Business is booming.

PTM 100 Persen Dimulai, Banyak Siswa Malah Mengaku Ketar-ketir

Setelah dua taunan pandemi mau ada ptm 100% tuh kaya pada ketar ketir banget

Hari ini, 3 Januari 2021, sudah ada sejumlah sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

PTM 100 persen pun trending, dan ternyata banyak netizen yang stres dan tampak belum siap 100 persen menghadapinya.

Betapa tidak, sejak pandemi covid-19, dua tahun terakhir seluruh siswa di Indonesia belajar di rumah.

Interaksi dengan sekolah dan teman-teman hanya dilakukan melalui daring atau online.

Jika saat belajar online banyak siswa yang mengeluh, ternyata kini kebalikannya.

Diduga banyak siswa yang sudah terbiasa belajar secara online hingga membayangkan susahnya beradaptasi dengan lingkungan saat PTM 100 persen.

Berikut cuitan sejumlah netizen terkait PTM 100 persen

@cosmicstudyy: Kalau diinget ya padahal sebelum pandemi, ptm 100% tuh biasa banget, tapi setelah dua taunan pandemi mau ada ptm 100% tuh kaya pada ketar ketir banget, ggra biasa belajar online jadi gini kayanya

@J4EHYUNJUNG97: jujur, seneng ga seneng sieh, senengnya krna aku tipe murid yang perlu penjelasan detail dari guru biar 70-90% ngerti, ga senengnya krna harus ketemu/interact sama banyak orang

@fal_pratama: di yutub malah lebih detail, ak sering bingung klo guru yg jelasin

@acclanntz: Soalnya udah kelamaan online si, jadii pas ada info mau offline lagi kayak takut sama lingkungan baru

@canduosamu: Adek ku sampe nangis denger kabar ptm

@Ichayymtzh: Beso ptm 100% omegott,my mental must be ready

@schfess: SchApp! sekolah sender ga ada pemberitahuan apa-apa, tiba-tiba pas ambil raport di minta ttd form PTM 100% t__t kaget banget……..

Baca Juga:  Lionel Messi Bikin PSG dan Liga Prancis Makin Berkilau

@elioxava: Asli wkwk dulu aku ada tugas kelompok gitu ngumpulin pas jadwalnya sesi b. Aku shock bgt liat keadaan kelas yang gak beraturan, apalagi anak-anaknya yg berisik

@diagramfasor: betul. apalagi ka anaknya butuh waktu untuk beradaptasi, pokoknya perubahan tuh bisa jadi tekanan bgt buat ka. tp, keputusan tetap keputusan kan? ya, mau ga mau ka hrs jalani juga meski sulit. semangat!!

@Svanista: Apa jadinya negara ini? Di saat negara lain sdh excited bisa kembali ke kantor atau sekolah, di sini ptm100% masih ngedumel aja. Mungkin pada mau turun kelas jadi negara miskin.

@tobeligurls: Dari 2019 kebawah. Ptm 100%, fullday school blm lagi langsung terabas bimbel. Pulang jam 9 mlm lanjut ngerjain tugas atau PR. Pencetus stress sejak dini

@sneakylinkalley: Senin pagi,belum mandi, masih daring, nunggu zoom, mikir tanggal 10 Januari sekolah gue PTM 100% ATL (Agak Takut Lochh)

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen mulai hari ini, Senin (3/1/2022).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, kebijakan tersebut merefleksikan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan pada 21 Desember 2021.

SKB dengan Nomor Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Aturan turunan di DKI dibuat melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan No. 1363 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Masa Pandemi Covid-19, serta sesuai dengan kondisi PPKM Level 1 yang diterapkan di Jakarta.

“PTM Terbatas dilaksanakan setiap hari (Senin-Jumat). Jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari,” kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Minggu (2/1/2022).

Baca Juga:  Biaya Sudah Turun Jadi Rp 300.000, Publik Tetap Ingin Hapus Tes PCR

Meski dibuka 100 persen, Nahdiana mewajibkan semua warga sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terlebih lagi bagi mereka yang belum divaksinasi.

Nahdiana menjelaskan, saat ini vaksinasi dosis kedua untuk pendidik dan tenaga kependidikan sudah mencapai 80 persen, sedangkan vaksinasi untuk peserta didik atau siswa masih berlangsung.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengizinkan siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (online) dari rumah jika orangtua masih khawatir anaknya menjalani pembelajaran tatap muka di sekolah.
“Pembelajaran di rumah dapat dilayani jika masih ada orangtua yang merasa khawatir,” ujar Kepala Bidang Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah.

Taga menjelaskan, sekolah tetap harus memberikan layanan pembelajaran jarak jauh bagi anak yang belum mendapatkan izin orangtua.

“Sekolah tidak bisa tidak memberikan layanan (pembelajaran jarak jauh), tetap (harus) berikan layanan dengan e-learning,” ucap dia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...