Business is booming.

Sebanyak 8 Kali Gempa Besar Susulan di Larantuka, 346 Rumah Rusak

770 orang warga Kabupaten Sikka harus mengungsi akibat gempa itu.

Meski tak jadi tsunami, Gempa Bumi 7,5 Mag yang pertama kali terjadi Selasa (14/12/2021) pukul 10.20 WIB sedikitnya disusul 8 kali gempa susulan.

Ada pun 8 kali gempa susulan yang dicatat BMKG hanyalah gempa besar dengan sekala di atas 5,0 magnitudo.

Ada pun secara keseluruhan setelah gempa besar di Larantuka, NTT, gempa susulan sebanyak 120 kali.

Gempa dengan magnitudo cukup besar itu berpusat di kedalam 12 km di Barat Laut Larantuka, NTT.

Gempa susulan pertama terjadi hanya satu menit setelah gempa pertama, Magnitudonya 7,4.

Gempa susulan berikutnya terjadi pukul 10,41 WIB dengan Magnitudo 5,6.

Lalu terjadi gempa di Maumere, masih sekitar NTT, dengan skala 5.5 Mag.

Gempa terakhir dengan skala di atas 5.0 di Larantuka adalah pukul 15.31 dengan kekuaran 5.4 Mag.

Sedang gempa terakhir di Maumere-Sikka, NTT pukul 15.57 WIB dengan skala 5.2 Mag.

Daftar gempa susulan setelah gempa pertama skala 7,5 mag di Larantuka, NTT (BMKG.Go.Id)

Seperti diketahui, gempa magnitudo 7,4 – 7,5 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Warga di Maumere dan Ende panik serta lari berhamburan mencari tempat perlindungan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Larantuka, NTT pada Selasa (14/12/2021).

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Flores Timur, NTT pada Selasa (14/12) juga berdampak pada Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Mbah Minto Meninggal Dunia, Ganjar Ucapkan Bela Sungkawa

Data per Selasa pukul 22.15 WIB, 346 rumah rusak.

Dari jumlah itu, 134 rumah mengalami rusak berat dan 212 lainnya rusak ringan.

Selain itu, ada 3 unit gedung sekolah, 2 tempat ibadah, 1 rumah jabatan kepala desa dan 1 pelabuhan rakyat yang juga terdampak gempa.

Selain kerusakan itu, gempa juga mengakibatkan 7 orang luka, yang mana 6 orang adalah warga Kabupaten Kepulauan Selayar dan 1 orang warga Kabupaten Manggarai di NTT.

Di sisi lain, menurut laporan dari BPBD Kabupaten Sikka, 770 orang warga Kabupaten Sikka harus mengungsi akibat gempa itu.

Sebanyak 320 orang mengungsi di Kantor DPRD Kabupaten Sikka, kemudian 150 orang di Gedung SIC dan 330 lainnya di Aula Rumah Jabatan Bupati Sikka di NTT.

Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang NTT pada Selasa (14/12).

Gempa berdampak pada sembilan kabupaten di Provinsi NTT, tiga kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan enam kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Adapun rincian wilayah tersebut meliputi Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende dan Kabupaten Ngada di Provinsi NTT.

Kemudian Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Bulukumba dan Kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan. Selanjutnya adalah Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Baubau, Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga sejauh ini telah mencatat adanya gempabumi susulan (aftershock) hingga 120 kali.

Dari keseluruhan gempabumi susulan itu, BMKG mencatat sedikitnya ada 5 gempabumi yang memiliki magnitudo di atas 5, yakni M 5.6 pada pukul 10.41 WIB, M 5.5 pada pukul 10.47 WIB, M 5.0 pada pukul 12.46, M 5.4 pada pukul 15.31 WIB dan M 5.2 pada pukul 15.57 WIB.

Baca Juga:  Profil Yeremia Rambitan, Cedera Saat Tinggal Satu Poin Menang di Indonesia Open 2022
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...