Profil Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, Akpol 1993, Jadi Kapolda Jateng
Roy Hardi menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang Kapolda Jawa Tengah sejak 26 Juli 2024.
Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H. resmi ditunjuk menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah.
Roy Hardi menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang Kapolda Jawa Tengah sejak 26 Juli 2024.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 oleh Kapolri yang baru Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Kapolda Jawa Tengah merupakan promosi bagi Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, pangkatnya akan segera menyesuaikan menjadi Irjen Pol.
Sebelum memimpin Polda Jateng, Roy Hardi lebih banyak mengabdikan dirinya di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dirdakjar) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Pemberantasan BNN.
Ia dikenal memiliki keahlian serta rekam jejak yang mentereng di bidang reserse dan pemberantasan narkotika.
Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan Lahir di Medan, Sumatra Utara, 16 Februari 1970
Ia merupakan alumnn Akademi Kepolisian (Akpol) lulusan tahun 1993.
Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan memiliki rekam jejak prestasi yang mentereng, terutama dalam bidang reserse kriminalitas umum serta operasi pemberantasan jaringan narkoba berskala nasional dan internasional.
Sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dirdakjar) BNN, ia memimpin langsung operasi intelijen gabungan lintas negara ke Sihanoukville, Kamboja pada akhir tahun 2025.
Operasi ini berhasil menangkap Dewi Astutik alias Mami, gembong narkoba jaringan internasional asal Jawa Timur yang menjadi aktor intelektual penyelundupan sabu cair seberat 2,6 ton di perairan Selat Malaka.
Pada Agustus 2026, ia memimpin penggerebekan besar yang menegangkan di Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Operasi tersebut melumpuhkan kelompok Muhammad Ridwan alias Bos Gendut, buronan utama peredaran 98 kilogram ganja/tembakau gorila.
Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit berupa lemparan batu dan petasan dari loyalis pelaku, tim BNN di bawah komandonya berhasil mengamankan tersangka beserta aset mewah berupa mobil BMW, Vespa, uang tunai, hingga senjata api.
Nama Roy Hardi pertama kali melambung tinggi di Jawa Tengah saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polwiltabes/Polrestabes Semarang.
Ia memimpin penyidikan dan berhasil menangkap serta memenjarakan Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji atas kasus kontroversial pernikahan anak di bawah umur yang menyita perhatian publik nasional kala itu.
Riwayat Pendidikan
Akademi Kepolisian (Akpol): Lulus pada tahun 1993.
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK).
Gelar Akademik
Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.)
Sarjana Hukum (S.H.)
Magister Hukum (M.H.)
Riwayat Jabatan
Kanit IV Sat Ops I Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Barat
Kasat Reskrim Polrestabes Medan
Kasat Reskrim Polwiltabes/Polrestabes Semarang (menangani kasus Syekh Puji tahun 2009)
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bengkulu
Kepala BNN Provinsi (Kepala BNNP) Maluku Utara (2020)
Kepala BNN Provinsi (Kepala BNNP) Kalimantan Tengah (2021)
Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI (2022)
Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dirdakjar) Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI (8 Juni 2023 – Oktober 2026)
Plt. Deputi Pemberantasan BNN RI
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah (2 Oktober 2026 – Sekarang)