Business is booming.

Ganjar Trending Kasus Wadas Melawan, Ganjar Jadi Sasaran Utama?

Kami sepakat dengan kapolda masyarakat yang kemarin diamankan akan dilepas

Ganjar trending. Gubernur Ganjar Pranowo tampaknya tengah jadi sasaran pemberitaan soal pengukuran tanah di Wadas.

Sosoknya sebagai calon Presiden 2024 menjadi barang yang empuk untuk diserang lawan politik.

Padahal dari video yang beredar, Ganjar Pranowo sudah minta maaf dan berjanji untuk melepaskan warga yang ditangkap polisi.

Bahkan sebelum pengukuran tanah di Wadas, Ganjar mengaku sudah melibatkan Komnas HAM.

Ia juga mengusulkan Komnas HAM terdepan dalam pengukuran tanah terkait pembangunan bendungan bener.

Komnas Ham sudah melakukannya, namun warga yang menolak tak mau hadir dalam dialog.

Dan serangan terhadap Ganjar pun tampaknya takkan berhenti, seolah ia menjadi sosok pemimpin gagal dan tak pantas maju sebagai capres.

Capture video dari @LBHYogyakarta yang membagikan cerita kehadiran aparat di Desa Wadas dalam rangka pengukuran tanah untuk proyek bendungan. Disitu juga dilaporkan terjadi penangkatan warga.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang Ganjar

@AlissaWahid: Atas nama @GUSDURians, kami meminta Kapolda Jateng untuk membebaskan warga Wadas yang ditahan. Juga meminta kepada Gub Jateng pak @ganjarpranowo untuk menunda pengukuran dll sampai kita selesai bermusyawarah, dan menghindarkan clash antara rakyat dengan aparat Negara.

@BERKARYA_NET: Sementara itu jelang audisi 2024 Ganjar Pranowo terus dianugerahi medali-medali baru — perak, emas, segala macam, dan disaat yang sama, warga Wadas dihadiahi pentungan. Racun pencitraan.

@RamliRizal: Tanah subur, banyak air, rakyat hidup damai dari hasil tanahnya. Dirampas haknya dan ditangkap demi investor pertambangan andesit. Ganjar mana eui ?? Katanya pro-rakyat ?

Baca Juga:  Kolaborasi Tarian Lengger Banyumas dan Ronggeng Subang Tampil di Desa Wisata Bukit Dewi, Subang

@puanganie: Malesin. Ganjar will be blacklist from presidential candidate

@yaniarsim: Ganjar Jatuh dari sepedaan diviralkan, warga diamankan pura-pura menyisir uban

@03__nakula: Konflik antar warga penolak tambang di desa wadas sengaja diarahkan ke pak Ganjar, sementara bupati Purworejo yang berasal dari Demokrat nyaman² saja. Lagian yang diukur tanah milik warga yang setuju, tanah warga yang tidak setuju masih aman. Yang menolak preman² bayaran.

@pengarang_sajak: Koq narasi mau jatuhin Ganjar..? Ganjar itu ga disukai petinggi2 PDIP koq..Mo ditendang sayang, mo dipake ga suka itu barang..Yg bener ada pembicaraan parpol lain yg mau bajak Ganjar karena yakin ga akan dipake PDIP utk capres..Semua terserah Ganjar pd akhirnya..

@Cintada16: Jawaban Pak Ganjar soal aparat ke wadas. Kami sudah panggil Komnas tapi pihak mereka nggak datang.

Permohonan Maaf

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas situasi yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo.

“Saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan wabilkhusus kepada masyarakat di Desa Wadas,” kata Ganjar Pranowo dalam konferensi pers, Rabu (9/2/2022).

Permohonan maaf juga Ganjar sampaikan lantaran aparat kepolisian yang diterjunkan justru tidak betul-betul mengamankan lokasi.

“Karena kejadian kemarin mungkin ada kekerasan betul-betul tidak diamankan. Saya minta maaf,” ujarnya.

Selain itu, Ganjar juga menyampaikan akan melepas warga yang diamankan pihak kepolisian di tengah kegiatan.

“Kemarin malam cukup intens komunikasi dengan pak kapolda untuk memantau perkembangan di Purworejo wakil khusus di Wadas. Kami sepakat masyarakat yang kemarin diamankan akan dilepas,” ujarnya.

Diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, ratusan aparat kepolisian mendatangi Desa Wadas, Selasa (8/2) kemarin dalam rangka pengukuran lahan penambangan material andesit untuk Bandungan Bener.

Menurut jurnalis KompasTV Hantoro Wibowo dalam program Sapa Indonesia Pagi, terkait sejumlah warga Desa Wadas yang ditangkap terdapat beberapa versi.

Baca Juga:  Radikalisme Harus Dicegah dan Ditindak, Pihak Kampus Harus Tahu

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian yang ditangkap berjumlah 23 orang. Sementara koalisi advokasi untuk Desa Wadas menyatakan ada sekitar 40-an warga yang ditangkap.

“Pihak koalisi masih berdialog untuk memverifikasi berapa jumlah dan siapa saja warga yang dibawa ke Polres Purworejo,” kata Hantoro.

Melansir Kompas.com, Kuasa hukum warga Desa Wadas, Julian Dwi Prasetya mengatakan, sebanyak 60 warga yang ditangkap oleh pihak kepolisian Polres Purworejo.

“Saat ini saya sedang di Polres Purworejo. Total ada 60-an (warga Wadas ditangkap),” sebut Julian pada Kompas.com, Rabu (9/2/2022).

Julian menyebut saat ini pihaknya telah mendapatkan kuasa dari mayoritas warga yang ditangkap.

“Iya 64 orang (ditangkap), dan yang sudah kasih kuasa ke kami 54 orang,” kata dia.

Ia menuturkan beberapa warga yang ditangkap juga mengalami tindakan kekerasan dari aparat.

“Ada yang mengalami tindak kekerasan, ada yang diperlakukan tidak manusiawi juga waktu penangkapan,” ungkapnya.

Sementara kondisi terkini, jumlah petugas masih berjaga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (9/2/2022), pascapenerjunan ratusan kepolisian di desa tersebut untuk mengamankan pengukuran tanah oleh tim BPN.

Sementara aliran listrik di Desa Wadas masih terputus sejak kemarin malam dan membuat warga kesulitan untuk beraktivitas.

“Hingga pagi ini kondisi di Desa Wadas masih kondusif. Ada petugas yang berjaga,” kata Hantoro.

“Listrik di Desa Wadas sejak dua hari terakhir masih mati. Jadi Senin malam sampai pagi lampu mati, kemudian untuk malam (Selasa) dan pagi ini (Rabu) posisi listrik mati. Posisi listrik mati ini dikeluhkan sebagian warga Desa Wadas karena mengganggu aktivitas mereka,” ujarnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...