Bupati Agus Bastian Ingin Kericuhan di Wadas Tak Terulang Lagi
Divisi Humas Polri Revisi Gambar Soal Kabar Hoaks di Wadas
Pengukuran tanah di Wadas, Purworejo, untuk keperluan proyek Bendungan Bender masih akan berlanjut.
Bupati Purworejo, Agus Bastian, berharap takkan terjadi lagi kericuhan seperti yang berlangsung beberapa hari sebelumnya.
Kericuhan menyebabkan 64 warga diamankan ke kantor kepolisian, namun semuanya dilepaskan.
Sempat beberapa orang yang diduga provokator diperiksa lebih lama.
Dalam wawancara dengan MetroTV, Bupati dari Partai Demokrat itu berharap warga yang setuju dan yang tak setuju dengan pengukuran tanah di Wadas agar tak ricuh lagi.
Ia ingin situasi di Wadas kondusif.

Ketika ditanya Apakah benar ada provokator
Betul, memang kemarin ada provokaor dari luar
Tentunya kepolisian yang identifikasi
Sejak 2018 akhir, diakui sudah ada orang luar masuk di wilayah Wadas.
Menurut Bupati yang setuju 350-an warga sedang yang tak setuju 170-an.
Yang tak setuju beralasan mereka kan hidup disitu, yang dipunyai hanya tanah warisan.
Sementara itu akun @Wadas_Melawan terus mengabarkan KABAR GARIS DEPAN!
JAM 11 malam ini ada 5 mobil polisi, mobil K-9 (mobil pembawa anjing pelacak) dan BRIMOB yang mendatangi desa Wadas.
Seprti tak kenal waktu, mrk dtng lagi menebar teror, trauma dan ketakuan pada warga Wadas.
Wadas masih dikepung polisi. #WadasMelawan
Sementara itu beberapa jam sebelumnya @DivHumas_Polri membagikan cuitan dan gambar tentang peristiwa Wadas.
“Beredarnya informasi di media sosial terkait aparat kepolisian mengepung warga berada di dalam masjid adalah hoax atau tidak benar.
Faktanya pada saat pengukuran tanah, massa berkumpul di depan masjid, segelintir warga membawa sajam dan melempar batu.”Demikian @DivHumas_Polri
Cuitan tersebut memproleh tanggapan cukup riuh karena gambar serupa sudah di upload dan kemudian dihapus.
Agaknya gambar yang dibagikan @DivHumas_Polri merupakan update atau revisi dari gambar sebelumnya yang dinilai kurang pas.
Revisi itu antara lain pada kalimat “faktanya pada saat pengukuran tanah di depan masjid”.
Kalimat itu direvisi menjadi “Faktanya pada saat pengukuran tanah, massa berkumpul di depan masjid.”
Kalimat sebelumnya memang dikritik karena memang tak ada pengukuran tanah depan masjid.
Fakta Wadas vs Wadas Melawan
Sebelumnya Hastag Fakta Wadas atau #FaktaWadas beredar dan trending.
Hastag itu tampaknya untuk mengimbangi #WadasMelawan yang terlebih dahulu beredar.
#WadasMelawan cukup sukses menggiring opini perihal kekerasan dalam pelaksanaan pengukuran tanah di Wadas, Purworejo.
Bahkan membuat narasi seolah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai sosok yang tak membela rakyat.
Sebelumnya #WadasMelawan trending.
Informaasi penangkapan warga dan kejadian pengukuran adalah menjadi salah satu diperbincangkan.
Informasi dari YLBHI dan LBH Yogyakarta, sebanyak 40 warga ditangkap.
Update terbaru ternyata berjumlah 64 warga dan semua sudah dilepaskan.