Business is booming.

Profil KH Miftachul Akhyar, Kiai Sederhana yang Jadi Rais Aam NU Lagi

Alhamdulillah Ahwa bahwa yang menjadi rais aam untuk PBNU 2021-2026 Almukarram KH Miftachul Akhyar

Miftachul Akhyar trending. Ketua Umum MUI tersebut baru saja terpilih kembali menjadi Rais Aam PBNU melalui Muktamar ke-34 di Lampung, Kamis (23/12/2021) malam – Jumat (24/12/2021) dini hari.

Ucapan selamat pun berkumandang di twitter.

KH Miftachul Akhyar dianggap sosok yang tepat untuk kembali memimpin NU.

Ia terpilih kembali menjadi Rais Am secara aklamasi oleh 9 Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang terpilih dalam muktamar.

Berikut cuitan ucapan selamat akan terpilihnya kembali Miftachul Akhyar memimpin NU.

@pwnujatim: Alhamdulillah #JumatBerkah.Tepat Pukul 00.01 dibacakan hasil sidang tim Ahwa: KH. Miftachul Akhyar dikukuhkan kembali sbg Rais Aam Nahdlatul Ulama masa khidmat 2021-2026, Al Fatihah. #MuktamarNU34 #muktamar34NU

@nafizabillqis: LBH GP Ansor, Mengucapkan Selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026.

@Aryprasetyo85: Selamat untuk KH Miftachul Akhyar yang Kembali Terpilih sebagai Rais Aam PBNU Periode 2021-2026. Alhamdulillah AHWA sepakat dengan musyawarah yg penuh dengan kesantunan itu,sepakat bahwa yang menjadi rais aam untuk PBNU 2021-2026 al mukaram Kiai Haji Mifathul Akhyar

@toev_612: Atas nama pimpinan GP @AnsorMagetan @pwansorjatim @Official_Ansor mengucapkan Selamat kepada KH. Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2021-2026 Semoga @nahdlatululama kedepan semakin berkah dan mbarokahi

KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2021-2026.

Hal itu diputuskan melalui musyawarah mufakat sembilan Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

Sembilan ulama tersebut adalah (1) KH Dimyati Rois, (2) KH Ahmad Mustofa Bisri, (3) KH Ma’ruf Amin, (4) KH Anwar Manshur, (5) TGH Turmudzi Badaruddin, (6) KH MIftachul Akhyar, (7) KH Nurul Huda Jazuli, (8) KH Ali Akbar Marbun, dan (9) KH Zainal Abidin.

Baca Juga:  Jendral Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Letjen Dudung Promosi KSAD
10 besar dalam pemilihan Ahwa. Sembilan diantaranya terpilih untuk menentukan Rais Aam PBNU (Grup WA)

Ada pun keputusan terpilihnya KH Miftachul Akhyar ditetapkan pada Sidang Pleno IV yang dipimpin Ketua Prof Nuh dan Sekretaris Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila) pada Kamis (23/12/2021) malam.

“Alhamdulillah Ahwa bahwa yang menjadi rais aam untuk PBNU 2021-2026 Almukarram KH Miftachul Akhyar,” kata KH Zainal Abidin, salah satu anggota Ahwa seperti dikutip NUonline.

Profil KH Miftachul Akhyar

KH. Miftachul Akhyar lahir pada tahun 1953. Ia merupakan putra kesembilan dari tiga belas bersaudara, dari KH. Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.

Ayah KH. Miftachul Akhyar merupakan karib KH. M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo saat sama-sama nyantri kepada KH. Romli di Rejoso, Jombang.

KH. Miftachul Akhyar adalah sosok yang memiliki penguasaan ilmu agama luas dan hal ini membuat kagum Syekh Masduki Lasem, sehingga beliau diambil menantu oleh gurunya yang terhitung sebagai mutakharrijin (alumnus) istimewa di Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur.

Sejak kecil KH. Miftachul Akhyar tumbuh dalam didikan ayahandanya, beliau belajar berbagai disiplin ilmu agama kepada ayahnya.

Setelah selesai belajar kepada ayahnya, beliau melanjutkan belajar ke beberapa pondok pesantren.

Antara lain di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Pondok Pesantren Rejoso, Jombang, Jawa Timur, Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur, Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah, Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

KH Miftachul Akhyar kemudian mengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, sebuah paku bumi bagi kota Surabaya, ibukota Jawa Timur dengan penduduk yang mayoritas nahdliyin.

KH. Miftachul Akhyar merupakan individu yang lahir dan besar dari tradisi dan rela mengabdi di Nahdlatul Ulama sejak muda.

Baca Juga:  Sulit Dipercaya, Ronaldo Selamatkan Manchester United

Kesediaan beliau menjadi Pejabat Rais Aam PBNU tersebut setelah menerima banyak permintaan tokoh senior dan terhormat di Nahdlatul Ulama, salah satunya adalah Mustasyar PBNU KH. Maimoen Zubair.

Ia mengatakan telah menemui KH. Miftahul Akhyar sebanyak dua kali untuk memohon agar bersedia menduduki posisi Rais Aam PBNU.

“Bapak KH. Miftahul Akhyar selaku Wakil Ro’is ‘Aam PBNU. Dan dalam hal ini saya telah menemui Bapak KH. Miftahul Akhyar dua kali memohon kepada beliau untuk bersedia menduduki Rais ‘Aam PBNU,” tulis KH. Maimun Zubair dalam rilis resmi ke media pada Sabtu tanggal 22 September 2018.

KH. Miftachul Akhyar merupakan sosok kiai yang sederhana dan memiliki akhlak yang bagus, khususnya adab penghormatan kepada tamu.

Beliau tidak segan-segan langsung menyuguhkan, menuangkan, mengambilkan, menyajikan makanan dan minuman melalui tangan beliau sendiri, tanpa bantuan qodim (pembantu).

Hal ini adalah akhlak beliau yang meneruskan teladan akhlak dari ayah beliau yang juga belaku demikian kepada para tamunya.

Jejak Miftachul Akhyar di NU

Rais Syuriyah PCNU Surabaya pada tahun 2000-2005

Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur pada tahun 2007-2013, 2013-2018

Wakil Rais Aam PBNU pada tahun 2015-2020

Rais Aam PBNU pada tahun 2018-2020

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025

Terpilih lagi Menjadi Rais Aam PBNU 2021-2026

Komentar
Loading...