Business is booming.

Profil Arrmanatha Nasir, Diplomat Karier Sejak 1997, Kini Menlu RI

Ia resmi dilantik pada 1 Oktober 2026 menggantikan Sugiono yang bergeser posisi menjadi Menko PMK.

Arrmanatha Christiawan Nasir resmi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.

Ia resmi dilantik pada 1 Oktober 2026 menggantikan Sugiono yang bergeser posisi menjadi Menko PMK.

Sebelum memimpin Kementerian Luar Negeri, ia merupakan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) dalam Kabinet Merah Putih.

Tata menjabat Wamenlu sejak  21 Oktober 2024 bersama dua Wamenlu lainnya yakni Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.

Tata kelahiran 30 Desember 1971 (umur 54 tahun).

Ia adalah diplomat karier yang melai bekerja di Kementerian Luar Negeri RI 1997

Beliau dianugerahi penghargaan Légion d’Honneur dengan pangkat Commandeur (Komandan) dari Pemerintah Prancis.

Ini merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi dari Prancis yang diberikan kepada tokoh asing atas kontribusi luar biasa dalam mempererat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis.

Selama bertugas di markas besar PBB di New York maupun Jenewa, ia dipercaya memegang berbagai posisi kepemimpinan strategis.

Yakni Penasihat Ekonomi Presiden Majelis Umum PBB (2010–2011), Wakil Presiden ECOSOC PBB (2023), Wakil Ketua Komite PBB untuk Hak Palestina (2024) dan menjadi Wakil Tetap Indonesia pertama untuk Otoritas Dasar Laut Internasional (International Seabed Authority / ISA).

Selama lima tahun menjabat sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, ia dinilai sukses membangun komunikasi publik yang transparan, modern, dan responsif. Ia berhasil menjaga reputasi dan posisi politik luar negeri Indonesia tetap solid.

Riwayat Pendidikan

Bachelor of Science (B.Sc.) bidang Ilmu Ekonomi – The University of Buckingham, Inggris (1991–1993).

Master of Business Administration (MBA) – University of Leicester, Inggris (1993–1994).

Magister Hubungan Internasional (M.Si) – Universitas Indonesia (1997–1998).

Riwayat Jabatan

Resmi bergabung sebagai diplomat karier di Kementerian Luar Negeri RI 1997

Baca Juga:  Sebanyak 8 Kali Gempa Besar Susulan di Larantuka, 346 Rumah Rusak

Sekretaris Kedua dan Negosiator Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, Swiss 2001–2004

Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas pada Direktorat Jenderal Multilateral Kemlu RI 2005–2008

Konselor (Sekretaris Pertama) pada PTRI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Ia bertugas menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB serta ECOSOC 2008–2012

Dipercaya menjadi Penasihat Ekonomi dan isu negara-negara kurang berkembang untuk Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB 2010–2011

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri RI sekaligus Kepala Biro Dukungan Strategis. Posisi ini membuat sosoknya sangat dikenal oleh media nasional maupun internasional 2014–2019

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Prancis, merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, serta Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. 2019–2021

Duta Besar / Wakil Tetap Republik Indonesia (WTRI) untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA) di New York 2021–2024:

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia di Kabinet Merah Putih  21 Oktober 2024 – September 2026:

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia. Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto dalam agenda reshuffle kabinet 1 Oktober 2026 –sekarang

Komentar
Loading...