Business is booming.

Dua Orang Tenggelam di Pelabuhan Ratu, Satu Orang Belum Ditemukan

Wisatawan yang berhasil diselamatkan yakni Riki Irawan (37) dan satu korban lainnya masih dalam pencarian

Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, menjadi salah satu obyek wisata pantai yang ramai dikunjungi.

Bahkan sejak  setelah Hari Raya Idul Fitri, pengunjung ke Pelabuhan Ratu terus mengalir.

Tentu saja terkait dengan kelonggaran dari pemerintah terkait kebijakan pandemi covid-19.

Terbaru dua orang pengunjung yang tengah berenang di Pantai Citepus Istiqomah, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tenggelam pada Minggu, (15/5).

Hingga berita ini diturunkan satu orang berhasil diselamatkan, namun satu lainnya hilang.

“Wisatawan yang berhasil diselamatkan yakni Riki Irawan (37) dan satu korban lainnya yang belum ditemukan serta masih dalam pencarian tim SAR gabungan yakni Dandi Taufik (26),” kata Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR Hendra Sudirman kepada wartawan di Sukabumi, Minggu.

Menurut Hendra, hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap wisatawan yang hilang tenggelam tersebut dengan membentuk dua tim pencarian.

Tim pertama melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan perahu karet di laut dengan luas areal pencarian hingga 2 Nm2.

Kemudian tim kedua, pencarian dengan menyisir jalur darat di sepanjang bibir pantai hingga radius 4 km, namun hingga Minggu malam, korban belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun dari tim SAR, kecelakaan laut ini berawal saat salah satu korban yakni Dandi Taufik tidak sadar bahwa dirinya berenang sudah jauh dari bibir pantai dan baru tersadar setelah ombak menghempas tubuhnya.

Baca Juga:  Inul Trending, Pebisnis Karaoke Keluhkan Pajak Hiburan hingga 75 Persen

Ia  kemudian meminta pertolongan kepada kerabatnya.

Riki yang merupakan kerabat korban, melihat Dandi meminta tolong dengan spontan mencoba menyelamatkannya, namun bukannya berhasil menyelamatkannya ia pun malah ikut tenggelam.

Petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Palabuhanratu yang berada di lokasi langsung melakukan penyelamatan.

Tapi sayang hanya Riki yang berhasil diselamatkan, sementara Dandi tubuhnya dinyatakan hilang tenggelam setelah tubuhnya dihantam ombak besar yang diduga terseret arus bawah laut.

Mendapatkan informasi adanya kecelakaan laut yang menimpa wisatawan yang sedang berenang di Pantai Citepus Istikomah, tim SAR gabungan turun tangan.

Mereka berasal dari Basarnas Pos SAR Sukabumi, Satpolairud Polres Sukabumi, Pos TNI AL Palabuhanratu, Damkar dan BPBD Kabupaten Sukabumi, Balawista serta dibantu relawan potensi SAR lainnya serta masyarakat langsung melakukan pencarian.

“Karena hari sudah malam dan gelap maka pencarian dilanjutkan pada besok atau Senin, (16/5). Namun demikian, sejumlah personel SAR masih berada di lokasi untuk memantau kondisi laut antisipasi tubuh korban muncul ke permukaan laut dan bisa segera dievakuasi,” tambahnya seperti dikutip Antara.

Hendra mengimbau kepada wisatawan yang berwisata di objek wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi agar mematuhi rambu-rambu dan peringatan dari petugas seperti tidak berenang di lokasi rawan.

Tentang Pantai Pelabuhan Ratu

Pantai Palabuhanratu atau lebih populer sebagai Pantai Pelabuhan Ratu, adalah sebuah tempat wisata di pesisir Samudra Hindia di selatan Jawa Barat.

Lokasinya terletak sekitar 60 km ke arah selatan dari Kota Sukabumi.

Pantai ini dikenal memiliki ombak yang sangat kuat dan karena itu berbahaya bagi perenang pantai.

Topografinya berupa perpaduan antara pantai yang curam dan landai, tebing karang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam.

Baca Juga:  Mbak You Meninggal Dunia Dalam Usia 47 Tahun, Ini Profilnya

Karena tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun 1960 di Tenjo Resmi.

Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah Samudera Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada “Sarinah”, yang kesemuanya menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...