Business is booming.

UEA Terima Presiden Afghanistan Karena Kemanusiaan

Ashraf Ghani Mengungsi untuk Menghindari Pertumbahan Darah

PRESIDEN Afghanistan, Ashraf Ghani, meninggalkan negara itu pada hari Minggu malam, tepat sehari sebelum Taliban memasuki ibu kota negara itu, Kabul.

Uni Emirat Arab atau UEA menerima Ashraf Ghani beserta keluarganya karena alasan kemanusiaan.

Kantor Berita UEA, WAM, melaporkan pada hari Rabu (18/8/2021) bahwa Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA mengkonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya.

Presiden Afghanistan kemudian dijabat oleh Hamid Karzai.

Dalam pernyataan setelah tiba di UEA, Ghani menyatakan bahwa perang berakhir dan ia melarikan diri untuk mencegah pertumpahan darah.

“Taliban telah menang dengan pedang dan senjata mereka. Sekarang mereka harus bertanggung jawab atas kehormatan, properti, dan keselamatan diri warga negara Afghanistan,” kata Ghani dalam keterangan di UEA.

Sementara laman Arab News menyatakan bahwa Ghani meninggalkan negara karena sadar bahwa Taliban segera mengambil alih Istana Kepresidenan Afghanistan.

Ini terjadi setelah serangan 10 hari yang membuat mereka mengambil alih kota-kota besar Afghanistan.

Setelah 20 tahun perang, dan pelatihan AS serta memperlengkapi militer Afghanistan, Taliban kini memegang kendali penuh atas negara berpenduduk 39 juta jiwa itu dalam waktu 10 hari setelah merebut ibu kota provinsi pertama.

Kekuatan pemerintah merosot secara drastis setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengumumkan penarikan pasukan pasukan AS pada akhir Agustus.

Taliban membuat kemajuan cepat dan merebut kota-kota penting Afghanistan bahkan ketika pasukan asing masih bersiap untuk mundur dari negara itu.

Situasi di negara itu tetap bergejolak hingga Rabu (18/8/2021).

Baca Juga:  Peneliti Senior INDEF Meninggal Dunia karena Covid-19

Di Jalalabad, Taliban menembaki orang-orang yang memprotes penggantian bendera Afghanistan dengan spanduk kelompok garis keras.

Stasiun Televisi Al Jazeera melaporkan bahwa tiga orang tewas dan 12 terluka akibat penembakan oleh pasukan Taliban.

Pemandangan panik dan putus asa terjadi di Bandara Kabul pada hari Senin ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari negara yang dilanda perang itu.

Beberapa berpegangan pada sisi pesawat dan setidaknya dua orang tewas setelah lepas landas.

 

Pasukan Taliban Menguasai Penduduk Afghanistan
Pasukan Taliban Menguasai Penduduk Afghanistan — FOTO Gulabuddin Amiri/Associated Press)

Perkembangan Krisis Afghanistan
– Taliban pada hari Rabu bertemu mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai di Kabul di tengah upaya mereka untuk mendirikan pemerintahan di negara itu
– Taliban melepaskan tembakan ke Bandara Kabul pada Rabu untuk membubarkan kerumunan massa.
– “Mereka mencambuk orang … menembakkan tembakan ke udara, menembak orang,” kata Kepala Koresponden Internasional jaringan berita Clarissa Ward.
– Tujuh belas orang terluka dalam penyerbuan di gerbang bandara, menurut Al Jazeera
– Pakistan telah mulai memberikan visa pada saat kedatangan kepada orang asing, diplomat, dan jurnalis yang meninggalkan Kabul
– Inggris, Uni Eropa, dan Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan keprihatinan tentang hak-hak perempuan dan anak perempuan Afghanistan.
– “Perempuan dan gadis Afghanistan, seperti semua orang Afghanistan, layak untuk hidup dengan aman dan bermartabat. Kami di komunitas internasional siap membantu mereka dengan bantuan dan dukungan kemanusiaan, untuk memastikan bahwa suara mereka dapat didengar.”
– Swiss tidak akan menerima pengungsi yang datang langsung dari Afghanistan. Sebaliknya, pemerintah secara individual akan meninjau permohonan suaka

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...