Business is booming.

Yenny Wahid Mundur dari Komisaris Garuda Indonesia

Ajukan Surat Pengunduran Diri Per Kamis, 12 Agustus 2021

ZANNUBA Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid menyatakan mundur dari jajaran Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk.

Putri almarhum Gus Dur ini melalui akun media sosial mengaku telah menyerahkan surat penguduran diri, Kamis 12 Agustus 2021.

“Saya datang ke kementerian BUMN untuk menyerahkan surat pengunduran diri saya dari Garuda Indonesia maskapai kebanggan kita semua,” tulis Yenny seperti dikutip Republika.Co.Id.

Yenny mengungkap, keputusan meninggalkan Garuda Indonesia memang bukan hal yang mudah.

Jangan Lewatkan

Ia mengaku sedih, namun pilihan untuk mundur perlu dilakukan agar membantu perusahaan menekan biaya sehingga bisa menyehatkan kinerja keuangan.

“Memang sedih sekali, tapi ini adalah upaya kecil saya untuk membantu Garuda agar bisa melakukan efisiensi biaya dan menekan biaya-biaya yang mungkin selama ini terus membebaninya,” kata dia.

Di awal penunjukan menjadi komisaris, Yenny mengaku sempat menolak.

Hanya saja, ketika sudah terlibat di dalam Garuda ia merasakan perlu banyak melakukan perubahan.

Ia pun berharap agar Garuda ke depannya bisa lebih baik sebagai maskapai kebanggan negeri.

“Demi menyelamatkan Garuda Indonesia tercinta tercinta saya terpaksa melakukan pengorbanan kecil, semoga ini ada manfaatnya untuk Garuda, agar bisa lebih banyak lagi terjadi efisiensi biaya, penghematan biaya-biaya ke depannya agar Garuda bisa terus mengudara dengan perkasa,” tutup Yenny.

 

Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia
Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia, Foto

Utang Menumpuk

Garuda Indonesia memang mengalami turbulensi yang sangat parah karena belitan utang yang sangat menumpuk.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra membeberkan sejumlah strategi perseroannya menghadapi permasalahan beban utang.

Baca Juga:  Putra Daerah Wilayah Timur Diprioritaskan Jadi Awak Kapal Perang TNI AL

Irfan mengatakan perusahaan sedang melakukan proses restrukturisasi utang dan renegosiaisi dengan kreditur maupun lessor.

Perusahaan tengah merampungkan penyusunan rencana bisnis sebagai pendukung proposal yang akan diajukan kepada kreditur.

Rencana bisnis itu disusun bersama advisor yang telah ditunjuk oleh perusahaan beberapa waktu lalu.

“Kita lagi proses bersama advisor untuk memfinalkan bisnis plan ke depan yang merupakan justifikasi pada waktu kita akan mengajukan proposal ke kreditur, lessor, Angkasa Pura I, dan Angkasa Pura II. Lalu kita akan masuk ke restrukturisasi,” ujar Irfan dalam konferensi pers, Jumat, 13 Agustus 2021.

Sebagaimana dilaporkan Tempo.Co, Irfan menjelaskan bahwa lima advisor yang telah ditunjuk oleh Garuda sebelumnya adalah McKinsey & Company (business advisor), Guggenheim Partners (financial advisor), PT Mandiri Sekuritas (lead advisor), Cleary Gottlieb (legal advisor), dan Assegaf Hamzah & Partners (legal advisor).

Garuda terus berkomunikasi dengan pemegang saham dan stakeholder agar proses restrukturisasi segera rampung.

Sembari merampungkan proses restrukturisasi, Garuda tengah berfokus memperbaiki kinerja dengan mengoptimalkan pendapatan dari sisi angkutan kargo.

Menurut Irfan, tren penerbangan kargo Garuda meningkat, khususnya untuk internasional.
Irfan mengklaim penerbangan kargo dengan rute negara tujuan ekspor berhasil mengangkut lebih dari 25 ton sekali jalan.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...