Business is booming.

Profil Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, Kini Diburu KPK

Ricky Ham Pagawak juga merupakan tokoh politik yang berasal dari Partai Demokrat.

Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP), diduga melarikan diri ke Papua New Gini karena kasus dugaan korupsi.

Keberadaan Bupati Ricky Ham Pagawak pun kini jadi sorotan karena KPK segera menetapkannya menjadi tersangka.

Propam Polda Papua bahkan telah mengamankan tiga polisi pengawal pribadi (Walpri) RHP.

Mereka adalah Aipda AI, Bripka JW dan EW. Ketiganya kini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subbid Provos Bid Propam Polda Papua.

“Tiga oknum tersebut masih menjalani pemeriksaan, bahkan ketiganya memiliki hubungan dengan Bupati Mamberamo Tengah RHP yang telah dijadikan tersangka KPK terkait kasus gratifikasi, ” kata Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, Sabtu (16/7/2022).

Khusus untuk Aipda AI, kata Kombes Pol. Gustav diduga kuat berperan membantu proses pelarian Bupati Mamberamo Tengah RHP yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

“Saat ini Aipda AI tengah menjalani pemeriksaan oleh Penyidik KPK di Jayapura, ” cetusnya.

“Kami masih lakukan pemeriksaan dan pendalaman, dugaan kuat dia terlibat dalam pelarian RHP untuk menghindar proses hukum KPK,” kata Gustav.

Mantan Kapolresta Jayapura Kota ini pun menambahkan ketiga oknum tersebut akan menjalani proses penahanan selama 30 hari di Mapolda Papua.

“Sempat dilakukan pemanggilan namun tidak koperatif, ketiganya di jemput paksa dan kini ditahan. Untuk tindak-lanjut akan diproses sesuai kode etik profesi polri,” tandasnya.

Profil Ricky Ham Pagawak

Ricky Ham Pagawak saat ini dikenal sebagai Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, yang telah menjabat sejak 2018.

RHP sudah dua kali menjadi Bupati Mamberamo Tengah. Pertama, pada periode 2013-2018 dan kemudian melanjutkan masa kepemimpinan dari tahun 2018 sampai 2023.

Ricky Ham Pagawak juga merupakan tokoh politik yang berasal dari Partai Demokrat. Ia menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamberamo Tengah.

Baca Juga:  Al Ghazali dan El Rumi Gabung Partai Gerindra, Ikuti Jejak Ahmad Dhani dan Mulan?

Ia sempat bersaing untuk menjadi Ketua Partai Demokrat Papua periode 2022-2027, namun kalah oleh petahanan yang Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Putusan DPP Partai Demokrat itu setelah melalui proses Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Partai Demokrat Provinsi Papua.

Proses Musda ke IV sebelumnya sempat berjalan alot. Hingga kemudian, DPP Partai Demokrat menerima dua nama dari usulan Musda. Yakni, Lukas Enembe dan Ricky Ham Pagawak, Bupati Mamberamo Tengah.

“Ya sudah, Pak Lukas,” tandas singkat Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, kepada awak media di Jakarta.

Penetapan Lukas sebagai Ketua DPD Demokrat Papua, sekaligus DPP juga mematangkan kepengurusan DPD Partai Demokrat Papua Periode 2022-2027 dengan Ketua Formatur Lukas Enembe bersama anggota Formatur lainnya.

Diketahui, sebelumnya DPP Partai Demokrat menerima dua nama hasil Musda IV Partai Demokrat Papua. Yaitu, Lukas Enembe dan Ricky Ham Pagawak.

Dari 29 DPC Partai Demokrat yang hadir, dukungan terbanyak sebenarnya diperoleh Riky Ham Pagawak, dengan dukungan 18 DPC. Gubernur Lukas Enembe yang merupakan incumbent hanya mendapat dukungan 10 DPC.

Kini Lukas Enembe yang terpilih, Ricky Ham Pagawak menjadi wakilnya.

Terkait kasus dugaan suap yang melilitnya,  RHP diduga mangkir hingga dua kali dari panggilan KPK. Ia tidak memberikan alasan apapun kepada penyidik terkait menolak datangi panggilan penyidikan.

Sebetulnya, KPK sendiri belum menetapkan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap tersebut. Namun, ada informasi jika status Ricky Ham sudah menjadi tersangka.

Sebelumnya, KPK sudah menyita sejumlah barang bukti sejumlah dokumen hingga catatan transaksi uang serta alat elektronik.

KPK pun telah melakukan penggeledahan adalah Kompleks Perumahan Skyline Residence, Jayapura; Perumahan Permata Indah, Abepura, Kota Jayapura; dan Rumah kediaman di Jalan Kabupaten II, Bhayangkara, Jayapura.

Baca Juga:  Banjir Kembali Trending, Ini Wilayah yang Terdampak

Dalam kasus suap ini, KPK belum bisa menyampaikan pihak-pihak yang sudah ditetapkan tersangka maupun kontruksi perkara kasus korupsi ini. Hingga kini KPK masih mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Komentar
Loading...