Tagar Depok Trending, Warga Geger Beras Bansos Dikubur
Tagar Depok trending di media sosial Twitter pada Senin (1/8/2022), menyusul ditemukan beras bansos Presiden Jokowi untuk warga terdampak pandemi Covid-19 dikubur dalam waktu lama.
Sontak netizen langsung menanggapi temuan tersebut, bahkan ada sedikitnya 15.600 ciutan (Tweets) disampaikan netizen atas temuan beras ditimbun tersebut.
Berikut ciutan netizen dan saat ini Polres Metro Depok tengah melakukan penyelidikan atas penemuan tersebut.
Seperti akun Twitter @catchmeupid menulis, “Warga Depok, geger atas penemuan beras bantuan sosial Presiden yang dikubur di tanah lapang Jalan Tugu Jaya, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat yang diperkirakan mencapai satu kontainer.”
Lalu akun Twitter @cakriws menulis, “pernah punya temen yg suaminya kerja di dinsos, katanya kalo sembako bantuan gini dalam kondisi rusak atau udah mau expired gitu biasanya dimusnahkan biasanya dengan cara ditimbun kaya begini. Malah kalo dibagikan atau dijual lagi jd nyalahin prosedur katanya”
@7FriendsBTS menulis, “Ini padahal bisa ga sih harusnya jadi CSR gitu Drpd jadi limbah ga berguna gitu Knp ga jadiin pakan ternak? Aku yg baru² ini analisis laporan tahunan perusahaan² beberapa retail ada yg pinter lho.. alokasiin bahan pangan tak layak makan buat diolah jd pakan ternak.”
@osmond_ menulis, “Pada ngrasa aneh gak si sebegitu banyak tapi gada yang tau. Luas lo galian buat nimbun sebegitu banyak. Kok bisa baru ketauan. Kek aneh aja.”
@daffabd_ menulis, “Tapi beras bansos yg rusak gitu rata2 emng di kubur si ka, ga depok doang jadi nya”
@kurakuratawar menulis, “emang yang punya lahan gak tau pas dulu waktu ngubur beras?”
@catchmeupid menulis, “Sementara JNE selaku distributor bantuan sosial tersebut menjelaskan bahwa tidak ada pelanggaran prosedur soal penguburan beras bansos itu karena menurut pihaknya beras tersebut dalam kondisi rusak. Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak,” kata Vice Presiden JNE Eri Palgunadi dalam keterangan resminya, Minggu, 31 Juli 2022.”
@omerenomen menulis, “Pertanyaanya, Kok bisa beras yang rencananya untuk bansos pada waktu itu dapatnya dalam kondisi rusak? Kalau pun memang beras dlm keadaan rusak waktu itu, kok bisa ada pengepul beras sampai satu kontainer tidak tersalurkan sehingga jadi rusak, padahal kt srg kkrgn beras”
@adellaranty menulis, “Itu org yg nimbun ga mikirin apa yg lagi kelaparan, bener-bener butuh beras bansos itu. Terus kenapa bisa kepikiran ditimbun di dalem tanah sih anjir apakah dia saking begonya sampe gatau klo berasnya bakal jadi rusak”
@ievaniesh menulis, “Dr beberapa info yg beredar, pemilik lahan dulu udh tau kok pas proses penggalian, pasalnya memakai alat berat juga. Tetapi karena pemilik lahan hari ini sedang ada masalah dgn pihak JNE, maka kesepakatan yg dulu itu di framing. Jadi seakan2 dulu gak tau ada penimbunan di lahanny”
@ditalestari1108 menulis, “Tuhan, tolong siapkan neraka khusus untuk para pelaku curang itu”
@bakpauijoo menulis, “yelah di rt gua aja tuh sarden kecap dll numpuk di sekret, ampe gua iri dulu kok keluarga gua cuma beberapa kali dapet bansos pdhl yg lain dapet trs, ehtaunya pd di tumpuk ama ama pengurusnya, haha mapus dosa tuh pengurus mendem makanan yg hrsnya bisa di makan”
Beras Bansos Terkubur di Depok Rusak
Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa beras bantuan sosial terkubur di lahan parkir JNE, Kelurahan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (31/7) kondisinya rusak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Senin, mengatakan beras bansos dari Kementerian Sosial itu rusak saat pihak JNE selaku pihak jasa kurir mengangkutnya dari gudang penyimpanan karena cuaca.
“Nah pada saat pengambilan di suatu waktu ini, masih kita dalami kapan itu, keterangan yang kita periksa hari ini menyampaikan pada saat pengambilan beras di Pulogadung mengalami gangguan di perjalanan akibat cuaca hujan deras,” kata Zulpan seperti dikutip Antaranews.com.
Zulpan menambahkan, bahwa JNE selaku pihak jasa kurir bekerja sama dengan PT DNR selaku pemegang distribusi beras bansos dari pemerintah kepada masyarakat yang berhak menerima untuk wilayah Depok pada 2020.
Zulpan mengatakan bahwa pihak JNE kemudian langsung bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi pada beras bansos saat pengambilan dari gudang penyimpanan.
“Kemudian dikarenakan beras basah maka itu menurut JNE adalah tanggung jawab JNE dan beras tersebut sudah diganti pihak JNE dengan paket lainnya yang setara,” ujar Zulpan.
Zulpan mengatakan pihak JNE telah melakukan penggantian berupa pembayaran kepada pihak pemerintah terkait beras bansos yang rusak karena kesalahan operasional tersebut.
Meski demikian, dia mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait keterangan yang telah disampaikan oleh pihak JNE mengenai beras bansos yang ditemukan terkubur tersebut.
“Mereka anggap beras itu sudah jadi milik JNE karena telah mengganti kepada pemerintah. Ini keterangan belum didukung dokumen. Jadi, baru keterangan secara lisan,” kata Zulpan.
2020 bansos di kuburkan
2022 di gali di temukan isi bansos
🤔 pic.twitter.com/DYexZuSWmq— IOS IT GRIZLY 阿古斯 (@IOS_GrizlyWolf) August 1, 2022
Thousands of kilograms of basic necessities in the form of rice, eggs, wheat flour, and cooking oil, were found buried in an empty land three meters deep, Friday (7/29), in the Tirtajaya village, Sukmajaya sub-district, Depok, West Java.#SEAToday #SEATodayNews #Jakarta pic.twitter.com/1EIS5LIEY7
— SEA Today News (@seatodaynews) July 31, 2022