Business is booming.

Netizen Meragukan Kinerja KPI Pusat Usai Kasus Pelecehan Seks

Pantesan kebijakannya aneh aneh, ternyata internalnya aja ancur

Kasus pelecehan seks yang diterima karyawan kontrak oleh karyawan lainnya di KPI Pusat bikin heboh.

Korban pelecehan seksual berinisial MSA atau MS telah melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya.

Polisi baru beraksi setelah kasus pelecehan seksual di kantor KPI Pusat itu menjadi viral.

Persisnya setelah muncul tulisan MS lapor kepada Presiden Jokowi atas perundungan yang diterimanya.

Akibat kasus pelecehan ini citra KPI Pusat pun hancur di mata netizen.

Berikut cuitan netizen terkait KPI Pusat

@Mengjengkelkan: Pantesan kebijakannya aneh aneh, ternyata internalnya aja ancur

@shakuyaa: Sekarang akhirnya aku paham kenapa kartun disensor sementara tayangan2 tidak mendidik tetap subur, di dalemnya juga ternyata banyak orang jahat tukang bully dan nindas orang!

@SophiaNerissa: Makin jijik sama @KPI_Pusat yang bisa2nya sensor spongebon ternyata isinya najis kaya gini.

@remotivi: Baru bereaksi setelah korban mempublikasikan ceritanya kepada publik adalah kondisi yang sangat tidak ideal dalam penanganan kasus perundungan dan pelecehan seksual. Kepolisian dan institusi terkait, @KPI_Pusat , semestinya sejak awal melindungi korban beserta privasinya.

@RendzHamz: Baru tau lingkungan kerja lembaga pemerintahan sekelas KPI isinya bisa sebegitu busuk! Ini baru 1 yang ketauan, gw yakin ada lagi korban-korban yang mengalami kejadian sama, cuma gk VIRAL aja!

@unmagnetism: coki pardede ini cuma pengalihan isu aja, tetap kawal kasus bullying oknum kpi pusat

@tataxsx: Astaga polisinya knp sih anj masa harus viral dulu? Buat masnya, masnya kuat banget semoga masnya lekas membaik yaa dan mendapatkan keadilan yang pantas dan para pelaku dapat hukuman yang pantas juga

@dddtigakali: Semakin jelas kan kalau polisi2 gitu kerjanya lelet atau bahkan cenderung gamau ngurusin kasus2 gini kalau ga viral. Polisi sebagai penegak hukum dan pemberi perlindungan & pengayoman masyarakat? HALAH PRET

Baca Juga:  Risma Ungkap Banyak Data Bansos Tak Tepat Sasaran

@LastDefense19: Entah kenapa @KPI_Pusat gak berani mengeluarkan pernyataan resmi melalui kanal medsosnya? Untuk netizen mari kawal terus kasusnya sampai selesai, agar penyitas mendapatkan perlindungan, keadilan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

@gak_gatau: Syarat Melapor di Negara Wakanda tahun 2021. Korban: “Pak saya mau melaporkan tentang bla bla bla.” Bapak pol: “Oh iya, laporan saya terima, biar diurus besok buat twit kejadian, kalau diretweet 10k baru akan kami tindak lanjuti”.

Polisi Baru Bertindak

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri membenarkan korban pelecahan seksual berinisial MSA sudah lapor ke Polda Metro Jaya.

“Saudara MSA ini, sudah membuat laporan polisi di Polres Metro Jakarta Pusat tadi malam pukul 23.30 WIB,” ujar Yusri.

Pihak kepolisian juga sudah memeriksa MSA atas peristiwa tersebut.

Hasil pemeriksaan sementara MSA mengaku pernah mendapat perundungan di Kantor KPI Pusat pada 22 Oktober 2015 lalu.

Namun MSA menampik bahwa surat yang viral terkait kronologi perundungan itu dibuatnya sendiri.

Kata Yusri, MSA menampik menulis dan menyebarkan surat tersebut. Ia juga menampik sebagian isi yang terdapat pada surat tersebut.

Misalnya saja, MSA mengaku tidak pernah melaporkan perundungan itu ke Mapolsek Metro Gambir.

“Kedua saudara MSA nggak pernah datang ke Polsek Gambir untuk buat laporan polisi. Tapi memang ada kejadian itu di tahun 2015 lalu 22 Oktober 2015 di kantor KPI Pusat Jalan Gajah Mada,” tutur Yusri.

Karena kejadian perundungan itu ada, Polres Metro Jakarta Pusat pun telah mengarahkan MSA untuk membuat laporan kepolisian.

Laporan kepolisian atas kasus pelecehan itu sudah dilayangkan MSA pada Rabu (1/9/2021) pukul 23.30 WIB.

Dalam laporan, MSA melaporkan kelima rekan kerjanya di KPI Pusat dengan persangkaan Pasal 289 KUHP dan atau 281 KUHP Juncto Pasal 335 KUHP terkait pencabulan.

Baca Juga:  Tiga Hari Covid-19 di Indonesia Alami Penurunan, Malaysia Heran

Kelima rekan kerja MSA yang dilaporkan ialah RM, FP, RE, EO, dan CL.

Sebelumnya seorang pria yang bekerja sebagai pegawai kontrak di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dibully di tempat kerja.

Buah zakar pria inisial MS itu hingga dicoret-coret oleh rekan kerjanya.

Kisah itu dibagikan MS setelah tak kuat menerima perundungan selama dua tahun di kantor tersebut.

Pria yang sudah berkeluarga itu mengaku dibuli sedari tahun 2014 hingga tahun 2016.

Dari suratnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), MS menceritakan kisah pilunya.

Kata MS selama dua tahun ia dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior.

Mereka bersama sama mengintimidasi MSA hingga korban tak berdaya.

Padahal kata MSA, kedudukan mereka setara dan bukan tugasnya untuk melayani rekan kerja.

“Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh,” ungkap MS dalam suratnya yang diterima Rabu (1/9/2021).

Kata MS, ia sudah tak terhitung menerima pelecehan dan perundungan di tempat kerjanya di KPI Pusat.

Bahkan perendahan martabat terhadapnya dilakukan terus menerus dan berulang ulang sehingga ia tertekan.

Pada tahun 2015 MS bahkan pernah alami pembullyan secara fisik.

Para pegawai KPI Pusat itu beramai ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, hingga mencoret buah zakarnya menggunakan spidol.

Kejadian itu hingga membuat MS trauma dan kehilangan kestabilan emosi.

Ia heran kenapa kejahatan seperti itu dapat terjadi di KPI Pusat.

Bahkan kata MS, oknum pegawai KPI Pusat itu mendokumentasikan kelaminnya dan membuatnya tak berdaya melawan mereka setelah tragedi itu.

“Semoga foto telanjang saya tidak disebar dan diperjualbelikan di situs online,” harapnya.

Tak Ada Toleransi

Baca Juga:  Jacobs Melesat Jadi Manusia Tercepat di Dunia

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio menyebut tidak akan menoleransi tindakan peurundungan dan pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah oknum pegawai KPI Pusat kepada salah satu pegawai KPI lainnya berinisial MS.

“Kami mengutuk tindakan bullying (perundungan) atau pelecehan seksual dan tidak menoleransi pelecehan tersebut. KPI juga akan melakukan investigasi internal dan memanggil para pihak yang namanya tercantum dalam sebaran media sosial tersebut. Hari ini akan kami panggil mereka untuk dimintai keterangan,” kata Agung pada Kamis (2/9/2021), siang.

Lebih lanjut, Agung dan jajarannya akan memecat terduga pegawai pelecehan seksual dan perundungan tersebut jika yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran.

“Kalau nanti terbukti bersalah, maka yang bersangkutan berpotensi kami non aktifkan dari KPI. Kami lakukan sanksi yang paling berat sesuai undang undang,” sambungnya.

Komentar
Loading...