Business is booming.

Syarat Perjalanan Naik Kereta Api Tidak Berubah

Persyaratan Vaksin Hingga STRP Tetap Berlaku

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan syarat naik Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan Lokal mulai 24 Agustus 2021 masih belum berubah seiring kebijakan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 30 Agustus.

VP Public Relations KAI (Persero), Joni Martinus, dalam keterangannya, Selasa (24/8/2021) menjelaskan bahwa KAI masih mengacu pada SE Kemenhub Nomor 58 Th 2021 dan SE Satgas Penanganan Covid-19 No 17 Th 2021.

Syarat naik KA Jarak Jauh untuk level 3 dan level 4 tetap sama dan untuk penggunaan surat tugas atau sejenisnya bagi KA Lokal masih diberlakukan.

“Kami siap mengikuti jika ada perubahan ketentuan dari pemerintah,” ujar Joni.
Ia mengatakan pada 17-23 Agustus KAI telah menolak keberangkatan 3.439 calon pelanggan karena tidak sesuai persyaratan.

Pada periode tersebut jumlah pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal mencapai 129.915 pelanggan, dengan rata-rata pelanggan harian sebanyak 18.559 pelanggan.

Jumlah itu turun 4,3 persen dibandingkan periode sebelumnya 10-16 Agustus dengan rata-rata 17.757 pelanggan harian. Berikut adalah persyaratan perjalanan dengan menggunakan kereta.

Syaratan Perjalanan Menggunakan KA Jarak Jauh
1. Menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama. Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

3. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

Syarat Perjalanan Menggunakan KA Lokal
1. Hanya berlaku bagi pekerja di Sektor Esensial dan Sektor Kritikal yang dibuktikan dengan STRP (Surat Tanda Registrasi Pekerja) atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat atau surat tugas dari pimpinan perusahaan.

Baca Juga:  Hacker Jebol Mata Uang Kripto Rp8,62 Triliun

2. Pelanggan tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen. Namun akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen secara acak kepada para pelanggan di stasiun.

Komentar
Loading...