Business is booming.

Hillary Lasut, Kawal Kasus Serius Hingga Minta Kawalan Kopassus

Pejabat terakhir yang mengadvokasi kasus tersebut meninggal misterius

Anggota DPR termuda Brigitta Hillary Lasut bikin heboh karena minta pengawalan pribadi dari anggota TNI dari Kostrad atau Kopassus.

Melalui akun instagramnya, @hillarybrigitta, wakil rakyat berusia 25 tahun itu menyampaikan alasannya.

Awalnya ia menceritakan tentang satu kasus yang sedang ia kawal.

Kasus tersebut kasus seriua dan boleh dibilang misterius sehingga sang ayah, yang menjabat Bupati Kepulauan Talaud 2019, Elly Engelbert Lasut tak menyetujuinya.

“Ayah saya benar, kerabat dekat kami, pejabat terakhir yang mengadvokasi kasus tersebut meninggal misterius di pesawat. Dan entah ada kaitannya atau tidak, saya tidak dapat restu keluarga,” tulisnya.

Karena masyarakat terus berdatangan, meminta tolong, ia pun berjanji pada ayahnya, untuk minta satu orang anggota TNI mengamankannya.

“Tetapi karena sepertinya tidak etis meminta pengamanan, saya harus mencari jalan lain. Kalau awal tahun depan kasus ini tidak dibantu bisa saja sudah terlambat. “

“Mohon maaf kalau niatan saya ini dianggap tidak etis. Proses belajar.”

Permintaan Brigitta Hillary Lasut kan pengamanan anggota TNI telah disampaikan melalui surat telegram bernomor ST/3274/2021 tanggal 25/11/2021.

Suray itu ditujukan kepada Pangkostrad dan Danjen Kopassus dengan tembusan KASAD, Wakasad, Irjenad, Aspres Panglima TNI, dan Asintel KASAD.

Dalam telegram disebutkan, permohonan penugasan ajudan pribadi untuk Hillary Brigitta Lasut didasarkan pada dua peraturan.

Pertama Peraturan Panglima TNI Nomor 47 Tahun 2018 tentang penyaluran prajurit TNI. Kemudian kedua, yakni Peraturan KASAD Nomor 35 Tahun 2018 tentang penyaluran prajurit TNI AD.

“Atas dasar di atas kma kpd tsb alamat agar mengirimkan personel bintara sebanyak satu orang untuk diseleksi dalam rangka penugasan sbg ajudan pribadi Hillary Brigitta Lasut, S.H, L.L.M Anggota Komisi I DPR-RI Fraksi Partai NasDem DPR/MPR RI dengan persyaratan sbb,” tulisan dalam surat telegram.

Hillary Brigitta Lasut akhirnya meminta maaf kepada publik, setelah ditegur fraksinya.

Baca Juga:  Daftar Kapolda Jabar, Dua Mantan Kini Menjabat Komjen Aktif

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, dia berkata “Mohon maaf kalau niatan saya ini dianggap tidak etis.”

Brigitta bersedia menerima penilaian partainya yang menganggap permintaannya tidak etis, meski tidak ada tolok ukurnya yang jelas.

“Proses belajar. Jadi memang saya masih harus banyak belajar, mengetahui yang mana yang etis, mana yang tidak di dunia politik. Niat saya hanya untuk memastikan keamanan saya dan keluarga di Jakarta,” ujar Brigitta.

Jika dinilai secara normatif, menurut Ketua Fraksi Nasional Demokrat Ahmad Ali, permintaan Brigitta sah-sah saja. Tetapi secara etis usulan itu “tidak pas.”

Permintaan pengawalan, hanya boleh dilakukan dalam kondisi yang mendesak dan itu pun harus kepada institusi Polri, bukan TNI, kata Ahmad Ali seraya menyontohkan pengamanan pimpinan DPR.

Profil Hillary Brigitta Lasut

Hillary Brigitta Lasut lahir 22 Mei 1996 (25 tahun)

Ia merupakan anggota DPR termuda, politikus dari Partai Nasional Demokrat yang menjabat sebagai anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2019-2024.

Ia maju dari daerah pemilihan Sulawesi Utara dan berhasil meraih sebanyak 70.345 suara pada Pemilu 2019.

Hillary merupakan putri tunggal dari Bupati Kepulauan Talaud terpilih periode 2019-2024, Elly Engelbert Lasut yang juga sebelumnya pernah menjabat Bupati Kepulauan Talaud selama dua periode, 2004-2009 dan 2009-2012.

Sementara ibunya, Telly Tjanggulung, merupakan Bupati Minahasa Tenggara masa jabatan 2008-2013.

Ia pernah menjabat sebagai ketua OSIS semasa duduk di bangku SMA. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan studi S1 Fakultas Hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Hillary kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Washington jurusan hukum internasional.

Komentar
Loading...