Business is booming.

Profil Dr Tri Wuryaningsih, Sosiolog Unsoed yang Aktif Tangani Korban Kekerasan Rumah Tangga

Selain mengajar dan dekat dengan mahasiswa, suara Triwur juga merdu alias pandai menyanyi

Dr Tri Wuryaningsih, Sosiolog dari Universitas Jendral Soedirman kerap tampil di media massa hingga media sosial.

Selain sebagai seorang sosiolog, Triwur panggilan akrabnya, adalah Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan dan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) Kabupaten Banyumas.

Sejak tahun 2010 ia sering membantu dan menginisiasi persoalan yang terjadi pada perempuan dan anak. Menurut Triwur, salah satu upaya untuk mencegah praktik perundungan adalah dengan memperkuat peran keluarga melalui pola pengasuhan penuh kasih sayang.

“Keluarga, khususnya orang tua menjadi kunci utama dalam mendidik dan mengasuh anak sejak dini dengan terus mengembangkan nilai-nilai kasih sayang atau cinta kasih,” katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (22/7/2022).

Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu menambahkan dengan pola pengasuhan penuh kasih sayang, diharapkan akan membentuk karakter positif pada diri anak.

“Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pola asuh penuh kasih sayang dan cinta kasih akan tumbuh menjadi karakter yang juga penuh kasih sayang dan cinta kasih,” katanya seperti dikutip Antara.

Tri Wuryaningsih menambahkan selain mengajarkan anak tentang cinta kasih, orang tua juga perlu mengajarkan untuk menghormati, menghargai orang lain agar memiliki jiwa toleransi yang tinggi.

“Hal serupa juga perlu dilakukan di lembaga pendidikan, pengembangan nilai-nilai positif pada anak perlu terus diintensifkan,”katanya.

Dengan demikian, diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan jauh dari praktik kekerasan serta perundungan.

Anak-anak yang melakukan tindakan perundungan, bisa jadi melakukannya berdasarkan hasil dari proses sosialisasi budaya kekerasan yang ada di sekitarnya. Karena, bisa jadi apa yang mereka lakukan adalah hasil dari apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar,” katanya.

Baca Juga:  Jejak Karier Brigjen Asep Guntur, Cepat Mencapai Bintang Satu, Dikabarkan Mundur dari KPK

Karena itu, kata dia, upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan karakter anak dengan pola asuh penuh cinta kasih serta mengajarkan anak untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

“Orang tua juga perlu berupaya untuk tidak mendisiplinkan anak dengan kekerasan,” katanya.

Selain itu, orang tua juga perlu membangun pola komunikasi yang baik antaranggota keluarga agar anak memiliki kedekatan dengan orang tua.

“Sehingga, komunikasi dapat terjalin dengan akrab dan hangat juga akan mendorong anak untuk selalu bercerita kepada orang tua terkait dengan hal-hal atau peristiwa yang anak-anak alami,” katanya.

Sosok Tri Wuryaningsih

Ia adalah alumni Unsoed yang lulus tahun 1991. Lulus S2 di Intitut Pertanian Bogor 1998 dan S3 di Universitas Gajah Mada 2018.

Jabatan strukturalnya saat ini Wakil Depan Fisip UI, jabatan fungsionalnya Lektor.

Bidang ilmu yang sangat dikuasainya adalah Sosiologi Pedesaan.

Namun ia juga punya banyak pengalaman terkait persoalan yang terjadi pada perempuan dan anak.

Triwur pernah menentang keras warga di Banyumas yang menolak penguburan pasien Covid-19.

Selain itu Ia juga sebagai “pelindung” bagi mahasiswa yang terlibat demo di alun alun Purwokerto saat menolak UU Cipta Kerja.

Sejak 2019 menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan & Alumni Fisip Unsoed.

Selain mengajar dan dekat dengan mahasiswa, suara Triwur juga merdu.

Saat ada gelaran Panggung Amal Soedirman Muda, Triwur dengan lancar tampil membawakan lagu Titiek Puspa berjudul Cinta.

Komentar
Loading...