Business is booming.

Tagar Beban Rakyat Meroket Trending, Netizen Minta Rakyat Sabar

Tagar Beban Rakyat Meroket trending di media sosial Twitter pada Jumat (5/8/2022), menyusul harga-harga kebutuuhan rumah tangga termasuk harga BBM naik.

Tak heran netizen bereaksi atas kondisi tersebut, hingga mereka menyampaikan sedikitnya 3.807 ciutan (Tweets) beragam. Berikut ciutan mereka;

Seperti akun Twitter @mohtahid menulis, “Wahai rakyat, tetaplah bersemangat. Hidup harus bermanfaat. Kesulitan pasti hanya sesaat. Sabar yaaa …”

@Ressam2222 menulis, “Kenaikan BBM dan mahalnya biaya hidup menjadikan beban rakyat makin berat #BebanRakyatMeroket”

@Nat_G4disDesa menulis, “Minyak goreng mahal, listrik, BPJS, sembako, dollar, BBM, pajak naik kita selalu hrs menerima & sabar ya? Kemana mak banteng jg anaknya yg dl nangis ketika BBM naik di jaman pak SBY?”

@NCindrasari menulis, “Anak dan mak banteng nanti muncul sambil action sedih/nangis menjelang 2024 ,tungguin ajah”

@cintah__ menulis, “Gara-gara ambisi sekelompok orang akhirnya APBN dikucurkan untuk proyek mangkrak.”

@4rdin4tya menulis, “Dia tidak pernah berpikir tentang kemampuan bayar & resiko² yang akan terjadi akibat hutang dari Cina. Bukankah masuknya TKA Cina bisa merupakan salah satu skenario untuk menguasai sumber daya alam Indonesia?”

@DonWoi menulis, “Bunga hutang Jepang 1%, sedangkan Cina 2%, tapi Cina dengan “Wajah Manisnya” membuat dia terpedaya. Cina tahu persis Indonesia akan kesulitan mengembalikan hutangnya, sehingga akan lebih mudah dikendalikan/dikuasai sumber² ekonominya”

Presiden Jokowi: Kondisi ekonomi dunia mengerikan akibat inflasi naik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa saat ini dunia dalam kondisi yang mengerikan karena pertumbuhan ekonomi yang melemah, namun inflasi juga meningkat sehingga membuat harga sejumlah komoditas naik.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat membuka Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Tahun 2022 di Sentul, Jawa Barat, Jumat.

Baca Juga:  Ririn dan Riska Sumbang Emas Pertama Pencak Silat SEA Games Vietnam

“Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga-harga barang semua naik. Ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan,” kata Presiden Jokowi seperti disaksikan secara virtual Antaranews.com melalui akun YouTube PPAD TNI TV, Jumat.

Presiden menjelaskan bahwa IMF dan Bank Dunia mencatat akan ada 66 negara yang ambruk ekonominya akibat dampak perang dan krisis pangan.

Dari 66 negara tersebut, Kepala Negara menyampaikan bahwa sembilan negara secara bertahap telah berada dalam kondisi perekonomian yang sulit, kemudian disusul 25 negara, dan 42 negara.

Presiden Jokowi menekankan saat ini ada 320 juta orang di dunia yang menderita kelaparan akut dan sebagian besar kelaparan karena perekonomian tidak hanya turun, tetapi juga anjlok.

Negara-negara seperti Singapura, kawasan Eropa, Australia hingga Amerika Serikat, tidak terhindarkan mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi.

Apalagi tingginya harga minyak dunia juga menyumbang tingginya inflasi yang merembet pada harga komoditas pangan dan lainnya.

“Amerika yang biasa kenaikan barang atau inflasi 1 persen, hari ini di posisi 9,1 persen, bensin naik dua kali lipat, Eropa juga sama,” kata Presiden Jokowi.

Pemerintah Indonesia juga sudah menaikkan harga Pertalite menjadi Rp7.650 per liter atau 10 persen dari harga sebelumnya.

Padahal, dengan kondisi melonjaknya harga minyak dunia, seharusnya harga Pertalite dipatok hingga Rp17.100 per liter.

Oleh karena itu, Pemerintah masih mengalokasikan anggaran hingga Rp502 triliun untuk subsidi BBM.

“Naik 10 persen saja demonya saya ingat tiga bulan, kalau naik sampai 100 persen lebih demonya akan berapa bulan. Inilah yang sekarang dikendalikan pemerintah dengan subsidi. Karena begitu harga bensin naik, harga barang otomatis melompat bersama-sama,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Daftar 15 Pati TNI Naik Pangkat dan Asal Angkatannya di Akmil

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...