Business is booming.

Anies Trending, Netizen Sorot Pendeta Dukung AB Capres 2024

Tagar Anies trending di media sosial Twitter pada Sabtu (3/9/2022), menyusul puluhan pendeta mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024.

Netizen pun bereaksi menanggapi tagar Anies hingga tercatat 13.100 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @marlina_idha menulis, “Dukung Anies, Pendeta Zahara Sitinjak Rindu Indonesia Dipimpin Orang Cerdas”

Lalu akun Twitter @noza_70 menulis, “Jadi menurut lo presiden yg sekarang tidak cerdas yaa..?”

@sipayung_amran menulis, “Jangankan si Pendeta tsb. Sak sekaluarganya mendukung juga ngga masalah. Pendeta tdk akan mampu mendoktrin jemaatnya utk memilih seseorang. INGATLAH ITU!!!”

@Hantoro2011 menulis, “Pendeta lapar. Sejak kapan gereja berpolitik?

@swaritonang menulis, “Hmmm… gaj jg seh… Gereja2 dulu kompak kok satu suara utk mendukung calon yg plg ‘sesuai’ dgn iman kita…. orang islam itu aja yg mudah terpecah dan dipecah…hehehe…TYM…”

@sipayung_amran menulis, “Yg ‘sesuai’ sdh pasti. Klo yg tdk sesuai, pasti ditentang”

@LuckyLudjainat1 menulis, “Berbeda keyakinan aza mengakui, beda itu si H dr partai monyong yang mempertanyakan kinerja p. Anies, pdhl jelas2 nyata hasil dari kinerja gubernur beserta jajarannya mengubah DKI JKT yang wow sangat KEREN tak kalah dgn luar negri”

@Christi28566166 menulis, “Gpp monggo saja kan hanya gak nyampe 50 orang saja dan sangat etis sihhhh kan gak mungkin juga milih pak @ganjarpranowo 100% jadi monggo aja ambillah 10 % d setiap desa di seluruh tanah air dan sisa 90% buat pak ganjar ya”

@Anazlps menulis, “Apapun kata pendeta yg pasti kedaulatan di tangan rakyat. Suara rakyat suara Tuhan. Dan tlh terbukti suara mayoritas rakyat Indonesia nyata dikabulkan Tuhan dgn pemimpin Indonesia yg sekarang. Terima kasih Tuhan telah memberi kami pemimpin yg membangun negeri tanpa diskriminasi”

@panjipanjianji1 menulis, “Oooo Ketua API Assosiasi Pendeta Indonesia,, gi belajar berpolitik..”

@RaihanAlhamra menulis, “Kurang keren ap,kurang cerdas kurang berani & kurang gagah,kurang apalgi yg dulu it. Tapi bnyk hal dia tipu,termasuk raja2 Nusantara,sahabatny,siapa lagi…. Apakah keren,pintar ngomong & cerdas itu jaminan. Sejarah sudah menjawab. Itu pertanyaan retorika.”

@7Naga10 menulis, “Pendeta Zahara ini pendeta di gereja mana ya? Katanya pengajar di STT juga, STT mana di Siantar? Kebetulan kami orang Siantar, dan setau saya Asosiasi Pendeta itu hanya sebuah perkumpulan yg bermarkas di kawasan Petamburan, ga usah membangun narasi seolah Anies toleran deh, basi”

@KayanaDuris menulis, “Pendeta tidak seharusnya terlibat dlm politik praktis; tidak etis”

@OmBara03 menulis, “Seindonesia juga rindu pemimpin cerdas penerus jokowi. Tpi yg jls bukan anis maaf bngt ya”

@Pardo_Aganis menulis, “Bgni jd nya kalau jabatan Pendeta itu dianggap “Pekerjaan” atau mata pencaharian. Dia akan berlabuh kmna “nafsu” bergerak. Pd hakekatnya Pendeta itu “Panggilan Melayani”.. Tugas utama nya Menggembalakan umat yg dipercayakan Tuhan utk dia gembalakan. Bukan jd pengasong politik.”

@cakbas30814072 menulis, “pendeta politikus praktis kek begini inilah pendukung @aniesbaswedan; mulai mainkan politik identitas. kalau dulu 2017 hanya identitas islam, sekarang di perluas. tetep aja jualan agama.”

@sinora1234 menulis, “Apakah ANIES ini ANTI INTOLERANSI? ANTI PENUTUPAN GEREJA? ANTI RADIKALISME?”

@teodorikgultom menulis, “Saya Nasrani.Sepengetahuanku hampir jarang seorang pendeta terlibat dlm dukung-mendukung dan kalo.lihat di fotonya,kok yg deklarasinya sekitar 20 orangan.Biasanya jemaat sebuah gereja yg dipimpin oleh pendeta bisa berkisar ratusan bahkan ribuan.”

@Zadin27722493 menulis, “Salah memilih pemimpin lihat aja hasilnya skrg, NIGHTMARE! 2024, memilih pemimpin CERDAS itu adalah MODAL utk kehidupan yg lebih baik! 2024 untuk ANIES, seorang yang BERPENDIDIKAN tinggi, BERPENGALAMAN memadai, BERINTEGRITAS tinggi, dan BERKINERJA baik!”

@Jaga_indonesia1 menulis, “Emng pengaruh y pendeta dukung anies?! Hahaha dia cmn hamba beda klau anak yg dukung”

@YulianaMatsush2 menulis, “Pendeta ngak boleh bermain politik !!! Itu pendeta palsu!! Tugas pendeta itu, menyampaikan kabar baik yaitu Injil isinya firman Tuhan. Semoga anda paham!!!”

@PolitisiGL menulis, “Yaudah suruh mualaf aja itu pendeta.
Eh… Gereja Kristen dapat bantuan banyak dari DKI, pantesan mudah goyah lidahnya”

@wakil_penjahat menulis, “Pendeta yg benar jika mau berpolitik harus melepaskan jabatan Pendeta nya.”

70 Pendeta Deklarasikan Sahabat Anies Baswedan Sumut

Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, menjadi saksi bahwa Gubernur Anies Baswedan diterima semua kalangan umat beragama termasuk umat Kristiani.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,6 di Padang, Netizen Melaporkan Terjadi Beberapa Kali Gempa Mulai Terkecil

Sedikitnya 70 rohaniawan dari berbagai denominasi gereja berkumpul di Graha Cahaya Kemuliaan, Jalan Seribudolok, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Datang dari 20 kabupaten/kota yang ada di Sumut, mereka mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden. Bahkan sekaligus membentuk kelompok relawan Sahabat Anies Baswedan Sumatera Utara (SAINS).

“Kami Sahabat Anies Baswedan Sumatera Utara hari ini bersama-sama berdoa mendukung (Anies Baswedan) bahkan untuk Indonesia maju. Demikian closing statement kami. Tuhan memberkati. Horas,” ucap pendeta Dr. Harapan Nainggolan dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Medan, yang didaulat menutup pembacaan deklarasi.

Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Siantar, Dr. Zahara Sitinjak, yang sebelumnya membacakan isi deklarasi dan alasan mendukung Anies, lalu menyambut dengan meneriakkan yel-yel dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pembina SAINS Sumut, Pendeta Horas Sianturi, menjelaskan mereka mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden karena menilai Gubernur DKI Jakarta itu bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik.

“Pada prinsipnya kita coba membuat yang namanya sebuah informasi tentang anak-anak bangsa yang potensial bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Tentunya salah satunya adalah Bang Anies,” jelasnya dalam perbincangan dengan KBA News.

Penilaian tersebut berdasarkan rekam jajak Anies selama ini. Dia menilai Anies berhasil selama memimpin ibu kota. Berbagai infrastruktur spektakuler berhasil dia bangun. Misalnya Jakarta International Stadium (JIS).

Belum lagi bagaimana perhatian dan kepedulian Anies terhadap umat beragama. Pendeta dari Gereja Injil Seutuh Internasional (GISI) ini menyontohkan program Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) yang dicanangkan Gubernur Anies.

“Program Bantuan Operasional Tempat Ibadah di Indonesia, baru di Jakarta yang kami dengar ada,” paparnya.

Baca Juga:  Profil Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Akmil 1997, Danrem 031/Wira Bima

Bahkan sambungnya, Anies juga merevitalisasi gedung Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel di Gambir, Jakarta Pusat dan menjadikannya sebagai cagar budaya. Tidak tanggung-tanggung, Pemprov DKI sampai menggelontorkan dana sebesar Rp 24,6 miliar untuk proyek revitalisasi tersebut.

Pihaknya yang selama ini termakan isu bahwa Anies seorang pemimpin yang intoleran sadar bahwa Anies bukan seperti yang dituduhkan.

“Selama ini kami berpikir Anies itu intoleran. Setelah kami dapati, tidak ada di masa kepemimpinannya tentang intoleran. Bahkan semua berjalan dengan baik. (Pengurusan) IMB gereja juga berjalan dengan baik. Bantuan-bantuan kepada gereja juga berjalan dengan baik. Kenapa ada isu-isu seolah-olah Bang Anies ini intoleran,” katanya mempertanyakan.

Menariknya, mereka tidak hanya mengetahui melalui pemberitaan tentang berbagai prestasi Anies tersebut. Tapi menyaksikan langsung beberapa capaian orang nomor satu di Ibu Kota itu dengan datang secara khusus ke Jakarta. Termasuk menemui pimpinan dan pelayan GPIB Immanuel untuk mendapatkan informasi secara langsung.

“Kita ke sana karena hati. Kita mau melihat langsung. Bukan karena ada sesuatu yang dijanjikan. Kita mau bergerak dengan hati,” ungkap Pendeta yang juga menjabat sebagai Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Siantar, Simalungun, Sumut ini.

Karena itu, mereka berharap banyak kalau seandainya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menjadi Presiden RI ke-8 penerus pemerintahan Joko Widodo.

“Harapan kita kalau terpilih sosok seperti Bang Anies, bisa menunjukkan hal yang lebih baik ke depan,” tandasnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...