Kak Seto Trending Lagi, Kali Ini Berlari Bak Remaja dengan Tubuh Ringan
Psikolog Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto trending lagi.
Kali ini video Kak Seto trending karena sedang berlari dengan tubuh tampak ringan bak seorang remaja.
Padahal usia Kak Seto, kelahiran 28 Agustus 1951, sudah lebih dari 70 tahun.
Ada pun lokasi lari kak Seto adalah di Area Universitas Gunadarma Techno, Cianjur, Jawa Barat.
Sebelumnya Kak Seto trending karena mengenakan kostum Seto Kaiba, tokoh anime Jepang.
Kak Seto juga sempat trending karena masih kuat push up beberapa kali di usianya yang genap 70 tahun.
Ada pun video kak Seto lari, nain tangga, hingga push up dibagikan akun @xdyrarara.
“Bisa ajanih rock lee,” tulisnya.
Rock Lee adalah nama seorang tokoh fiktif dalam seri anime dan manga Naruto.
Rock Lee adalah salah satu teman sedesa Naruto Uzumaki.
Kesamaan Rock Lee dan Kak Seto adalah sama-sama diponi rambutnya.
Hingga berita ini diturunkan, video kak Seto telah diretweet 4,400 kali dan disukai 17.300 orang.
Berikut cuitan sejumlah netizen atas trending Kak Seto yang berlari dengan ringannya.
@IsnaniahKamarul: Hmmm Remaja jompo pasti insecure liat kak Seto di umur 70 tahun msh kuat lari-lari
@chiroagainn: bisa bisa nya naik tangga ngga encok 🙁
@asepstunrider: kak seto di umur nya masih bisa lari-lari kayak maling, dan here i am 18 yo udh nyeuri cangkeng dan nyeuri beheung karena loba teuing sakola online
@eggsooji_: kak seto lari2 di umur 70 dan meanwhile ada gue yang rewel ke bers1h sehat after a full day of activities
@sunyidansepii: Jadi inget jokesnya kak seto. Semua presiden memanggil saya “Kak” Kecuali satu orang, yakni Bung Karno, Loh, kenapa? Karena ketika bung karno jadi presiden, saya masih kecil
@halo14045: Rock lee lagi keliling konoha: Serius nanya, kenapa Kak Seto model rambutnya kaya gitu?
@dentia_: kak seto lucu bgt rambutnya tuing tuing
Profil Kak Seto
Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau Kak Seto lahir di Klaten, 28 Agustus 1951 (umur 70 tahun)
Kak Seto memiliki seorang istri bernama Deviana. Mereka dikaruniai empat orang anak yakni Eka Putri, Bimo, Shelomita, dan Nindya Putri.
Seperti dikutip dari Wikipedia, Kak Seto adalah psikolog anak dan pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro.
Ia juga menjabat ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.
Seto Mulyadi memiliki seorang saudara kembar laki-laki bernama Kresno Mulyadi yang adalah seorang psikiater anak di Surabaya.
Satu-satunya seorang kakak bernama Maruf Budiharjo Mulyadi.
Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951.
Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang bandel dan tidak bisa diam.
Ia juga pernah beberapa kali jatuh hingga sempat mengalami fobia, namun ia selalu melatih diri agar fobia tersebut hilang dengan melakukan aktivitas ekstrim seperti parkour.
Kak Seto hijrah ke Jakarta lantaran kecewa tidak diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia.
Dari kekecewaannya itu, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta meski tanpa bekal dan keahlian apapun.
Di sana, ia memulai hidup dengan kerja serabutan sembari menunggu tes Fakultas Kedokteran tahun berikutnya.
Tidak berjodoh dengan Fakultas Kedokteran, Kak Seto lantas memutar tujuan dan masuk Fakultas Psikologi atas saran Pak Kasur yang ia kenal sejak ia menjadi asisten pemilik Taman Kanak-kanak.
Kak Seto menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1981, Pendidikan Magister Bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993.
Menjadi asisten Pak Kasur adalah pekerjaan ayah empat anak kala itu yang kemudian dilanjutkan dengan mengisi acara Aneka Ria Taman Kanak-kanak bersama Henny Purwonegoro.
Di sana, Kak Seto mendongeng, mengisi acara belajar sambil bernyanyi, dan bermain sulap bersama anak-anak.
Ilmu yang didapat dari Pak Kasur ia gabungkan dengan ilmu yang ia miliki, yakni teknik sulap yang telah ia pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
Sedangkan ilmu mendongeng didapat melalui belajar dan berdasarkan pengalamannya.
Menjadi bagian dari anak-anak memang dituntut untuk selalu kreatif, menyeimbangi pikiran-pikiran kreatif dan penuh imajinasi.
Saat itulah karakter Si Komo diciptakan oleh Kak Seto.
Berupa boneka Si Komo dan lagu yang diciptakan, karakter Si Komo menguat dan banyak dikenal.
Acaranya banyak ditunggu dan membuat namanya kian tenar, kondisi perekonomiannya pun membaik.
Kesuksesan inilah yang kemudian mengantarkan Kak Seto memborong beberapa penghargaan seperti The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International pada 1987.
Ia juga mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa.
Pada 1998, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak. Kecintaannya pada anak-anak jugalah yang mengantarkannya membagi kisah lewat buku yang ia tulis, Anakku, Sahabat, dan Guruku.
Pada tahun 2007, Kak Seto mendirikan sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto. HSKS begitu singkatannya, merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi salah satu solusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.
Sesuai dengan visinya, yaitu menyediakan program pendidikan bagi anak agar memiliki keterampilan, life skill, dan karakter yang kukuh sebagai calon pemimpin bangsa pada masa depan.
Homeschooling Kak Seto terus berusaha meningkatkan standar kualitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi menyenangkan, memberikan materi pembelajaran yang terkini, serta menyediakan tutor – tutor dengan pengetahuan dan pengalaman profesional.
Homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah.
Namun, Homeschooling Kak Seto adalah sekolah alternatif yang menempatkan anak – anak sebagai subjek dengan pendekatan secara “at home” atau di rumah.
Dengan pendekatan “at home” inilah anak-anak merasa nyaman belajar karena mereka dapat belajar apapun sesuai dengan keinginannya.
Kapan saja, dengan siapa saja di mana saja seperti Ia tengah berada di rumahnya.
Jadi, meski disebut homeschooling, tidak berarti anak akan terus menerus belajar di rumah, tetapi anak-anak dapat belajar dengan kondisinya yang benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti “at home”.
Maka dalam sistem Homeschooling, jam pelajaran bersifat fleksibel: mulai dari bangun tidur sampai berangkat tidur kembali.
Beberapa alumni maupun siswa Homeschooling Kak Seto diantaranya: Dhea Seto, Ayushita, Hanggini P.Retto, Nikita WIlly, Prilly Latuconsina, Citra Scholastika dan Ray Prasetya.