Business is booming.

Profil Nasida Ria, Band Kasidah Tertua yang Trending Karena Tampil di Jerman

Band kasidah modern Indonesia yang terdiri dari 9 wanita dari Semarang, Jawa Tengah.

Jarang-jarang band kasidah menjadi trending. Dan hari ini dialami band Nasida Ria.

Band kasidah berusia 47 tahun itu trending karena tampil di Jerman dan memperoleh respon positif.

Dalam video yang beredar di sejumlah media massa memang tampak penonton bule yang merupakan warga Jerman menyambutnya dengan suka cita.

Mereka bukan saja ikut berjoget saat Nasida Ria menyanyikan lagu perdamaian namun juga meminta dinyanyikan lagi.

Tentu banyak netizen yang tidak tahu tentang Nasidah Ria.

Band yang dibentuk tahun 1975 itu tentu saja membuat sejumlah netizen kagum.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang Nasidah Ria.

@vivinda_:Diam ikut pengajian. Bergerak tampil di Jerman. Nasida Ria.

@bentardah: Yang fana adalah waktu, Nasida Ria abadi

@mugglebigwin: Definisi gogon tanpa gembar gembor, Nasida Ria

@may_marwan: Qasidah Dihadirkan Nasida Ria di Jerman, Warga Antusias Joget Sejak Latihan

@vixhd: Ini Nasida Ria yang generasi keberapa sih?..

@Amiaw11: Anjir, baru semalem kepikiran gue kalo nikah mau ngundang Nasida Ria biar beda dari yang laen wkwk. Udah mangguny di Jerman ni band

@c4hbanten: Nasida Ria favorit deh!

Profil Nasidah Ria

Nasida Ria adalah sebuah band kasidah modern Indonesia yang terdiri dari 9 wanita dari Semarang, Jawa Tengah.

Pertamanya, Nasida Ria dikelola oleh H. Mudrikah Zain, tetapi sekarang dikelola oleh Choliq Zain.

Band ini merupakan salah satu kelompok kasidah modern tertua di Indonesia.

Nasida Ria dibentuk di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 1975 oleh HM Zain, seorang guru qira’at;

Zain sebelumnya berpengalaman dengan kelompok campur Assabab.

Zain mengumpulkan sembilan siswinya untuk menjadi band: Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah, dan Nur Ain.

Baca Juga:  Daftar Dankorbrimob dari Masa ke Masa, Kini Dipimpin Komjen Pol Anang Revandoko

Grup ini awalnya hanya menggunakan rebana sebagai alat musik.

Nantinya, wali kota Semarang Iman Soeparto Tjakrajoeda, yang juga merupakan penggemar mereka, menyumbangkan suatu organ untuk membantu Nasida Ria, dan juga memperlancar pelajaran musik mereka.

Mereka kemudian hari mendapatkan gitar bas, biola, dan gitar.

Album debut Nasida Ria, Alabaladil Makabul, dibuat tiga tahun kemudian dan dipasarkan oleh Ira Puspita Records.

Lagu mereka berdasarkan dakwah dan menarik ilham dari musik Arab.

Tiga album mereka berikutnya menggunakan tema yang sama dan banyak berbahas Arab.

Setelah saran dari kyai Ahmad Buchori Masruri bahwa lagu mereka akan lebih efektif jika semuanya berbahasa Indonesia, gaya Nasida Ria diubah; Masruri juga menulis lagu untuk mereka dengan nama samaran Abu Ali Haidar.

Gaya Nasida Ria yang baru ternyata popular, dengan beberapa lagu mereka seperti “Pengantin Baru”, “Tahun 2000”, “Jilbab Putih”, “Anakku”, dan “Kota Santri”, banyak diputar di radio, baik di pedesaan maupun kota.

Mereka juga muncul di telivisi nasional dan melakukan tur di seluruh Indonesia.

Pada tahun Nasida Ria mengadakan konser di Malaysia untuk merayakan Tahun Baru Islam pada tanggal 1 Muharram.

Enam tahun kemudian, mereka diundang ke Berlin, Jerman untuk bermain di Die Garten des Islam (Pameran Budaya Islam) oleh Haus der Kulturen der Welt.

Pada bulan Juli 1996, mereka kembali ke Jerman untuk Festival Heimatklange, dengan acara di Berlin, Mülheim, dan Düsseldorf.

Setelah tahun 2000, Nasida Ria lebih jarang suksesnya.

Beberapa anggota diganti karena telah meninggal atau keluar dari band.

Nasida Ria sekarang dimarkaskan di Semarang.

Manajernya adalah Choliq Zain, anak dari HM Zain.

Nasida Ria kini memiliki 12 personil yaitu Hj. Rien Djamain, Hj. Afuwah, Hj. Hamidah, Hj. Nadhiroh, Hj. Nurhayati, Hj. Nurjanah, Hj. Thowiyah, Sofiyatun, Uswatun Khasanah, Titik Mukaromah, Nazla Zain & Alfiatul Khoiriyah. Selain itu Nasida Ria juga memiliki grup untuk juniornya yang bernama Qasidah ezzurA.

Baca Juga:  Telanjur Selebrasi Lepas Jersey, Gol Ronaldo Dianulir

Sampai bulan Juli 2011, Nasida Ria telah mengeluarkan 35 album, termasuk dua yang berbahasa Arab. Ini termasuk 350 lagu.

35 Album Nasidah Ria

Maha Pengasih (1978)

Ya Nabi Salam (1979)

Selamat Jumpa (1980)

Sholawat Nabi (1981)

Perdamaian (1981)

Lingkungan Hidup (1982)

Kemana Aku Lari (1982)

Pantun Gembira (1983)

Ingat Hari Depan (1983)

Dunia Dalam Berita (1984)

Merdeka Membangun (1985)

Tahun 2000 (1985)

Wahastuni (1986)

Anakku (1986)

Manusia Seutuhnya (1986)

Siapa Bilang (1987)

Rayuan Judi (1987)

Keadilan (1988)

Masih Banyak Yang Halal (1989)

Surga Di Telapak Kaki Ibu (1990)

Cita Cita Mulia (1991)

Usaha dan Do’a (1992)

Ucapan Hikmah (1993)

Nabi Muhammad Mataharinya Dunia (1994)

Anugerah dan Karunia (1995)

Sesal Tiada Berilmu (1996)

Reformasi (1998)

HAM HAM HAM (1999)

Tabah (2000)

Nusantara Bersatu (2001)

Satu Juta Satu (2002)

P.R.T (2003)

Air Mata Do’a (2006)

Cahaya Ilmu (2009)

Nasida Ria Reborn (2018)

Ayo Berzakat (2020) [single]

Selamat Lebaran (2020) [single]

Kebaikan Tanpa Sekat (2020)

Selamat Jalan (2021) [single]

Komentar
Loading...