Business is booming.

Profil Bung Kusnaeni, Komentator Bola Favorit yang Kini Merangkap Anggota Dewan Pengawas RRI

Komentari gol kedua dengan memuji Dimas Drajat “Pintar, baik hati dan juga tidak sombong..."

Bung Kus trending. Pengamat sepakbola bernama lengkap Mohamad Kusnaeni itu trending karena saat menjadi komentator pertandingan antara Indonesia vs Nepal.

Laga matchday ketiga Grup A Piala Asia 2023 itu akhirnya dimenangkan tim Garuda dengan skor telak 7-0.

Hasil itu membawa Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

Bahkan Timnas Indonesia telah mengalahkan dan menyingkirkan timnas yang kuat yakni Kuwait.

Sedang skor 7-0 adalah rekor baru kemenangan terbesar turnamen Piala Asia 2023.

Rekor sebelumnya dipegang Palestina saat kalahkan Yaman 5-0 di matchday kedua.

Gol-gol kemenangan Timnas Indonesia dicetak oleh Dimas Drajad (menit 6), Witan Sulaeman (43, 81), Fachruddin Aryanto (54), Saddil Ramdani (54), Elkan Baggot (80), dan Marselino Ferdinan (90).

Nah salah satu yang membuat Bung Kus trending adalah komentatornya yang unik saat gol kedua yang dicetak Witan.

Gol tersebut tercipta setelah menerima umpan dari kapten timnas Indonesia Asnawi.

Dan disela proses gol, Dimas Drajad sebetulnya berpotensi menerima bola, namun sengaja dibiarkannya untuk memberi ruang pada Witan mencetak gol.

Dimas Drajat yang membiarkan bola untuk Witan Sulaiman. Aksi Dimas memperoleh pujian dari pengamat sepak bola Bung Kusnaeni (capture @Indosiar)

Nah Kusnaeni pun berkomentar “Pintar, baik hati dan juga tidak sombong dari Dimas Drajat yang membuat gol kedua bisa tercipta.”

“Saya dengan juga (Dimas( rajin menabung,” kata host acara.

“Dan dia juga hormat kepada orangtua dan guru,” timpal Bus Kus.

Lalu oleh akun @idextratime diterjemahkan dalam bentuk cuitan.

Dimas Drajad:

Baca Juga:  Profil Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan, Alumni Akmil 1992, Kini Aslog Kasad
  • Ganteng
  • Baik hati
  • Tidak sombong
  • Menghormati guru dan orang tua
  • Rajin menabung
  • Pramuka yang baik

“Ada videonya pas bung kus ngomong itu?,” tanya @ardi_rakhmad

Akun @Pams994 lalu membagikan videonya. Bung kus On Dimas Drajad”Pintar, Baik Hati, Tidak sombong, Rajin Menabung, dan dia juga hormat kepada orang tua maupun guru, dia pramuka yang baik.

Profil Bung Kusnaeni

Mohamad Kusnaeni lahir 11 September 1967. Ia adalah seorang komentator sepak bola yang akrab disapa Bung Kusnaeni.

Kusnaeni menjadi komentator sepak bola sejak Piala Dunia 1994 ditayangkan di SCTV.

Setelah itu, ia akrab memandu pemirsa siaran Liga Brasil di TPI yaitu sejak tahun 1994 hingga 1995.

Namun, sesekali, Kusnaeni saat itu masih muncul juga di SCTV untuk program siaran Liga Inggris.

Nama Kusnaeni mulai mencuat pada 1995 ketika mulai menjadi komentator siaran sepak bola Liga Italia di RCTI.

Gaya bertuturnya yang lugas, pilihan kata-katanya yang jernih, dan komentar-komentarnya yang selalu dilengkapi data akurat membuat pemirsa RCTI menyukainya.

Sejak itu, Kusnaeni praktis menjadi komentator andalan RCTI.

Presenter Ary Sudarsono pernah menjulukinya “Komputer Berjalan” dan “Perpustakaan Berjalan” saking luasnya wawasan dan pengetahuan Kusnaeni di bidang sepak bola.

Sehingga ia mampu bertahan selama 13 tahun sebagai komentator andalan RCTI dari era Abdul Kadir, Andi Darussalam, Muhammad Basri, Ronny Pattinasarani, Danurwindo, Ronny Pangemanan, hingga Tommy Welly.

Wimar Witoelar yang melejit namanya lewat tayangan talk show Perspektif, juga mengakui keandalan Kusnaeni sebagai komentator.

Hal itu ditunjukkannya dengan mengundang Kusnaeni sebagai tamunya dalam talk show Perspektif Baru pada 10 Januari 2005

Kusnaeni juga pernah terlibat dalam sejumlah program besar yang ditayangkan langsung oleh RCTI. Dari Piala Eropa 1996, Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, Olimpiade, Asian Games, SEA Games, final Liga Champions UEFA 2005 dan 2007, Piala UEFA, dan lain-lain.

Baca Juga:  Cak Thoriq Trending, Turun Tangan Tinjau Akses Jalan ke Lumajang-Malang, Mulai Dibuka Setelah Diterjang Longsor

Sejak musim kompetisi 2008/2009, wajah Kusnaeni tidak lagi berkarier di layar kaca RCTI. Belakangan, ia justru lebih banyak muncul di stasiun televisi tvOne yang memiliki siaran langsung Liga Inggris, Liga Belanda, dan Copa Dji Sam Soe Indonesia.

Sejak 2017, Kusnaeni dipercaya Indosiar menjadi komentator siaran langsung sepak bola Liga 1 Indonesia. Ia juga menjadi komentator Liga Champions dan Liga Europa di SCTV.

Selain sebagai komentator, Kusnaeni dikenal pula sebagai wartawan olahraga senior di Jakarta. Kusnaeni yang merupakan Sarjana Ilmu Administrasi Negara dan alumnus Analis Jurusan Kimia Institut Teknologi Bandung.

Ia menekuni karier jurnalistik sejak tahun 1990 sebagai wartawan Majalah Sepak Bola, Majalah Mobil & Motor, Majalah Vista-TV, Tabloid Paron, Majalah Sportif, hingga Wakil Pemimpin Redaksi Harian Olahraga Topskor.

Ia juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi media online BolaTren.

Sekarang Bung Kus aktif sebagai anggota Dewan Pengawas RRI. Ia terpilih menjadi satu dari lima anggota Dewas LPP RRI 2021-2026 yang ditetapkan DPR 21 September 2021 lalu (lihat web DPR).

Salah satu target Bung Kus sebagai anggota Dewas RRI, adalah membawa lembaga RRI sebagai media siaran dengan multi platform mendunia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...