Business is booming.

Seto Kaiba Trending, Kak Seto Berkostum Seto Kaiba Pakai Aksi Salto

Kini Kak Seto ajarin kita tentang pentingnya kesehatan dan jangan mau ketinggalan zaman.

Seto Kaiba trending, Psikolog anak terkenal Seto Mulyadi sedang mengenakan seragam anime yang kebetulan nama depannya sama, Seto Kaiba.

Ya, Seto Kaiba adalan karakter fiksi dalam manga Yu-Gi-Oh oleh Kazuki Takahashi.

Kaiba memegang reputasi sebagai gamer terbesar di Jepang.

Sedang Seto Mulyadi atau dikenal Kak Seto adalah psikolog yang sudah terkenal puluhan tahun dan tetap berkarya dalam usia 70 tahun

Jangan Lewatkan

“joke a side. KAK SETO KEREN BANGET. kecil gw senang ikutin acara dia, pas gede makin bangga pernah diajar beliau. Kini dia ajarin kita tentang pentingnya kesehatan dan jangan mau ketinggalan zaman. Dia bahkan ga malu untuk LIVING THE MEME to keep encourgae the kiddo and parents.” Demikian @Eno_Bening, pakar media social.

“Kemarin, kemarin lusa atau mungkin lebih lama lagi kamu bingung mencari alasan untuk tetap hidup. Tanpa kamu ketahui hari ini kamu melihat Kak Seto memakai kostum Seto Kaiba, bayangkan, in your lifetime. If you’re still lookin for a sign, this is the sign,” tulis @rayimaz

Berikut Cuitan Lain Sejumlah Netizen terkait Trending Seto Kaiba

@mhd_irsyad13: Salut kami pada legenda hidup; Kak Seto Kaiba.

@shercoupstastu: KESEL BANGET KAK SETO KAIBA MASUKNYA PAKE KOPROL

@bungoutarou: Aku pernah jadi bocah lugu yang ngirain macet Jakarta itu emang bener-bener gara-gara si Komo lewat dan sekarang Kak Setonya yang jadi Seto Kaiba www. Akhir tahun ini kenapa banyak yang ada-ada aja sih

@weldoanzzz: Asli keren banget kak seto kaiba

@erzagian: Ayo berduel denganku di permainan kegelapan, kak seto kaiba!? Wajah tersenyum bertanduk

@FukaiMeigetsu: Gak disangka gwa bisa liat kak seto kaiba jadi kenyataan

Seto Kaiba yang dikenakan Kak Seto Mulyadi dirilis di berbagai akun media sosial Pahamify.

Baca Juga:  Setelah Kiky, Giliran Adul Ikut Trending, Adul Kiky Versi Cowok?

Pahamify adalah platform yang dikembangkan PT Pahami Cipta Edukasi sebagai aplikasi belajar yang berisi puluhan ribu video pembelajaran premium beranimasi, kuis, dan ringkasan.

Pahamify sendiri merilis iklan terbarunya yang dibintangi oleh Kak Seto di berbagai media sosial seperti Youtube, Instagram, dan Twiiter yang bisa kamu tonton sekarang juga.

Isinya sendiri juga terbilang singkat, yaitu pengumuman fitur Pegasus yang akan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.

Yang membuat iklan ini viral justru adalah aksi salto dan kostum yang digunakan oleh Kak Seto benar-benar mirip dengan kostum khas Seto Kaiba.

Reaksi warganet yang telah menonton iklan tersebut juga terbilang beragam.

Namun kebanyakan mereka merasa terhibur karena lelucon meme kemiripan Kak Seto dengan karakter Seto Kaiba dari anime Yu-Gi-Oh benar-benar menjadi kenyataan.

Yang membuat iklan ini semakin kocak adalah Pegasus sendiri juga telah digunakan sebagai nama karakter pemilik relik Millienium Eye yang sempat menjadi musuh Yugi dan Seto Kaiba dalam serial animenya.

Profil Kak Seto Mulyadi

Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau Kak Seto lahir di Klaten, 28 Agustus 1951 (umur 70 tahun)

Kak Seto memiliki seorang istri bernama Deviana. Mereka dikaruniai empat orang anak yakni Eka Putri, Bimo, Shelomita, dan Nindya Putri.

Baca Juga: Zaim Saidi Akhirnya Bebas dari Dakwaan Kasus Pasar Dinar Dirham
Seperti dikutip dari Wikipedia, Kak Seto adalah psikolog anak dan pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro.

Ia juga menjabat ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.

Seto Mulyadi memiliki seorang saudara kembar laki-laki bernama Kresno Mulyadi yang adalah seorang psikiater anak di Surabaya.

Satu-satunya seorang kakak bernama Maruf Budiharjo Mulyadi.

Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951.

Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang bandel dan tidak bisa diam.

Baca Juga:  Lautaro Trending, Penaltinya Digagalkan Tatarusanu, AC Milan-Inter 1-1

Ia juga pernah beberapa kali jatuh hingga sempat mengalami fobia, namun ia selalu melatih diri agar fobia tersebut hilang dengan melakukan aktivitas ekstrim seperti parkour.

Kak Seto hijrah ke Jakarta lantaran kecewa tidak diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia.

Dari kekecewaannya itu, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta meski tanpa bekal dan keahlian apapun.

Di sana, ia memulai hidup dengan kerja serabutan sembari menunggu tes Fakultas Kedokteran tahun berikutnya.

Tidak berjodoh dengan Fakultas Kedokteran, Kak Seto lantas memutar tujuan dan masuk Fakultas Psikologi atas saran Pak Kasur yang ia kenal sejak ia menjadi asisten pemilik Taman Kanak-kanak.

Kak Seto menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1981, Pendidikan Magister Bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993.

Menjadi asisten Pak Kasur adalah pekerjaan ayah empat anak kala itu yang kemudian dilanjutkan dengan mengisi acara Aneka Ria Taman Kanak-kanak bersama Henny Purwonegoro.

Di sana, Kak Seto mendongeng, mengisi acara belajar sambil bernyanyi, dan bermain sulap bersama anak-anak.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Ungkap Angka Covid-19 Cukup Mengkhawatirkan
Ilmu yang didapat dari Pak Kasur ia gabungkan dengan ilmu yang ia miliki, yakni teknik sulap yang telah ia pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Sedangkan ilmu mendongeng didapat melalui belajar dan berdasarkan pengalamannya.

Menjadi bagian dari anak-anak memang dituntut untuk selalu kreatif, menyeimbangi pikiran-pikiran kreatif dan penuh imajinasi.

Saat itulah karakter Si Komo diciptakan oleh Kak Seto.

Berupa boneka Si Komo dan lagu yang diciptakan, karakter Si Komo menguat dan banyak dikenal.

Acaranya banyak ditunggu dan membuat namanya kian tenar, kondisi perekonomiannya pun membaik.

Kesuksesan inilah yang kemudian mengantarkan Kak Seto memborong beberapa penghargaan seperti The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International pada 1987.

Baca Juga:  Kak Seto Trending, Masih Kuat Push Up pada Usia 70 Tahun

Ia juga mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa.

Pada 1998, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak. Kecintaannya pada anak-anak jugalah yang mengantarkannya membagi kisah lewat buku yang ia tulis, Anakku, Sahabat, dan Guruku.

Pada tahun 2007, Kak Seto mendirikan sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto. HSKS begitu singkatannya, merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi salah satu solusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.

Sesuai dengan visinya, yaitu menyediakan program pendidikan bagi anak agar memiliki keterampilan, life skill, dan karakter yang kukuh sebagai calon pemimpin bangsa pada masa depan.

Homeschooling Kak Seto terus berusaha meningkatkan standar kualitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi menyenangkan, memberikan materi pembelajaran yang terkini, serta menyediakan tutor – tutor dengan pengetahuan dan pengalaman profesional.

Homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah.

Namun, Homeschooling Kak Seto adalah sekolah alternatif yang menempatkan anak – anak sebagai subjek dengan pendekatan secara “at home” atau di rumah.

Dengan pendekatan “at home” inilah anak-anak merasa nyaman belajar karena mereka dapat belajar apapun sesuai dengan keinginannya.

Kapan saja, dengananiapa saja.di mana saja seperti Ia tengah berada di rumahnya.

Jadi, meski disebut homeschooling, tidak berarti anak akan terus menerus belajar di rumah, tetapi anak-anak dapat belajar dengan kondisinya yang benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti “at home”.

Maka dalam sistem Homeschooling, jam pelajaran bersifat fleksibel: mulai dari bangun tidur sampai berangkat tidur kembali.

Beberapa alumni maupun siswa Homeschooling Kak Seto diantaranya: Dhea Seto, Ayushita, Hanggini P.Retto, Nikita WIlly, Prilly Latuconsina, Citra Scholastika dan Ray Prasetya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...