Business is booming.

Kasus Tembak Menembak Polisi di Rumah Ferdy Sambo, Brigadir J Kena 7 Tembakan, Bharada E Nihil, Kok Bisa?

Dari tujuh tembakan yang dikeluarkan Brigadir J tidak satupun yang mengenai Bharada E

Polisi saling tembak dengan polisi terjadi di rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Aksi saling tembak disebut kepolisian terkait pelecehan seksual yang menimpa istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Ny Putri Ferdy Sambo.

Ada pun polisi yang tewas adalah Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir J), yang bertugas sebagai sopir Ny Putri Ferdy Sambo.

Sedang polisi yang menewaskan Brigadir J adalah Bharada E, pengawal Irjen Pol Ferdy Sambo.

Bharada E kini ditahan kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menyatakan Bharada E kini masih dalam pemeriksaan.

Bharada E menembak Brigadir J setelah terjadi peristiwa pelecehan terhadap istri Kadiv Propam Putri Ferdy Sambo di kediamannya di Komplek Polri Duren Tiga Nomor 46 kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Saat ini (statusnya) kami masih lakukan pemeriksaan, statusnya belum dikasih tau, karena posisinya adalah siapapun yang mendapat ancaman seperti itu pasti melakukan pembelaan, jadi bukannya melakukan perbuatan karena motif lain, motif ya adalah membela diri dan membela ibu (istri Kadiv Propam),” kata Ahmad Ramadhan, seperti dikutip Antara, Senin (10/7/2022) malam.

Ramadhan mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi diperoleh keterangan Bharada E melakukan penembakan sebanyak lima kali, sedangkan Brigjen J melakukan penembakan sebanyak tujuh kali.

Baca Juga:  Daftar Enam Tersangka Kasus OTT Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Namun terdapat tujuh luka tembak ditubuh Brigadir J, termasuk luka sayatan.

Menurut Ramadhan, dari lima tembakan tersebut, terdapat tembakan yang mengenai dua bagian tubuh Brigadir J, sedangkan sayatan berasal dari sepihan proyektil peluru yang mengenai tubuhnya.

Sementara itu, dari tujuh tembakan yang dikeluarkan Brigadir J tidak satupun yang mengenai Bharada E.

Ramadhan mengatakan hal itu dikarenakan posisi Bharada E berada di tangga dan terlindung.

“Brigadir J melakukan tujuh tembakan, Bharada E melakukan lima. Dari Bharada E lima, yang nembak terus-terus Brigadir J,” kata Ramadhan.

Terkait penggunaan senjata api oleh Bharada E maupun Brigadir J, Ramadhan mengatakan hal tersebut diperbolehkan mengingat keduanya ditugaskan untuk mengawal petinggi Polri.

Bharada E sebagai pengawal yang melekat pada Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, sedangkan almarhum Brigadir J bertugas sebagai sopir dari istri Kadiv Propam.

“Dia (Bharada E) ditugaskan untuk pengamanan, jadi Bharada E itu tugasnya melakukan pengaman terhadap keluarga (Kadiv Propam),” kata Ramadhan.

Kasus ini masih didalami oleh Divisi Propam Polri, sedangkan peristiwa pidananya ditangani oleh Polres Jakarta Selatan, sesuai tempat kejadian perkara di wilayah Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Sementara itu jenazah Brigadir J telah dipulangkan ke rumah orang tuanya di Jambi untuk dimakamkan.

Pelecehan Seks

Sebelumnya Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan memastikan bahwa penembakan Brigadir J oleh Bharada E terkait kasus pelecehan seksual yang diterima istri Ferdy Sambo.

“Yang jelas gini, Brigadir J itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam,” kata Kepala Biro Penerangan Umum (Kabagpenum) Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, Senin (11/7//2022).

Brigadir J ditembak oleh rekannya Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdi Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga Nomor 46 kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Menteri Lingkungan Hidup Trending Usai Bikin Utas, Netizen Geli?

Saat kejadian, kata Ramadhan, yang berada di rumah tersebut ada Brigadir J yang bertugas sebagai sopir, dan Bharada E juga berada di rumah lantai dua, lalu ada dua saksi lainnya yang berada di lantai atas.

Pada saat Brigadir J menodongkan senjata, istri Kadiv Propam berteriak, lalu direspons oleh Bharada E yang panik mendengar teriakan tersebut.

Kemudian Bharada E keluar dari kamar dan bertanya apa yang terjadi. Namun justru dibalas dengan tembakan oleh Brigadir J.

“Birgadir J melakukan penembakan sebanyak 7 kali,” kata Ramadhan lagi seperti dikutip Antara.

Selain itu, pada saat kejadian, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdi Sambo sedang tidak berada di rumah, menurut informasi tengah melakukan tes PCR.

Setelah kejadian, istri Kadiv Propam baru menelpon suaminya.

“Setelah tiba di rumah Pak Kadiv Propam menerima telepon dari ibu. Pak Kadiv langsung menelpon Polres Jaksel dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Ramadhan.

Terkait temuan adanya sayatan di tubuh Brigjen J seperti yang disampaikan oleh Indonesia Police Watch, Ramadhan membenarkan sayatan tersebut berasal dari amunisi atau proyektil peluru yang ditembakkan tersebut.

“Iya (ada sayatan), itu sayatan itu akibat amunisi atau proyektil-proyektil (Rikoset) yang ditembakkan Bharada E. Proyektil yang ditembakkan itu, berjalan mengenai tubuh Brigadir J,” ungkap Ramadhan.

Kapolrestro Jaksel  Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membenarkan kasus itu. Ia mengaku kini telah memeriksa tiga orang saksi.

Kapolrestro tak menyebutkan nama, namun ia memastikan 3 saksi tersebut terkait dengan kasus penembakan Brigadir J.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...