Hastag Wadas Melawan Trending, Ini Versi YLBHI dan Divisi Humas Polri
Polisi mengepung warga di Masjid. Sementara pengukuran hutan tetap berjalan.
Hastag Wadas Melawan #WadasMelawan Trending.
Pada hari ini memang warga Desa Wadas tengah kedatangan tim BPN dalam rangka pengukuran lahan.
Pengukuran lahan dilakukan dalam rangka pembangunan Proyek Bendungan Bener.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan bahwa sebanyak 250 petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol dikerahkan.
Mereka mendampingi sekitar 70 petugas BPN dan Dinas Pertanian yang melaksanakan pengukuran dan penghitungan tanaman tumbuh.
Namun dalam #WadasMelawan tergambar narasi penolakan warga atas pengukuran tanah tersebut.
Bahkan @LBHYogyakarta melaporkan ada penangkapan hingga melaporkan Kepada @ganjarpranowo Gubernur Jawa Tengah @poldajateng_Kepala Kepolisian Daerah Jateng.
Melalui akun @Wadas_Melawan dibagikan cuitan.
Ribuan aparat berkumpul di lapangan belakang Polsek Bener, bersenjata lengkap dengan tameng, beserta anjing.
KABAR GARIS DEPAN !!!. Polisi mengepung warga yang sedang bermujahadah di Masjid. Sementara pengukuran hutan tetap berjalan. Dimana keadilan yang sesungguhnya?? #WadasMelawan #WadasMemanggil #StopPengukuranDiWadas #StopAparatMasukWadas
Kami tidak bisa mengambil foto/video karena internet di Wadas down dan kami kesulitan untuk mendokumentasikan karena aparat sangat represif terhadap warga.
Cuitan Wadas melawan antara lain memperoleh dukungan dari @GreenpeaceID
Bantu Warga Wadas dengan ramaikan media sosial kamu dengan tagar #WadasMelawan #WadasMemanggil #StopPengukuranDiWadas #StopAparatMasukWadas Fire. Untuk info terbaru, pantau terus @wadas_melawan
@LBHYogyakarta: Kepada @ganjarpranowo Gubernur Jawa Tengah @poldajateng_Kepala Kepolisian Daerah Jateng. Kami mengutuk keras penangkapan warga Desa Wadas @Wadas_Melawan dan masuknya Aparat Kepolisian Polresta Purworejo untuk mengamankan proses pengukuran di Desa Wadas. #StopAparatMasukWadas
Siaran Pers YLBHI
Sejak Senin, 7 Februari 2022 kemarin, ratusan aparat kepolisian sudah melakukan apel dan mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto, Belakang Polsek Bener yang bertepatan dengan pintu masuk Desa Wadas.
Kondisi ini berbarengan pula dengan matinya lampu di Desa Wadas sedangkan desa lain tidak.
Selasa, 8 Feb 2022, pasangan suami istri dari Desa Wadas yang kebetulan akan ke Kota Purworejo melewati depan Polsek Bener dan mendapati bahwa kondisi jalan sudah dipenuhi dengan mobil polisi.
Saat sedang sarapan disekitaran lokasi tersebut, mereka didatangi polisi dan dibawa ke Polsek Bener.
Istrinya kemudian melarikan diri dan sampai ke Desa Wadas, sedangkan suaminya hingga saat ini masih belum diketahui keberadaanya.
Pagi ini juga, sinyal di Desa Wadas tiba-tiba hilang, berbarengan dengan apelnya ratusan polisi pada jam 8 pagi di Lapangan Kaliboto. Polisi membawa alat lengkap (tameng, senjata, anjing polisi).
Pada jam 9 pagi, Petugas dari Badan Pertanahan masuk ke Desa Wadas untuk melakukan pengukuran. Mereka dikawal oleh ribuan polisi yang masuk pada sekitar pukul 10 pagi. Polisi juga merobek seluruh banner dan poster perlawanan warga.
Sejak pukul 10 pagi hingga saat ini, seluruh akses jalan ke Desa Wadas dipenuhi polisi dan Warga terkepung.
Dari fakta lapangan yang terjadi, kami menyatakan sikap:
1. Mengecam keras Polisi masuk kampung dan mengintimidasi warga Desa Wadas
2. Tolak pengukuran di Desa Wadas
3. Tolak penambangan Quarry di Desa Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener
4. Mengecam tindakan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Wadas yang dilakukan oleh Polresta Purworejo
Rilis Berita Polda Jateng
Ratusan Warga Wadas Kabupaten Purworejo menerima Kunjungan Tim BPN setempat dalam rangka pengukuran lahan untuk dibebaskan dalam rangka pembangunan proyek Bendungan Bener.
Ratusan warga tersebut tampak welcome menerima kehadiran petugas dan menegaskan bersedia untuk menerima kompensasi pembebasan lahan.
Adapun sejumlah 250 petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol mendampingi sekitar 70 petugas BPN dan Dinas Pertanian yang melaksanakan pengukuran dan penghitungan tanaman tumbuh.
Terkait dengan kehadiran petugas gabungan di lokasi, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan bahwa petugas melakukan pendampingan Tim BPN setelah Kepala Kanwil BPN Jateng beraudiensi dengan Kapolda Jateng pada Senin, 7 Februari 2022 pagi.
“Kepala BPN menyatakan kepada Kapolda bahwa Proyek Pembangunan Waduk Bener tercantum dalam Perpres No 109 tahun 2020 Tentang perubahan ke 3 atas Perpres No 3 tahun 2016 tentang percepatan pembangunan proyek strategis nasional. Untuk itu Polda Jateng dan stakeholder terkait diminta membantu,” ungkapnya, Selasa (8/2) pagi.
Adapun dasar surat pendampingan personil, lanjutnya, tertuang dalam Surat Kementerian PUPR No : UM 0401.AG.3.4./45 Tanggal 3 Februari 2022 Tentang Permohonan Pengamanan Pelaksanaan Pengukuran di Desa Wadas Kab. Purworejo Prov. Jateng.
“Ada juga surat dari Kementerian ATR/BPN Kab. Purworejo Prov. Jateng No : AT.02.02/344-33.06/II/2022 Tanggal 4 Februari 2022 Perihal Permohonan Personil Pengamanan Pelaksanaan Inventarisasi dan Identifikasi di Desa Wadas Kab. Purworejo Prov. Jateng,” paparnya seperti dilansir dari Divisi Humas Polri
Kabid Humas menjelaskan Kapolda Jateng atas dasar surat permohonan itu berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mendukung pelaksanaan pengukuran tanah oleh Tim BPN. Adapun luas tanah yang akan dibebaskan saat ini luasnya mencapai 124 Ha.
“Sekitar 250 personil gabungan sudah disiapkan dari unsur TNI-Polri dan Satpol PP. Saat ini sudah standby di lokasi. Adapun kegiatan pengukuran masih berlangsung dan berjalan lancar,” tambahnya.
Adapun tugas tim bersifat humanis dan semata-mata melakukan pendampingan.
“Penekanan Kapolda agar pelaksanaan pendampingan harus mengedepankan aspek humanis. Dan itu kita atensi dalam pelaksanaannya,” ungkap Kabid Humas.
Terkait adanya warga yang kontra terhadap pembangunan bendungan Wadas, Kabid Humas menegaskan Polri siap menampung aspirasi warga yang mendukung maupun yang menolak.
Ditambahkan, permasalahan sejumlah warga yang menolak proyek pembangunan Wadas sudah dimediasi oleh Forkompinda Jateng sejak 2018. Warga kontra pernah mengajukan gugatan ke PTUN Semarang, namun ditolak.
“Meski berdasarkan data, mayoritas Warga setempat sangat welcome terhadap proyek pembangunan bendungan Bener. Namun semua asprirasi warga yang pro maupun kontra kita tampung dan salurkan,” tegasnya.
Kabid Humas mempersilakan warga untuk menyalurkan uneg-uneg terkait proyek Bendungan Wadas ke Polres Purworejo.
“Pasti segera disalurkan dan ditindaklanjuti untuk menemukan solusinya,” kata Kabid Humas. #Polres Salatiga