Letjen TNI Kristomei Sianturi, Akmil 1997 Pertama Raih Bintang Tiga
Kristomei Sianturi resmi diangkat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang menyandang jabatan sebagai Kepala BNPB sejak 17 November 2021.
Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han) resmi diangkat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ia menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang menyandang jabatan sebagai Kepala BNPB sejak 17 November 2021.
Letjen TNI Suharyanto kini sedang menghadapi masalah karena adiknya, Bima Setyawan yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Kepala BNPB terjaring OTT KPK kasus dugaan korupsi.
Letjen TNI Suharyanto alumni Akmil 1989. Sedang Letjen TNI Kristomei Sianturi alumni Akmil 1997.
Kristomei Sianturi, lahir di Kotabumi, Lampung Utara, 6 Mei 1976 (50 tahun).
Ia mengukir sejarah sebagai alumni Akademi Militer 1997 (Pandawa Lima) pertama yang berhasil meraih pangkat Letnan Jenderal.
Pencapaian ini diraihnya saat dilantik menjadi Kepala BNPB pada usia 50 tahun, melompati rekan-rekan seangkatannya yang sebagian besar masih berpangkat Mayor Jenderal atau Brigadir Jenderal.
Saat menyelesaikan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Lantip Angkatan L, ia berhasil menyabet penghargaan untuk Karya Tulis Swatantra Kotama (Taskap) Terbaik.
Pada Kursus Operasi Gabungan (Susopsgab) TNI, ia juga berhasil menjadi Lulusan Terbaik yang mengukuhkan kemampuannya dalam perencanaan operasi militer gabungan tiga matra (AD, AL, AU).
Pendidikan Intelijen di Amerika Serikat: Ia menjadi salah satu perwira terpilih yang berhasil menyelesaikan Military Intelligence Basic Officer Leader Course (MIBOLC) di Fort Huachuca, Arizona, Amerika Serikat.
Saat menjabat sebagai Kapendam Jaya, ia dinilai sukses mengelola komunikasi publik TNI Angkatan Darat di ibu kota selama periode politik yang dinamis, mendekatkan institusi TNI dengan awak media digital, serta meredam berbagai disinformasi.
Saat menjabat Kadispenad dan Kapuspen TNI ia dinilai Komunikatif. Ia dikenal sangat responsif, transparan, dan fasih dalam melakukan crisis management ketika institusi TNI menghadapi sorotan publik.
Riwayat Pendidikan
SMA Taruna Nusantara Magelang angkatan ke-2 (TN 2).
Akademi Militer (Akmil) dari kecabangan Infanteri lulus 1997.
Sersan Taruna Cabang Infanteri (Sesarcab Infanteri)
Pendidikan Lanjutan Perwira I (Diklapa I)
Pendidikan Lanjutan Perwira II (Diklapa II)
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (2012): Meraih penghargaan Taskap (Karya Tulis) Terbaik pada kelulusannya.
Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) (2019
Gelar Akademik
Sarjana Sosial (S.Sos.)
Magister Sains Pertahanan (M.Si. (Han)).
Doktoral dari, Universitas Pertahanan.
Riwayat Jabatan
Kapendam Jaya (2017–2019)
Asops Kasdam I/Bukit Barisan (2020–2022) & Danrindam Iskandar Muda (2022)
Paban IV/Opsdagri Sops TNI (2022–2023)
Kadispenad (2023–2024)
Danmentar Akmil (2024) & Wakil Gubernur Akmil (2024–2025)
Kapuspen TNI (2025)
Pangdam XXI/Radin Inten (2025–2026)
Kepala BNPB (15 Oktober 2026–Sekarang).