Gempa Magnitudo 7,6 Timbulkan Tsunami dan Kerusakan Bangunan
Guncangan terkuat Gempa dengan Magnitudo 7,6 (Skala MMI) adalah Ternate (Maluku Utara) dengan skala VI MMI menyebabkan warga berlarian ke luar rumah.
Gempa dengan Magnitudo 7,6, sebelumnya dilaporkan 7,3 terjadi Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 05:48 WIB.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 129 km Tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Kedalaman sekitar 62 km dari permukaan laut.
Getaran dirasakan kuat di berbagai wilayah termasuk Bitung, Manado, hingga Ternate.
Warga dilaporkan panik dan berhamburan keluar rumah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Tsunami kecil dengan ketinggian sekitar 0,3 meter dilaporkan telah terdeteksi di wilayah Halmahera Barat.
BMKG menghimbau masyarakat di pesisir pantai untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari petugas setempat.
Sejumlah gempa susulan telah tercatat setelah guncangan utama.
Secara historis, Sulawesi Utara memang wilayah rawan.
Kota Manado pernah dilanda tsunami setinggi 20 meter pada tahun 1837.
Daerah Paling Merasakan Getaran Gempa
Guncangan terkuat Gempa dengan Magnitudo 7,6 (Skala MMI) adalah Ternate (Maluku Utara) dengan skala VI MMI menyebabkan warga berlarian ke luar rumah.
Ibu (Halmahera Barat) merasakan guncangan skala V MMI.
Manado dengan guncangan skala IV-V MMI. Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi, termasuk insiden fatal di GOR KONI Manado, Sario.
Bitung sebagai wilayah terdekat dengan pusat gempa, merasakan guncangan sangat kuat dan terdeteksi adanya tsunami kecil setinggi 0,3 meter.
Minahasa Utara & Bolaang Mongondow Selatan berada dalam status waspada tsunami sesaat setelah gempa.
Gorontalo & Bone Bolango merasakan guncangan