Business is booming.

Profil Letkol Inf Yudhison Tarigan, Akmil 2005, Panelis Kepemimpinan di Canberra

Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Dosen Muda Seskoad dengan penugasan sebagai Dosen Pertukaran TNI AD pada Australian Command and Staff Course (ACSC) di Australia.

Letkol Inf Yudhison Tarigan, S.Sos., MMDS tampil sebagai panelis di hadapan 250 perwira siswa internasional dalam Minggu Kepemimpinan ACSC 2026 di Canberra.

Alumni Akmil 2005 tersebut menekankan bahwa kepemimpinan sejati menggabungkan Capability & Acceptability.

“Penghormatan prajurit yang hanya didasari pangkat dan jabatan tidak cukup untuk membangun satuan tempur yang efektif,” ucapnya seperti dilansirn Instagram @wiradharma_akmil2005

 

Letkol Inf Yudhison Rianta Tarigan, S.Sos., M.M.D.S. pamen TNI dari satuan Infanteri yang memiliki rekam jejak akademis internasional yang cemerlang.

Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Dosen Muda Seskoad dengan penugasan sebagai Dosen Pertukaran TNI AD pada Australian Command and Staff Course (ACSC) di Australia.

Letkol Inf Yudhison Tarigan asal Suku Karo, Sumatera Utara.

Saat menempuh pendidikan setingkat Sekolah Staf dan Komando (Sesko) Angkatan di Australian Command and Staff Course (ACSC) di Canberra, Australia, ia berhasil menyabet penghargaan Overseas Course Member Prize.

Penghargaan ini diberikan kepada siswa internasional terbaik.

Ia sukses mengungguli 45 perwira mancanegara lainnya yang berasal dari berbagai negara maju dan strategis, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan India.

Pendidikan elit ini diikuti oleh total 176 perwira (131 dari Australia dan 45 dari luar Australia)

Selama menempuh pendidikan 11 bulan di Australian War College, program tersebut diintegrasikan langsung dengan studi pascasarjana di Australian National University (ANU).

Atas keberhasilannya, ia langsung dianugerahi dua gelar prestisius sekaligus

Yakni Post Staff Course Joint (PSCJ) (Kualifikasi militer).

Lalu master of Military and Defence Studies (M.M.D.S.) (Gelar akademis S2).

Sebagai wujud pengakuan atas kapasitas kepemimpinannya intelektualnya, ia terpilih menjadi salah satu perwira TNI yang bertindak sebagai panelis dalam forum diskusi kepemimpinan militer internasional selama masa penugasannya sebagai Dosen Pertukaran TNI AD di Australia.

Di forum ini, ia memaparkan konsep integrasi antara aspek kemampuan (capability) dan aspek penerimaan (acceptability) dalam kepemimpinan militer modern.

Sebelum ditarik menjadi dosen pertukaran, Letkol Yudhison menunjukkan prestasi dalam kepemimpinan teritorial dan operasional sebagai Komandan Yonif 900/Satya Bhakti Wirottama di Bali.

Ia sukses memimpin batalyon pemukul elit (Raider) Kodam IX/Udayana ini dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dan mempertahankan kesiapan tempur satuan yang tinggi selama masa jabatannya pada tahun 2024.

Riwayat Pendidikan

SMA Taruna Nusantara (Angkatan TN-10)

Akademi Militer (Akmil) lulusan tahun 2005 (satuan Infanteri)

Pendidikan Spesialisasi/Kursus Kecabangan Infanteri dan komando (baik taktis maupun staf)

Australian Command and Staff Course (ACSC) / Sesko Angkatan (2020)

Gelar Akademik

Sarjana Sosial (S.Sos.)

Master of Military and Defence Studies (M.M.D.S.): Gelar magister (S2) dari Australian National University (ANU), Canberra.

Riwayat Jabatan

Perwira Siswa Sesko / ACSC di Australia (2020)

Perwira Menengah (Pamen) Kodam IX/Udayana (2021-2023)

Pamen Kodam IX/Udayana (Hingga awal 2024).

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW) (Februari 2024 – November 2024

Dosen Muda Seskoad / Dosen Pertukaran di Australia (November 2024 – Sekarang).

Baca Juga:  Seruan Boikot Masih Trending, Netizen Ingatkan Lagi Tujuan Boikot
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...