Business is booming.

Profil Lengkap Guruh Soekarnoputra, Wafat Usia 73 Tahun Karena Sakit

seniman dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat  Terlama (30 Tahun) selama total 6 periode (1992–1997 dan 1999–2024).

Seniman dan politikus senior PDIP, Guruh Soekarnoputra, meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun.

Ia meninggal dunia setelah sempat sakit dan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang drastis. Namun, pihak keluarga memilih untuk tidak membeberkan secara detail nama atau jenis penyakit spesifik yang dideritanya demi menjaga privasi.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, putra bungsu Presiden Soekarno ini sempat dirawat di RS Medistra Jakarta selama sekitar empat minggu.

Kondisinya sempat membaik, namun kemudian kembali memburuk hingga dipindahkan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Dua hari sebelum wafat, keponakannya, Didi Mahardika, sempat mengonfirmasi bahwa Guruh berada dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri di bawah pengawasan ketat tim medis.

Kondisi kesehatannya ini bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto agar tim dokter memberikan penanganan terbaik.

Guruh Soekarnoputra adalah putra bungsu dari pasangan presiden Soekarno dan Fatmawati.

Mereka adalah Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Dari lima bersaudara yang sudah tutup usia selain guruh adalah Rachmawati Soekarnoputri.

Almarhumah tutup usia pada 3 Juli 2021 pukul 06.15 WIB, pada usia 70 tahun.

Mohammad Guruh Irianto Soekarno Putra (13 Januari 1953 – 26 September 2026) adalah seniman dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat  Terlama (30 Tahun) selama total 6 periode (1992–1997 dan 1999–2024).

Baca Juga:  Profil Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, Akpol 2000, Promosi Brigjen Pol

Sejak kecil, Guruh telah terlatih sebagai penari yang terampil di samping mengasah bakatnya di dunia musik, Ia mendirikan grup kesenian Indonesia yang bernama GSP Production (Gencar Semarak Perkasa) dan juga sebelumnya Swara Mahardhika.

Selain itu ia juga pernah mendirikan grup musik Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.

Guruh Soekarno Putra menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati yang berasal dari Uzbekistan tanggal 20 September 2002 dan bercerai pada tahun 2009

Sebagai bagian dari keluarga besar Bung Karno, Guruh Soekarno Putra juga aktif dalam dunia politik Indonesia dan tercatat sebagai anggota DPR dari PDIP.

Pada tahun 2023, lagu ciptaannya “Kala Sang Surya Tenggelam” kembali populer setelah diunggulkan di serial Gadis Kretek.

Guruh Soekarnoputra menorehkan segudang prestasi gemilang yang didominasi oleh kontribusinya di dunia seni, budaya, serta pengabdian politiknya selama puluhan tahun

Tahun 1991 raih Chevalier de L’Ordre des Arts et des Lettres, Penghargaan ksatria seni sangat bergengsi dari Pemerintah Prancis atas jasanya yang luar biasa dalam mempromosikan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya.

Meraih penghargaan untuk kategori Penata Musik Terbaik lewat film Ali Topan Anak Jalanan (1978). Ia juga dinominasikan pada kategori yang sama untuk film Gita Cinta dari SMA (1979) dan Puspa Indah Taman Hati (1980).

Ia pernah raih Lifetime Achievement Award – Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards (2010).

Yakni Penghargaan tertinggi atas dedikasi dan pengabdian seumur hidupnya terhadap perkembangan industri musik Indonesia.

Melalui kelompok Swara Maharddhika yang didirikannya pada 1977, Guruh berhasil mengemas tari-tarian tradisional Indonesia ke dalam panggung pop modern yang megah, kolosal, dan disukai anak muda zaman itu.

Baca Juga:  Profil Letkol Inf Jon Young Saragi, Akmil 2004, Promosi Kapendam IV/Diponegoro

Ia sukses menggelar berbagai pagelaran kolosal mandiri yang legendaris, seperti Untukmu Indonesiaku (1980), Cinta Indonesia (1984), dan Jakartaku Jakartamu (1987).

Ia mencatat sebagai Rekor Legislator Terlama (30 Tahun Pengabdian) selama total 6 periode (1992–1997 dan 1999–2024). Pengabdiannya selama tiga dekade ini menjadikannya salah satu politikus senior dengan masa bakti terlama di Senayan.

Riwayat Pendidikan

SD dan SMP Perguruan Cikini, Jakarta

SMA Negeri 25 Jakarta (Lulus 1970)

Sempat menempuh studi di Jurusan Arkeologi, University of Amsterdam, Belanda (1971–1974) namun tidak selesai.

S1 Ilmu Administrasi Negara di STIAMI (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia), meraih gelar Sarjana Administrasi Publik (2005–2008).

S2 Magister Manajemen Konsentrasi MSDM (2010).

S2 Magister Sains Program Studi Ilmu Administrasi Publik (2012).

Riwayat Jabatan Politik

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Periode 1992 – 1997

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Periode 1999 – 2004

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) Terpilih kembali  dan sempat menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan 2004 – 2009

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) Mempertahankan kursinya di Senayan dan ditempatkan oleh fraksinya di Komisi X DPR RI (yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga) Periode 2009 – 2014

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) Kembali terpilih mewakili Dapil Jawa Timur VI Periode 2014 – 2019

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) Periode terakhir Guruh mengabdi di parlemen Periode 2019 – 2024

Jabatan Non Politik

Pendiri dan Pemimpin Kelompok Seni Pertunjukan Swara Maharddhika 1977 – 1987

Ketua Umum Yayasan Swara Maharddhika .1987 – Wafat

Pendiri/Pemimpin PT Gencar Semarak Perkasa (GSP Production) 1989 – Wafat:

Baca Juga:  Profil Komjen Pol Eddy Hartono, Akpol 1990, Kembali Menjadi Kepala BNPT

Ketua Pemimpin: Yayasan Bung Karno dan GSP 18 (organisasi pemuda anti-narkoba).

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...