbarunya sempat menangani tim ini pada Liga 2 musim 2025/2026 sebelum dikabarkan dilepas ke klub lain pada Maret 2026.