Business is booming.

Korban Hepatitis Misterius Terus Bertambah, Dikhawatirkan Mutasi dari Virus Covid-19

Delapan negara lagi laporkan hepatitis, bisa menjadi puncak gunung es?

Korban Hepatitis Misterus terus berjatuhan di berbagai negara.

Sejumlah pihak masih belum menemukan penyebabnya hingga disebut sebagai Hepatitis Misterius.

Sebanyak delapan negara lagi melaporkan kasus hepatitis misterius, yang umumnya menyerang anak-anak.

Demikian hal itu dilaporkan badan organisasi kesehatan dunia WHO.

Dengan demikian jumlah total negara dengan kasus hepatitis misterius menjadi 20 negara.

Adapun jumlah yang terserang sebanyak 228 anak, mereka menderita penyakit hati yang tidak biasa dan 50 kasus lainnya sedang dalam penyelidikan.

Satu kematian telah dikonfirmasi tetapi empat lainnya dicurigai, dan 18 anak memerlukan transplantasi hati.

Seperti dilansir dari Daily Mail, para ahli mengatakan hitungan saat ini bisa menjadi ‘puncak gunung es’, dengan banyak negara baru sekarang meningkatkan pengawasan untuk komplikasi yang tidak biasa.

Sebagian besar kasus sejauh ini telah terdeteksi di Eropa tetapi ada yang lain di Amerika, Pasifik Barat dan Asia Tenggara.

Para ilmuwan dibingungkan oleh banyaknya kasus karena tidak ada anak-anak yang terkena dampak yang dites positif virus penyebab hepatitis yang normal.

Adenovirus – yang biasanya menyebabkan flu biasa dan penyakit perut – dianggap sebagai biang keladinya, meskipun jarang menyebabkan peradangan hati.

Ada kekhawatiran penguncian atau lock down karena covid-19, dikhawatirkan telah melemahkan kekebalan anak-anak terhadap virus yang biasanya jinak.

Penyelidikan juga melihat apakah adenovirus yang bermutasi atau Covid terlibat.

Tetapi para ilmuwan Inggris telah mengakui bahwa dibutuhkan setidaknya tiga bulan sampai tahu persis apa yang ada di balik serentetan kasus.

WHO tidak mengungkapkan negara mana yang telah melaporkan kasus tambahan, tetapi badan kesehatan lainnya mengungkapkan Austria, Jerman, Polandia, Jepang dan Kanada telah mendeteksi kasus.

Sementara Singapura sedang menyelidiki kemungkinan kasus pada bayi berusia 10 bulan.

Baca Juga:  Letkol Inf Ricky J Wuwung, Alumni Akmil 2004, Danyonif R 321/Galuh Taruna

Dan Indonesia kemarin mengatakan tiga anak diduga hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya.

145 anak-anak yang terkena dampak hepatitis di Inggris, terbanyak di dunia, yang sebagian besar berusia lima tahun ke bawah.

Mereka awalnya menderita diare dan mual. Lalu diikuti oleh penyakit kuning – menguningnya kulit dan bagian putih mata.

WHO mengkonfirmasi satu kematian, meskipun tidak mengungkapkan lokasinya. Satu kematian di AS sedang diselidiki, bersama dengan tiga di Indonesia.

Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ).

Penyakit itu menyerang anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.

Tujuh belas anak di antaranya (10%) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.

Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (Penyakit Kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah).

Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui.

Pemeriksaan laboratorium diluar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus dil luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41.

SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Baca Juga:  Update Kebakaran Depo Plumpang, Gulkarmat DKI : Korban Meninggal Dunia 17 Orang, Dua Anak-anak

Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

SURAT EDARAN KEWASPADAAN TERHADAP PENEMUAN KASUS HEPATITIS AKUT YANG TIDAK DIKETAHUI ETIOLOGINYA (ACUTE HEPATITIS OF UNKNOWN AETIOLOGY)+Lampiran

Surat Edaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit untuk antara lain memantau dan melaporkan kasus sindrom Penyakit Kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Catatan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak dan memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, dan membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor.

“Tentunya kami lakukan penguatan surveilans melalui lintas program dan lintas sektor, agar dapat segera dilakukan tindakan apabila ditemukan kasus sindrom jaundice akut maupun yang memiliki ciri-ciri seperti gejala hepatitis” ucap dr. Nadia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...