Profil Endipat Wijaya, Anggota DPR yang Minta Maaf Kasus Bantuan Sumatra
Anggota Komisi I DPR tersebut sempat menyindir secara terbuka atas Gerakan masyarakat untuk membantu korban terdampak bencana di Sumatera
Anggota DPR dari Partai Gerindra, Endipat Wijaya dilaporkan minta maaf kepada Ferry Irwandi.
Anggota Komisi I DPR tersebut sempat menyindir secara terbuka atas Gerakan masyarakat untuk membantu korban terdampak bencana di Sumatera
Meski tidak menyebut nama, netizen yakin sindiran itu ditujukan kepada Ferry. Belakangan, Ferry Irwandi menyampaikan bahwa politikus dari Partai Gerindra itu sudah menyampaikan permohonan maaf secara personal.
Hal itu disampaikan melalui akun media sosial Instagram @irwandiferry.
Ferry Irwandi merespons pertanyaan dari netizen ihwal penyaluran bantuan Rp 10 miliar namun merasa si paling kerja.
Ferry menyatakan bahwa anggota dewan yang dimaksud sudah menghubungi dirinya secara personal dan menyampaikan permintaan maaf.
Sebelumnya, Endipat menyinggung aksi penggalangan dana yang viral dan berhasil menghimpun sekitar Rp 10 miliar.
Menurut Endipat, angka donasi tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran negara yang telah digelontorkan.
Dia merasa heran bantuan dari masyarakat Indonesia senilai Rp 10 miliar gaungnya lebih terdengar ketimbang kinerja pemerintah.
Menurut dia, minimnya informasi membuat upaya pemerintah dalam penyaluran bantuan yang nilainya mencapai triliunan rupiah tidak terlihat oleh publik.
Ia menyebut bantuan dari masyarakat yang kebetulan dilakukan Irwandy disebutnya sok paling-paling di Aceh, di Sumatra, dan lain-lain itu.
Profil Endipat Wijaya
Endipat Wijaya lahir 31 Mei 1984 (41 tahun).
Ia adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia masa jabatan 2024–2029.
Endipat mewakili daerah pemilihan Kepulauan Riau dan Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya.
Ia meluncur ke Senayan setelah memperoleh 105.413 suara dari dapilnya,
Endipat bertugas di Komisi I yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, dan Intelijen.
Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat.
Di partainya, ia ditugaskan untuk menjabat sebagai Ketua Bidang Perumahan Rakyat DPP Partai Gerakan Indonesia Raya.
Endipat Wijaya mengawali semuanya dengan bekerja sebagai teknisi di Double A Group satu tahun setelah lulus dari ITB tahun 2006.
Hanya dua tahun bekerja, Endipat Wijaya memilih hijrah ke Kalimantan Timur dengan bergabung PT Kaltim Prima Coal.
Pada tahun 2011, Endipat Wijaya mulai tertarik terjun di politik dengan merapat ke Partai Gerindra.
Perlahan tapi pastai, Endipat Wijaya menekuni politik sambil kerja sebagai manajer di PT Nusantara Energy.
Endipat Wijaya kemudiam mengambil gelar magiester di Swiss German University tahun 2015 hingga 2019.
Dari situlah, Endipat Wijaya mulai dilirik oleh Partai Gerindra yang dinahkodai presiden terpilih di Pemilu 2024.